KABAR BIREUEN-Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan mewisuda 684 sarjana dan Ahli Madya Angkatan XXX, yang berlangsung di Auditorium Academik Center (AAC) Ampon Chiek Peusangan, Sabtu (16/12/2017).
Dengan rincian, Fakultas Pertanian (FP) sebanyak 90 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), 279 orang, Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM),14 orang, Fakultas Teknik (FT), 70 orang.
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), 95 orang, Fakultas Ekonomi (FE), 73 orang dan Diploma 3 Kebidanan, 63 orang.
Jumlah kumulatif Wisuda Angkatan XXX sebanyak 28.283 Alumni (sudah termasuk alumni SKGJ).
Rektor Umuslim, Dr. H, Amiruddin Idris, SE.,M.Si dalam sambutannya pada wisuda tersebut menyebutkan, salah satu permasalahan ekonomi dan pembangunan yang dihadapi Indonesia saat ini adalah pengangguran.
Masalah pengangguran bukanlah hal yang bisa disepelekan. Karena pengangguran dapat menyebabkan produktivitas dan pendapatan masyarakat semakin melemah sehingga berdampak pada timbulnya kemiskinan dan masalah sosial lainnya.
“Dengan pelaksanaan wisuda hari ini, maka akan melahirkan ratusan para alumni, yang pada akhirnya banyak pihak salah mempersepsikan, yang selalu menyalahkan pihak perguruan tinggi dalam menciptakan pengangguran,” sebutnya.
Padahal, menurut Amiruddin Idris, permasalahan pengangguran adalah permasalahan yang begitu kompleks dan terstruktur. Sedangkan perguruan tinggi adalah tempat orang untuk belajar, membentuk manusia atau anak didik menjadi insan paripurna, dewasa dan berbudaya.
Dalam kehidupan bernegara, tugas perguruan tinggi adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Menanggulangi penganguran perlu duduk bersama, baik pemerintah daerah, kalangan pengusaha, UMKM, perbankan dan perguruan tinggi, untuk membahas dan mencari formula dan strategi untuk dapat mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan
Perguruan tinggi tidak memiliki anggaran tapi memiliki SDM, sedangkan pemerintah daerah memiliki anggaran atau pendanaan. Jika kedua institusi ini bisa sinergis maka akan banyak solusi yang dapat ditemukan.
Seperti melahirkan berbagai program dan kegiatan yang berkaitan dengan entrepreneurship atau kewirausahaan. Karena entrepreneur atau wirausaha akan mampu menjadi kekuatan dan penggerak ekonomi kerakyatan.
Universitas Almuslim merupakan sebuah kampus swasta yang mendapat Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) nilai B dari Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT).
“Untuk mempertahankan kepercayaan ini kami terus melakukan peningkatan kerjasama dan berbagai inovasi untuk peningkatan sumberdaya manusia baik dosen maupun kualitas lulusan,” jelasnya.
Presiden Joko Widodo pernah mengingatkan dan menegaskan bahwa setiap pimpinan perguruan tinggi harus mendukung inovasi.
“Sejalan dengan pemikiran Presiden Joko Widodo, kami telah berusaha untuk mendapatkan bantuan sarana untuk pengembangan ekonomi kreatif dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Republik Indonesia sebesar Rp 2 miliar untuk merevitalisasi Gedung Aula MA Jangka menjadi pusat inovasi dan kreatif center. Baik sebagai studio maupun gedung kreatif yang representative, rencananya Gedung Aula MA Jangka yang direvitalisasi akan diresmikan oleh Kepala Bekraf RI dan Gubernur Aceh pada Desember ini,” ungkapnya.
Hadir pada acara wisuda tersebut, Ketua pembina Yayasan Almuslim Peusangan H.Anwar Idris, merupakan Anggota DPR RI komisi X, Wakil Bupati Bireuen yang juga Anggota Senat Umuslim.
Staf Ahli Gubernur Bidang Keistimewaan, SDM dan Kerjasama Drs.Abdul Karim, MSi, Kopertis Wilayah XIII Aceh Prof.Dr.Jamaluddin Idris,M.Ed, serta unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat. (Ihkwati).











