KABAR BIREUEN– Atjeh Community Connection (ACC) dan Barisan Muda Ummat (BMU) menggelar sunatan untuk anak yatim piatu dan fakir miskin, Selasa 15 Mei 2018 di Gedung SMP IT Assalam, Kecamatan Jeunieb.
Irwandi, Amd. Kep selaku ketua panitia yang juga koordinator ACC Kecamatan Jeunieb mengucapkan terima kasih kepada seluruh ketua pemuda se Jeunieb Raya yang merekomendasi beberapa anak kurang mampu dan yatim piatu.
Legiatan ini bersumber dari dana ummat yang dikelola oleh BMU Peduli yang bekerjasama dengan ACC Bireuen, ini adalah awal kegiatan kita, kedepan kita berusaha untuk membuat lebih banyak lagi kegiatan.
dr Hulaimi Jeunieb selaku koordinator ACC Bireuen menyatakan kegiatan ini baru direncanakan lima hari yang lalu.
“Alhamdulliah, setelah mengumpulkan kawan-kawan team medis (dokter dan perawat) yang berada di Jeunieb Raya kami Lansung membuat kegiatan tersebut,” katanya.
Yang menarik, katanya, dalam lima hari, pihaknya mengumpulkan peserta sunatan dan mencari donatur, kegiatan ini ada karena semangat team medis dari Group ACC Bireuen yang ikhlas membantu anak-anak kurang mampu, kegiatan ini mendadak diadakan karena kebetulan sedang liburan sekolah.
“ Alhamdulliah kami dapat memberikan sumbangan dari ACC Pusat berupa sarung, baju koko dan sedikit santunan,” katanya.
Sementara itu, Ketua BMU Pusat, Tgk M Yusuf Ben M. Nasir saat pesijeuk dalam sambutannya menyebutklan, yang disunat hari ini harus menjadi pembeda dari anak-anak yang seumuran peserta sunat.
“Karena kalian disunat di area dayah, saat masuk ke dayah untuk jadi santri keluarnya tidak harus jadi ulama atau teungku. Sebagai bukti dr Hulaimi adalah anak didik saya yang dulu saya didik di dayah ini, dia tidak jadi ulama tapi kegiatan selalu dilakukan supaya berguna buat masyarakat,” ungkap Tgk M Yusuf.
Pria yang dikenal dengan Abiya Ruhul Mudi itu menyebutkan, tantangan pemuda kedepan adalah akhlak, era sekarang ini sudah menipisnya rasa peduli sesama ummat manusia, padahal nabi berpesan “muslim itu ibarat satu tubuh, jika ada satu tubuh yang sakit maka sakit lah semua anggota tubuh” .
“Begitu juga yang terjadi hari ini, dokter datang dari berbagai kecamatan, juga perawat dan lainnya datang ke sini dalam agenda membantu sesama muslim,” sebutnya.
Terakhir, Abiya Ruhul Mudi berpesan kalau kepada naka yatim dan piatu tersebut jika sudah dewasa menjadi penerus ACC dan BMU yang mengumpulkan uang orang muslim untuk membantu sesama muslim.
“Hari ini banyak orang yang mau santunan anak yatim tapi uang yang ada hanya Rp10.000, nah dari uang Rp 10.000 itulah kami kumpulkan dari masyarakat dan kemudian kami buat buat rumah orang miskin dan acara-acara seperti sunatan hari ini yang penting kegiatan yang berguna buat dunia dan akhirat,” ungkapnya.
Adapun team medis yang hadir pada kegiatan tersebut, Munarto Amd.kep, Sabirin Amd. Kep, Ibrahim, Amd. Kep, Rizal Fahmi Amd.kep, Agussalim Amd. Kep, Ns Euku Arief Prawira S.kep, Ns. M. Iqbal S. Kep.
Hadir juga dr Teuku Ona, dr Tgk Taifur, dr Mulya Hasan dan dr Abrar. (Irwandi.Amd.Kep. dan Alya Alfarisyi/Jurnalis Warga)










