KABAR BIREUEN, Bireuen – Ketidaktepatan data penerima bantuan sosial (bansos) dan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) kembali menjadi sorotan. Pemerintah Aceh didesak segera mengevaluasi menyeluruh terhadap tingkat desil masyarakat agar program bantuan benar-benar tepat sasaran dan tidak memicu kecemburuan sosial.
Pemerhati kebijakan publik di Bireuen, Abdul Manan Isda, menegaskan, akurasi data merupakan faktor krusial dalam menentukan keberhasilan program bantuan pemerintah. Menurutnya, selama ini masih ditemukan ketidaksesuaian antara kondisi riil masyarakat dengan data penerima bantuan.
“Evaluasi desil masyarakat harus dilakukan secara berkala. Data yang akurat akan menentukan apakah bantuan itu jatuh kepada masyarakat miskin ekstrem, miskin, atau justru kepada kelompok yang sebenarnya sudah mampu,” ujar Abdul Manan Isda kepada Kabar Bireuen, Sabtu (4/4/2026).
Dia menjelaskan, desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat yang dibagi dalam sepuluh kategori, mulai dari desil 1 sebagai kelompok paling miskin hingga desil 10 sebagai kelompok paling sejahtera. Dalam pelaksanaan program bantuan sosial, pemerintah umumnya menyasar kelompok pada desil terbawah.
Namun, tanpa pembaruan data yang akurat, program bantuan berisiko tidak efektif. Bahkan, kondisi ini dapat memunculkan kesalahan penyaluran, baik inclusion error, yakni masyarakat mampu yang justru menerima bantuan, maupun exclusion error, masyarakat miskin tidak tersentuh bantuan.
Selain persoalan data, dinamika ekonomi masyarakat pascabencana juga menjadi faktor penting yang harus diperhitungkan. Perubahan kondisi ekonomi yang terjadi dengan cepat dapat membuat data lama menjadi tidak relevan.
Karena itu, Abdul Manan juga mendorong Pemerintah Aceh untuk melibatkan pemerintah gampong (desa) dalam proses verifikasi dan validasi data penerima bantuan. Aparatur desa dinilai memiliki pemahaman lebih mendalam terkait kondisi sosial ekonomi masyarakat di wilayahnya.
“Validasi berbasis gampong sangat penting agar data lebih akurat dan transparan. Ini juga bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah,” sebutnya.
Manan berharap, melalui evaluasi desil yang terintegrasi dan berkelanjutan, seluruh program bantuan sosial dan intervensi ekonomi Pemerintah Aceh dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, serta mampu menekan angka kemiskinan secara signifikan. (Suryadi)










