KABAR BIREUEN-Kepala Sekolah Pengerak SMPN 1 Bireuen, Ibrahim Harun, SPd., MSM, dengan resmi menutup kegiatan pelatihan Program Anti Perundungan/Bullying bagi siswa atau Program Roots Indonesia 2021.
Penutupan kegiatan tersebut berlangsung di sekolah setempat, Senin (1/11/2021) dirangkai dengan kegiatan Roots Day SMP Negeri 1 Bireuen dan Roots Perundungan.
Ibrahim Harun mengatakan, ada 30 siswa yang ditetapkan sebagai agen Perubahan SMPN 1 Bireuen, bertujuan untuk mencegah perundungan bisa fisik maupun non fisik dilingkungan sekolah.
Selama mengikuti pelatihan Program Anti Perundungan ini, ke 30 siswa tersebut dibimbing oleh dua orang guru, yaitu Darajatul Ulya,S.Pd. (Guru mapel Bahasa Inggris) dan Sri Nurhayati,S.Pd. (Guru Bimbingan Konseling).
“Kedua guru tersebut terlebih dahulu telah mengikuti pelatihan selama sebulan lebih yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Riset (Kemendikbudristek) melalui Online,” jelasnya.
Dengan adanya kegiatan pelatihan program Anti Perundungan/bullying ini, harapan kami ke depan bisa menjadikan SMP 1 Bireuen yang bermutu, berprestasi hebat dan memiliki karakter yang kuat.
Sehingga siswa-siswi yang mengenyam pendidikan di SMP negeri 1 Bireuen ini, tidak merasa terkukung dan tertekan dan bisa berpikir kratif dan berinovasi dan bisa mengikuti pembelajaran yang menyenangkan, karena tidak ada kegiatan bully yang dilakukan kawan-kawannya.
“Selain itu, kehadiran agen perubahan tersebut diharapkan dapat membentuk suasana baru dilingkungan sekolah, membentuk kader karakter terbaik, dapat dijadikan penyemangat edukasi bagi teman sebaya untuk menggiatkan anti perundungan dan yes persahabatan,” ujar Kepsek SMPN 1 Bireuen ini.
Sementara itu guru pembimbing kegiatan,
Darajatul Ulya.S.Pd, didamping Sri Nurhayati.S.Pd, menjelaskan, kegiatan pelatihan bagi agen perubahan dilakukan selama 10 kali pertemuan dengan materi berbeda setiap pertemuan.
Disebutkan, materi yang diberikan, antara lain gambaran perilaku bullying, belajar mengenai kepercayaan diri, cara berkomunikasi dan kepemimpinan, hubungan sehat dan masalah bullying dan sudut pandang laki-laki dan perempuan.
Kemudian, kartu perilaku positif, membuat perubahan perilaku secara positif. Kesepakantan akan dan tidak akan dalam bentuk poster, role playing lingkarang bullying.
“Mendesain media apa saja untuk mengkampanyekan perilaku positif. Roots day dan Membuat rencana tindak lanjut,” ujar Darajatul Ulya.
Sry Nurhayati menambahkan, tujuan Roots day adalah mensosialisasikan apa yang dimaksud dengan roots perundungan, kegiatannya yang lain salah satunya menanda tangani spanduk deklarasi anti perundungan.
Dengan adanya kegiatan Roots Day ini, pihak sekolah berharap, perilaku bullying yang ada di SMP Negeri 1 Bireuen dapat berkurang dan kegiatan ini tidak harus berhenti begitu saja, tetapi akan dilaksanakan pada 1 semester kedepan.
Kemudian, Roots Day SMP Negeri 1 Bireuen Roots Perundungan kegiatan yang berkolaborasi, bertujuan untuk menyamakan pemahaman tentang pencegahan dan penanganan perundungan.
“Selain itu untuk meminimalkan perundangan dan tindak kekerasan yang terjadi di sekolah,” kata Guru Bimbingan Konseling sekolah penggerak SMPN 1 Bireuen ini. (Herman Suesilo).












