KABAR BIREUEN-Rangkaian kegiatan Workshop Inovasi Pembelajaran Seni Budaya bagi Guru Seni dan Budaya jenjang SMP se Kabupaten Bireuen Tahun 2021, berakhir.
Kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen melalui Bidang Pembinaan Ketenagaan (PKG) Disdikbud setempat, berlangsung selama tiga hari (9-11/2021) di hotel Bireuen Jaya.
Diikuti oleh 95 guru mata pelajaran Seni dan Budaya Jenjang SMP Negeri dan Swasta dalam Kabupaten Bireuen menghadirkan 3 orang pemateri berasal dari Universitas Syiah Kuala (USK) Kota Banda Aceh.
Seluruh rangkaian kegiatan workshop ini, ditutup secara resmi oleh Kabid PKG Disdikbud Bireuen, Surya,S.Pd.,M.Pd, mewakili Kadisdikbud Bireuen, Al Muttaqin, S.Pd.,M.Pd, di Aula Hotel Bireuen Jaya. Kamis,(11/11/2021) siang.
Pada kesempatan itu, Kabid PKG Disdikbud Bireuen, Surya berharap kepada semua guru yang sudah dilatih selama tiga hari, kiranya ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan di sekolah masing-masing. Khususnya dalam pembelajaran mata pelajaran seni budaya.
Selain itu, melakukan pelatihan- pelatihan kepada siswa disekolah, seperti pelatihan seni drama tari dan musik dan lain-lain, supaya seni dan budaya yang ada, terus berkembang.
“Perkembangan seni dan budaya tidak hanya untuk guru itu sendiri, namun juga untuk semua siswa ” jelas Kabid PKG Disdikbud Bireuen.
Sementara itu. Nurlaili S.Pd.M.Pd, pemateri berasal dari Prodi Pendidikan Sentratisik (seni drama tari dan musik) Universitas Syiah Kuala (USK) Kota Banda Aceh, mengatakan, sesuai dengan tema workshop inovasi pembelajaran guru akan menjadi lebih baik, terutama guru SMP di Kabupaten Bireuen.
“Proses pembelajaran seni budaya itu jangan hanya dipandang sebelah mata, tapi tetap muatannya itu sebagai pelestarian budaya dengan muatan muatan kearifan lokal yang ada di Aceh,” sebutnya.
Sehingga guru guru seni budaya yang ada di Aceh ini, tingkat kompetensinya akan lebih baik dalam menyusun atau mendesain materi pembelajaran seni budaya, untuk meningkatkan mutu pendidikan. (Herman Suesilo).











