KABAR BIREUEN-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen melalui Bidang Pembinaan Ketenagaan (BPK), gelar Pelatihan Guru Kelas Rendah pada Jenjang Sekolah Dasar.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Bireuen, Drs M Nasir M.Pd, dalam hal ini diwakili Sekretaris Dinas , Afwadi BA, Selasa (6/4/2021) di Aula Dinas setempat.

Panitia pelaksana kegiatan, Asmudi S. Pd, M.Pd melaporkan, kegiatan ini berlangsung selama tiga hari (06-8/4/2021), diikuti 180 guru dari kelas rendah jenjang Sekolah Dasar Negeri dan Swasta se Kabupaten Bireuen.

“Sumber dana pelaksanaan seluruh kegiatan ini, bersumber dari dana otsus, dibidang Ketenagaan, tahun 2021,” katanya.

Ada enam orang dosen dari Fakultas FKIP Banda Aceh, yang dihadirkan sebagai narasumber, yakni Mapel Matematika, Dr. Tuti Zubaidah, M.Pd . Dr. Suhartati, S.Pd,M.Pd dan Dr. Fauzi, M.Pd. Kemudian, Mapel Bahasa Indonesia, Drs. Bukhari,M.Pd. Muhammad Idham, S.Pd,M.Ed dan Muhammad Iqbal, 8.Pd, SH, M. Hum.

“Selama pelatihan, mereka dibagi beberapa kelas, tetap mengikuti protap prokes,” kata Asmudi yang juga sebagai Kabid Pembinaan Ketenagaan Dinas P dan K Bireuen.

Pada kegiatan ini, kita mengusung tema “Menjadi Guru Inspiratif, Kreatif dan Inofatif di Era Milenial, tema ini dipilih dikarenakan dari hasil survey dan analisis dilapangan, bahwa masih banyak kendala yang dihadapi oleh guru yang mengajar di kelas rendah disebabkan mereka baru berhadapan dengan anak-anak yang mungkin berasal dari latar belakang yang berpariasi.

Sehingga pada saat pembelajar berlangsung apakah mengunakan tematik dan sebagainnya menjadi kendala buat kita, karena kita menghadapi input dari berbagai satuan sekolah ditingkat taman kanak-kanak dan satuan yang lain.

“Harapan kita, kalau bicara tentang tematik tentu ini merupakan perpaduaan diantara kopetensi dasar dari seluruh mata pelajaran yang lain disatukan dalam satu tema,” sebutnya.

Sehingga anak-anak tau dirinya dan tau konsep yang baru yang berhubungan dengan apa yang mereka alami di tema yang akan diajarkan.

Sementara itu, Sekdis P dan K Bireuen, Afwadi, mengatakan, pembelajaran tematik merupakan pembelajaran bermakna bagi siswa, dan lebih menekankan pada penerapan konsep belajar secara utuh tidak terpisah-pisah sehingga dapat memberikan pengalaman yang bermakna serta memberikan keuntungan bagi siswa.

Diantaranya, mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu, mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar mata pelajaran dalam tema yang sama.

Kemudian, pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan, kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengaitkan mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa, lebih merasakan manfaat dari belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas.

Kemudian, lebih bergairah belajar karena dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, untuk memgembangkan suatu kemampuan dalam satu mata pelajaran sekaligus mempelajari mata pelajaran lain.

Dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan dapat dipersiapkan sekaligus diberikan dalam dua atau tiga kali pertemuan, sedangkan selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan remedial dan pengayaan.

Afwadi berharap, seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan penuh disiplin sebagai bentuk tanggung jawab untuk memajukan pendidikan di Bireuen, dan tetap mengikuti protap prokes. (Herman Suesilo).