Selasa, 13 Januari 2026

Pasca Banjir Bank Aceh Pacu Normalisasi Layanan di Lhokseumawe dan Aceh Timur

KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Komitmen Bank Aceh Syariah (BAS) untuk selalu hadir melayani masyarakat, terutama di masa sulit, kembali dibuktikan. Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, bersama tim, melakukan kunjungan kerja maraton ke kantor-kantor yang terdampak parah oleh musibah banjir yang melanda wilayah Lhokseumawe, Aceh Utara dan Aceh Timur beberapa waktu lalu.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya percepatan dan penormalan kegiatan operasional bank, khususnya di daerah yang menjadi simpul ekonomi. Fokus utama kunjungan adalah Kantor Cabang (KC) Lhokseumawe, KC Samudera Lhokseumawe, dan KC Idi di Aceh Timur.

Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan manifestasi dari prinsip service excellence dan kepedulian Bank Aceh terhadap nasabah.

“Kami tidak ingin musibah ini berlama-lama mengganggu akses masyarakat terhadap layanan perbankan. Ekonomi rakyat harus segera bangkit, dan Bank Aceh berkomitmen menjadi pendorong utama pemulihan itu,” ujar Fadhil Ilyas pada Selasa (02/12).

Di KCP Lhoksukon di bawah koordinasi KC Samudera Lhokseumawe dan KCP Sampoiniet yang berada di bawah koordinasi KC Lhokseumawe, tim menemukan beberapa kendala teknis dan kerusakan minor pada infrastruktur.

Namun, berkat kesiapan tim tanggap darurat Bank Aceh, perbaikan telah berjalan dengan sangat cepat yang terdiri dari pemulihan infrastruktur jaringan, tim teknis bekerja 24 jam untuk memastikan sistem jaringan dan koneksi internet kembali stabil, untuk transaksi real-time dan operasional ATM.

Selanjutnya Bank memastikan seluruh nasabah dapat mengakses dana mereka, baik melalui ATM dan aplikasi Mobile Banking Action Bank Aceh maupun melalui layanan terbatas di kantor-kantor yang telah dinormalisasi.

Dalam keterangannya, Fadhil Ilyas menekankan bahwa di tengah kondisi darurat bencana, Bank Aceh memiliki tanggung jawab sebagai institusi perbankan daerah yang harus menjamin akses layanan keuangan masyarakat tetap berjalan.

“Kami tidak hanya fokus pada pemulihan gedung dan sistem. Prioritas utama kami adalah bagaimana masyarakat dapat segera kembali bertransaksi dengan nyaman, dan bagaimana karyawan kami yang terdampak dapat segera bangkit,” ujar Fadhil.

Kunjungan Dirut dan tim langsung menghasilkan keputusan cepat dan strategis untuk mempercepat pemulihan operasional yaitu Akselerasi Pembersihan dan Perbaikan. Tim teknis segera dikerahkan untuk melakukan pembersihan menyeluruh dan perbaikan minor pada kantor yang kerusakannya tidak terlalu parah, seperti pada beberapa bagian di KC Idi. Prioritas Pemulihan jaringan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) menjadi fokus utama agar kebutuhan mendesak masyarakat untuk menarik tunai dapat terpenuhi.

Inisiatif proaktif yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama ini menggarisbawahi kepedulian Bank Aceh yang luar biasa terhadap pelayanan publik, bahkan di masa darurat bencana. Bank Aceh membuktikan diri bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam upaya tanggap dan pemulihan bencana.

Dengan langkah-langkah cepat ini, Bank Aceh menargetkan seluruh kegiatan operasional di Kantor Cabang yang terdampak langsung banjir dapat kembali normal. (Red) 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Bantuan Bencana Masih Menumpuk di Gudang, Dewan Bireuen Minta BPBD Percepat Distribusi

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan sejumlah anggota DPRK Bireuen ke gudang logistik Pemerintah Kabupaten Bireuen, mengungkap fakta mengejutkan. Ternyata, bantuan...

Mengabdi di Pedalaman Aceh, Empat Mahasiswa UNIKI Jadi Relawan Pendidikan Yayasan Sukma Bangsa

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Komitmen generasi muda dalam memajukan pendidikan di daerah terpencil kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen. Sebanyak...

Galang Dana Secara Mandiri, SMPN 5 Juli Serahkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk Siswa Korban...

0
KABAR BIREUEN, Juli-Sebanyak 21 orang siswa siswi SMP Negeri 5 Juli dari Desa Simpang Jaya, Simpang Mulia, Alue Limeng, Salah Sirong dan Bivak yang...

Tembus Medan Ekstrem, Tim Medis PPNI RSU BMC dan Dompet Dhuafa Aceh Layani Korban...

0
KABAR BIREUEN, Juli - Di tengah medan yang sulit dan risiko perjalanan tinggi, DPK PPNI RSU BMC bersama Dompet Dhuafa Aceh tetap menunjukkan komitmen...

Anggaran TKD Aceh Rp1,7 Triliun Tak Jadi Dipotong, Wagub Apresiasi Keputusan Presiden

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh — Pemerintah Aceh memastikan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) Tahun 2026 senilai Rp1,7 triliun kembali utuh setelah sebelumnya sempat dipangkas...

KABAR POPULER

Bantuan Bencana Masih Menumpuk di Gudang, Dewan Bireuen Minta BPBD Percepat Distribusi

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan sejumlah anggota DPRK Bireuen ke gudang logistik Pemerintah Kabupaten Bireuen, mengungkap fakta mengejutkan. Ternyata, bantuan...

Galang Dana Secara Mandiri, SMPN 5 Juli Serahkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk Siswa Korban...

0
KABAR BIREUEN, Juli-Sebanyak 21 orang siswa siswi SMP Negeri 5 Juli dari Desa Simpang Jaya, Simpang Mulia, Alue Limeng, Salah Sirong dan Bivak yang...

Mengabdi di Pedalaman Aceh, Empat Mahasiswa UNIKI Jadi Relawan Pendidikan Yayasan Sukma Bangsa

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Komitmen generasi muda dalam memajukan pendidikan di daerah terpencil kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen. Sebanyak...

Tembus Medan Ekstrem, Tim Medis PPNI RSU BMC dan Dompet Dhuafa Aceh Layani Korban...

0
KABAR BIREUEN, Juli - Di tengah medan yang sulit dan risiko perjalanan tinggi, DPK PPNI RSU BMC bersama Dompet Dhuafa Aceh tetap menunjukkan komitmen...

Anggaran TKD Aceh Rp1,7 Triliun Tak Jadi Dipotong, Wagub Apresiasi Keputusan Presiden

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh — Pemerintah Aceh memastikan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) Tahun 2026 senilai Rp1,7 triliun kembali utuh setelah sebelumnya sempat dipangkas...