KABAR BIREUEN-Wanita renta itu terus mengusap air mata yang jatuh di pipinya dengan ujung jelbab coklat yang dipakainya saat prosesi peusijeuk (tepung tawari) rumahnya barunya dilakukan.
”Entah kenapa saya ingat almarhum ibu saya saat melihat rumah baru ini. Dalam hati saya berbisik, lihatlah buk, saya tidak menyangka mendapatkan rumah layak huni di sisa akhir hidup saya ini. Hanya doa yang bisa saya kirimkan untuknya di alam sana,” bisik Nek Zubaidah, penerima rumah bantuan dari Komunitas Kami Peduli Bireuen (KPB) saat dipapah menuju kursi di bawah tenda di samping rumah tersebut.
Dikatakannya, dia dulu tinggal di sebuah gubuk tak layak dan miring hampir robih, kini rumahnya bagus dan kokoh.
Sepanjang acara serah terima rumah KPB untuk warga Meunasah Meucap, Kecamatan Peusangan, Rabu (20/3/2019) pagi, perempuan baya itu terus menerus menangis. Apalagi saat mendengar sambutan dari Koordinator KPB Bripka Deni Putra SE,MM yang turut terharu dan meneteskan air mata bahagia.
“Apa yang dilakukan KPB dengan membantu kaum dhuafa, membuatkan rumah untuk lansia sebagai tempat berteduh yang kebih layak, adalah bentuk kepedulian dan demi mendapatkan berkah serta pahala. Yok bareng-bareng masuk syurga,” ajaknya.
Keuchik Gampong Meunasah Meucap, Said Azmir juga turut menangis harus ketika menyampaikan sambutanya. Dia berterima kasih kepada KPB karena telah membantu warganya mendapatkan rumah layak huni.
Sementara itu, Penasehat KPB Bireuen yang juga salah seorang donatur, H Jamaluddin atau Haji Jamal 88 mengharapkan akan semakin banyak donatur yang membantu warga miskin dan yang rumahnya tak layak huni.
“Makin banyak sumbangan donatur, amkin banyak rumah yang bisa dibantu.Kita harapkan mereka peduli pada Bireuen dengan membantu sesama yang membutuhkan,” harap Haji Jamal.
Pada kesempatan itu, juga disampaikan tausiah atau kata-kata motivasi oleh Ustad Rizky Dasilva S.Pdi, MA, Kepala SDIT Muhammadiyah Bireuen, salah satu donatur serta pembina KPB, yang turut datang bersama guru serta murid-muridnya.
“Kebahagian yang tak bisa dirasakan oleh banyak orang.Kebahagian sebenarnya adalah yang bisa merasakan kenikmatan iman, saling berbagi. Hakikat kebahagian manusia adalah ketika bisa merasakan berbagi. Islam itu peduli,” sebut Rizky.
Dikatakannya, banyak orang-orang kaya tak terbesit hatinya melihat sang nenek tertidur di rumah tak layak. Besok dihari kiamat kita dimasukkan ke dalam jannah. Maka bareng-bareng kita masuk syurga.
Pada kesempatan itu juga diserahkan sembako kepada Nek Zubaidah oleh Ipda Amier MZ, lalu penyerahan penghargaan kepada Gampong Meunasah Meucap, lalu kepada tukang dan salah seorang relawan.
Hadir pada peresmian tersebut, aparat gampong setempat, sekdes,warga setempat, erdiri dari orang tua, pemuda dan ibu-ibu. (Ihkwati)












