KABAR BIREUEN- ” Tenang hadirin!. Demikian ucapan H. Saifannur S.Sos, menanggapi tamu undangan yang tertawa saat dia salah menyebutkan periode jabatan Bupati dan Wakil Bupati Bireuen sebelummya H Ruslan M Daud – Ir Mukhtar M.Si.
Dia terlebih dahulu memohon maaf kepada tamu yang hadir pada prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan dirinya sebagai Bupati Bireuen, Kamis (10/8/2017) di Kantor Pusat Pemrintahan Bireuen di Cot Gapu, karena salah sebut periode jabatan bupati sebelumnya yaitu 2017-2022.
Dalam sambutannya usai dilantik, Saifannur memang melempar guyonan dan candaan yang membuat tamu undangan berjumlah lebih kurang 2650 orang itu tertawa lepas.
“Sepakat gak kita bangun Bireueni ini, kalau sepakat jangan ada dusta diantara kita, karena sebagai mukmin, tidak boleh ada dusta diantara kita,” celetuknya yang disambut tepuk tangan dan ger hadirin.
Tak lupa, dia memberikan penghormatan teristimewa kepada Abu Tumin Blang yang dia sebut sebagai kakeknya
Secara khusus, Saifannur juga mengucapkan terima kasih kepada partai pengusung, tim sukses, relawan Poros Muda dan semuanya. Karena tanpa mereka semuanya, mungkin dirinya tak di sini hari ini untuk dilantik menjadi Bupati Bireuen.
“Setelah dilantik, saya bukan lagi milik tim sukses, dan bukan milik kelompok tertentu, tapi milik masyarakat Kabupaten Bireuen, jangan terbelah dan terpecah-pecah, mari bangun Bireuen bersama,” sebutnya.
Kalau cuma Saifannur sendiri yang membangun Bireuen, katanya, tidak akan bisa, karena dia cuma anak desa. Tapi kalau bersatu, maka pasti bisa.
“Mari kita bersatu dan kompak, jangan aku begini engkau begitu,” ujarnya membuat suasana ramai dengan tawa tamu.
Diungkapkannya, dia ingin mewakafkan diri membangun Bireuen di sisa hidupnya. Karena kalau ingin kaya, maka dirinya jadi kontraktor saja. Namun tujuannya adalah untuk membangun Bireuen.
Dia juga, mengatakan akan melanjutkan program yang bagus dari bupati sebelumnya H Ruslan M, Daud dan memperbaiki yang kurang bagus.
“Jangan ganti program setiap kali ganti bupati, tapi kita ambil yang bagus dan perbaiki yang kurang. Saya rasa H Ruslan mau membantu saya,” katanya.
Sesuai visi misinya dia ingin membangun rumah dhuafa, irigasi dan cetak sawah baru. Terkait rencana pembangunan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Bireuen dia akan menyahuti hal itu.
Bireuen harus menjadi kota yang bersih dan indah, jadi kota pendidikan, kota sejarah, bersama kita pasti bisa.
“Saya ini tak pandai bicara, karena saya pekerja keras, potong gunung bangun jembatan, jadi mohon maaf karena saya tak pandai bicara,” pungkasnya yang menutup sambutannya dengan pantun.(Ihkwati)











