KABAR BIREUEN – Jumlah penerima program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah atau beasiswa bidikmisi di Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) tahun 2020 sebanyak 712 mahasiswa. Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya.

Hal itu disampaikan oleh Plt Rektor UNIKI, Win Konadi pada acara sosialisasi program KIP Kuliah kepada wali mahasiswa penerima bantuan tersebut, Sabtu (5/12/2020) di Aula Kampus UNIKI, Jalan Banda Aceh – Medan, kawasan Blang Bladeh, Kecamatan Jeumpa, Bireuen.

“Tahun ini jumlah mahasiswa penerima program KIP Kuliah lebih banyak dari tahun sebelumnya,” kata Plt Rektor UNIKI.

Dari 712 penerima bantuan itu, 320 penerima adalah adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Selebihnya diterima oleh mahasiswa Fakultas Hukum dan Syariah, mahasiswa Fakultas Komputer dan Multimedia, mahasiswa Fakultas Sains Pertanian dan Peternakan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Acara sosialisasi tersebut dihadiri Pembina Yayasan Kebangsaan Bireuen, Dr H. Amiruddin Idris SE MSi, Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bireuen, Dr Athaillah Saleh MA, Wakil Rektor, Dr Azhari dan para Dekan di lingkungan UNIKI.

Pembina Yayasan Kebangsaan Bireuen, Dr H. Amiruddin Idris SE MSi pada kesempatan tersebut mengatakan, UNIKI merupakan salah satu perguruan tinggi swasta yang diberi kepercayaan pemerintah dan dapat menyelenggarakan Program Indonesia Pintar (PIP), yaitu melalui Kartu Indonesia Pintar-Kuliah.

Mahasiswa penerima program KIPK diberi fasilitas dari pemerintah, yaitu bantuan dana pendidikan yang langsung masuk ke rekening UNIKI. Sehingga mahasiswa tidak perlu membayar biaya pendidikan selama kuliah.

Selain mendapatkan fasilitas biaya pendidikan gratis, lanjut dia, mahasiswa juga mendapatkan uang saku sebesar Rp4.200.000 per semester.

“Jika dibagi perbulan mendapatkan Rp700 ribu. Menjadi pegawai bakti pun tidak mendapatkan sebesar itu per bulan,” ujar Dr Amiruddin Idris yang juga Anggota Komisi VI DPR Aceh.

Sebut Wakil Bupati Bireuen periode 2002-2007 ini, bantuan uang saku tersebut diberikan pemerintah setiap semester.

“Uang saku langsung masuk ke rekening mahasiswa masing-masing. Dan diterima utuh tanpa potongan lagi,” jelasnya.

Diharapkan mahasiswa bisa menggunakan dana bantuan tersebut dengan bijak, karena bantuan KIP-Kuliah diberikan oleh pemerintah untuk menunjang pendidikan mereka di perguruan tinggi.

“Dana ini bisa dimanfaatkan untuk keperluan kuliah, seperti untuk foto copy materi kuliah, transportasi sehari-hari, makan, pembelian buku, pembelian kuota internet mengingat dalam masa pandemi ini masih dilakukan pembelajaran daring dan lain-lain,” papar penulis buku “Bireuen Segitigas Emas Ekonomi Aceh.”

Ia menegaskan, apabila ada pihak kampus UNIKI yang meminta imbalan dari penerima KIP Kuliah akan diberikan tindakan tegas.

“Kalau ada pihak yang minta imbalan dari penerima bantuan KIP Kuliah laporkan kepada saya. Sanksinya langsung dipecat,” tegas suami Hj. Nuryani A Rachman ini.(Rizanur)