Zubaidah membuka lapak berjualan Sambai Oen Peugaga di Jalan Pengadilan Lama Bireuen.

KABAR BIREUEN – Bulan suci Ramadhan penuh rahmat dan magfirah. Semua usaha penjual makanan dan minuman berbuka puasa, berbagai jenis kue, antara lain boh rom-rom, pecal, gado-gado, minuman air tebu, kelapa muda, es Bandung hingga makanan Sambai Khas Aceh On Peugaga setiap petang di Bireuen laris manis.

Amatan Kabar Bireuen di pasar tardisionil penjual makanan berbuka puasa di Bireuen, setiap lapak penjual makanan dan minuman dipadati pembeli termasuk penjual sambai khas Aceh Oen Peugaga.

Zubaidah,  penjual Sambai Oen Peugaga warga Juli Keude Dua Kecamatan Juli dalam suatu percakapan dengan Kabar Bireuen, Jumat(1/5/2020) mengatakan, selama bulan suci Ramadhan setiap petang dia membuka lapak penjualan Sambai Oen Peugaga di jalan Pengadilan Bireuen.

Dikatakan, Sambai Aceh Oen Peugaga diracik dengan 44 jenis dedaunan lainnya antara lain daun tapak leman, daun jambu muda, daun mangkudu, rebung kala, bunga pepaya, daun serai, daun jeruk purut dan berbagai jenis daun lainnya berjumlah 44 jenis dedaunan.

Sambai Oen Peugaga sangat digemari oleh kalangan kaum tua selain sebagai penambah selera makan nasi, juga makan sambal khusus memiliki khasiat untuk otak yang dapat membantu meningkatkan konsentrasi, daya ingat, memperlancar peredaran darah, gangguan kulit dan tetap ceria.

dikatakannya, bahan baku utama untuk meracik Sambai Oen Peugaga sangat mudah banyak terdapat di pematang sawah,  kebun-kebun.

Akan tetap,i dia mengaku membudi dayakan sendiri tanaman Oen Peugaga di kebun rumah sendiri di Juli Keude Dua sudah berkembang, sehingga tidak kesulitan bahan baku utama dalam maracik Sambai Oen Peugaga setiap bulan Ramadhan.

“Harga Sambai Oen Peugaga sesuai keinginan pembeli, ada yang minta Rp 5.000 perbungkus dan ada juga minta Rp 10 ribu per bungkus sesuai keutuhan keluarga masing-masing. Dia hanya berjualan khusus, Sambai Oen Peugaga, dari pukul 16.00 hingga pukul 18.00 WIB habis terjual,” jelas Zunaidah. (H.AR Djuli)

 

BAGIKAN