KABAR BIREUEN-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen melalui
Bidang Pembinaan Ketenagaan (BPK) gelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Calon Pengawas Sekolah (Cawas).

Diklat Cawas TK, SD dan SMP se Kabupaten Bireuen ini, bekerja sama dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Aceh dan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LP2KS) Pusat.

Pembukaan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan bagi Calon Pengawas Sekolah TK, SD dan SMP se Kabupaten Bireuen ini, berlangsung di Hotel Fajar Bireuen, Sabtu (24/10/2020).

Disela-sela kegiatan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, Drs M Nasir M. Pd, melalui Plt Kabid Pembinaan Ketenagaan, Asmudi S. Pd, M.Pd kepada Kabar Bireuen mengatakan, kegiatan ini guna memenuhi kebutuhan Calon Pengawas sekolah jenjang TK, SD dan SMP yang ada di Kabupaten Bireuen.

Kebutuhan pengawas sekolah di Bireuen memang sangat diperlukan, karena jumlah tenaga pengawas sekolah yang ada sekarang ini sangat kurang, tidak sesuai dengan jumlah sekolah yang ada.

“Apalagi akhir tahun ini, ada beberapa pengawas yang memasuki masa pensiun, otomatis tenaga pengawas sekolah semakin berkurang lagi, dari jumlah yang ada saat ini,” kata Asmudi.

Disebutkan, pengawas sekolah yang ada saat ini, untuk sekolah TK, 6 orang pengawas, SD ada16 orang pengawas dan SMP sebanyak 3 orang pengawas.

Sementara, jumlah sekolah yang ada di Kabupaten Bireuen, baik itu sekolah negeri maupun swasta, jenjang TK ada 300 sekolah, SD 235 sekolah dan SMP 89 sekolah.

“Idealnya satu orang pengawas, bertugas mengawasi 10 sekolah,” jelasnya.

Menurutnya, untuk menjadi seorang pengawas sekolah tidak sembarangan, bukan serta merta ditunjuk, syarat yang dibutuhkan selain berlatar belakang guru dan telah PNS, mereka harus mendaftar, lalu diseleksi dari administrasi dan mengikuti diklat.

“Kelulusannya ditentukan oleh LP2KS Pusat, jadi kita tak bisa ikut campur dalam menentukan kelulusan peserta,” ujar Asmudi.

Dikatakan, Pendidikan dan Pelatihan Calon Pengawas Sekolah TK, SD dan SMP se Kabupaten Bireuen ini, berlangsung mulai 24 Oktober hingga 24 Desember 2020, dengan menerapkan protokol kesehatan.

Peserta berjumlah 30 orang, cawas yang telah lulus seleksi pada tahun 2017 lalu, terdiri dari jenjang TK 7 orang , SD 8 orang dan SMP 15 orang.

Disebutkan, dari jumlah peserta tersebut, dibagi dua kelas, setiap kelas diisi 15 peserta, selama Diklat para peserta dibekali materi-materi yang linier dengan tugas mereka nantinya sebagai pengawas sekolah.

Diklat cawas ini menghadirkan 2 orang narasumber dan 2 orang fasilitator dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Aceh.

“Kita berharap dalam Diklat ini, para peserta bisa lulus semua sehingga kebutuhan tenaga pengawas untuk tingkat TK, SD dan SMP di Bireuen bisa terpenuhi,” harap Plt Kabid Pembinaan Ketenagaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen ini. (Herman Suesilo)

BAGIKAN