KABAR BIREUEN – Sebanyak 30 peserta guru bidang studi Fikih Madrasah Tsanawiyah mengikuti diklat teknis substantif di Balai Diklat Keagamaan (BDK) Provinsi Aceh, mulai Senin,  4 – 9 Juni 2018.

Ketua panitia, Drs.Mahdi Amin dalam laporannya saat pembukaan menjelaskan, diklat yang mengambil tema “Melalui diklat ini kita terapkan integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab dan keteladanan dalam dunia pendidikan”.

Diklat ini bertujuan agar guru memiliki kompetensi kepribadian yang baik untuk menjadi pendidik,

“Sasaran pelatihan ini adalah supaya guru terdidik dan terlatih sehingga memiliki kompetensi sesuai dengan persyaratan,” jelas Mahdi Amin.

Sementara itu Kepala BDK Provinsi Aceh, Salman Alfarisi, S.Ag, M.Pd dalam arahan ketika membuka diklat mengatakan, meskipun bulan puasa BDK terus berkiprah.

“Tidak harus karena puasa terhenti kegiatan karena bagi kami, satu kegiatan saja terhenti maka mengakibatkan rencana yang kami susun menjadi molor,” jelas Salman.

Begitupun, Salman berharap peserta ikhlas mengikutinya karena guru fikih adalah ujung tombak dari pada keberhasilan dan menjamin ketaqwaan dari anak didik.

“Maka itu kami memanggil saudara untuk melakukan proses apdate kembali 4 kompetensi guru agar lebih tajam,” ujar Salman.

Pada kesempatan tersebut kepala BDK juga melantik dan mengambil sumpah tiga widyaiswara baru yaitu, H.Zainal Arifin, S.Ag, MA, Mutia Fahira S.Pd, M.Pd dan Nirwani Jumala S.Pd.I , M.Pd.

Kepada mereka , Salman berharap agar widyaiswara menjadi orang pilihan bagi role model pendidikan Aceh.

“Selamat berkarir dan berkarya untuk melatih 16.000 ribu lebih ASN dilingkungan kementerian agama Aceh,” pungkas Kepala BDK. (Faisal Ali)