KABAR BIREUEN- Sehubungan dengan datangnya pengungsi kaum muslimin Rohingya ke Aceh Utara beberapa waktu yang lalu, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Bireuen, Herri Saifuddin, mengharapkan semua pihak perlu memperhatikan beberapa hal.

Sebagaimana disebutkan dalam rilis yang diterima Kabar Bireuen, Sabtu (27/6/2020), di video yang beredar terlihat masyarakat Aceh, terutama yang berada di Aceh Utara telah menunjukkan solidaritas yang tinggi dengan menyelamatkan sebanyak 95 orang pengungsi kaum muslimin Rohingya yang sebelumnya telah ditolak di berbagai negara, termasuk Malaysia.

Dikatakannya, kaum muslimin Rohingya merupakan salah satu bangsa yang paling menderita saat ini. Banyak masyarakat tidak mengetahui kondisi terkini disana akibat Tertutupnya informasi mengenai penderitaan merey akibat kekejaman yang dilakukan Pemerintah Myanmar.

“Tuduhan beberapa orang yang tidak bertanggung jawab kepada kaum muslimin Rohingya seperti suka membuat keributan dan sengaja merusak perahu agar ditolong merupakan tuduhan keji yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Menurut Herri, sebagian besar pengungsi merupakan orang tua, wanita dan anak-anak, sehingga sangat mustahil mereka mempertaruhkan nyawa untuk mengarungi lautan dan meninggalkan harta benda di kampung halamannya kalau tidak terjadi sesuatu yang bisa membahayakan jiwa mereka.

“Kaum muslimin Rohingya selama di Myanmar tidak diakui sebagai warga negara, sehingga mereka tidak mendapat pendidikan seperti yang kita rasakan. Dengan demikian apabila ada kejadian yang tidak diinginkan di tempat pengungsian, sebagai masyarakat kita harus memaklumi sambil dicarikan solusinya,” sebutnya.

Dijelaskan Herri, pengalaman beberapa tahun yang lalu ketika ada pengungsi Rohingya di Kabupaten Bireuen, setelah beberapa bulan terus menerus tinggal di pengungsian biasanya akan timbul konflik. Baik dengan sesama pengungsi maupun dengan masyarakat sekitar. Tinggal terkurung terlalu lama di satu tempat bisa menyebabkan stress.

Masyarakat Aceh Utara telah menyelamatkan kaum muslimin Rohingya dengan menarik Perahu mereka sampai ke darat. Maka saat ini, untuk membantu pengungsi Rohingya dan meringankan beban masyarakat sekitar yang telah lebih dulu membantu. Maka seluruh masyarakat dimanapun berada diharapkan untuk memberikan bantuan, baik berupa sandang maupun pangan.

“Semoga jiwa solidaritas dan tulus menolong tetap ada pada masyarakat Aceh, walau apapun yang terjadi dan semoga Allah SWT membalas semua amalan kebaikan yang diberikan,” pungkasnya.(REL)