KABAR BIREUEN-Gubernur Aceh diwakili Kepala Dinas Pendidikan Aceh secara resmi membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) ke- 2 Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Aceh.

Prosesi kegiatan pembukaan dengan menerapkan Protokol Kesehatan, berlangsung di Aula lama Sekdakab Bireuen, Sabtu (20/3/2021).

Pembukaan kegiatan ditandai dengan penyerahan secara simbolis Jurnal IGI Aceh, oleh Ketua IGI Aceh, Drs Imran kepada Gubernur Aceh dalam hal ini diwakili Kepala Dinas Pendidikan Aceh Drs, Alhudi M.M. didamping Ketua IGI Kabupaten Bireuen, Hamdani S.Pd, M.Pd dan Pimpinan Redaksi Jurnal IGI Aceh, Mukhlis, S. Pd,M.Pd.

Pada kesempatan itu, Kadis Pendidikan Aceh, Drs Alhudri M.M,
membacakan sambutan tertulis Gubernur Aceh Ir H Nova Iriansyah MT.

Dalam sambutannya, diharapkan Muswil ini akan dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan peran dan partisipasi IGI dalam rangka mencerdaskan anak bangsa.

Disebutkan, Keberadaan IGI Wilayah Aceh telah banyak memberi kontribusi dalam pembangunan Pendidikan Aceh, terutama dalam meningkatkan kompetensi anggotanya.

“Kita harapkan akan dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh sebagaimana tujuan utama didirikan organisasi ini, ” katanya.

Terlebih lagi komitmen ini telah dituangkan dalam Visi dan Misi Pemerintah Aceh dan dilaksanakan melalui Program Unggulan “Aceh Carong”.

Program Unggulan ini bertujuan menjadikan anak-anak Aceh yang cerdas, mampu bersaing dan siap menghadapi dunia kerja serta mampu mengukir prestasi di tingkat nasional, regional dan global melalui pendidikan yang berkualitas.

Kalau dicermati secara detail, bahwa visi, misi dan tujuan didirikan organisasi Ikatan Guru Indonesia ini juga sangat sejalan, sinergi dan seiring dengan Visi & Misi Pemerintah Aceh melalui Program Unggulan Aceh Carong tersebut.

Sehingga tidaklah beriebihan apabila terwujudnya kolaborasi yang baik antara Pemerintah dan Ikatan Guru Indonesia ini akan mampu mempercepat tercapainya tujuan.

Pandemi ini juga telah merubah berbagai kebiasaan masyarakat. Dimana Pandemi COVID-19 ini tidak saja mempengaruhi aspek kesehatan, tetapi juga aspek sosial dan ekonomi, termasuk sektor pendidikan.

“Oleh karena itu, kita dituntut juga untuk terus mengembangkan kompetensi diri agar mampu ber-inovasi dan berkreasi dalam rangka mencapai visi, misi dan tujuan kita bersama,” paparnya.

Sebagai contoh kecil, perubahan pola belajar mengajar yang dulunya secara tatap muka atau luring, dalam masa Pandemi COVID-19 para pendidik dituntut untuk mengajar secara daring atau online.

Hal ini telah memaksa kita agar mampu dan mahir menggunakan teknologi sebagai media pembelajaran dengan menyiapkan materi yang relevan dan menarik sesuai keadaan dengan berbagai aplikasi yang ada.

Melalui motto “Sharing and Growing Together” saya yakin Ikatan Guru Indonesia akan menjadi komunitas yang tepat bagi siapa saja yang concern pada pentingnya memajukan dunia pendidikan di tanah air.

“Kita harapkan, Aceh akan mampu melahirkan generasi muda yang cakap, religius, kreatif, inovatif, pekerja keras, berdaya saing tinggi, serta memiliki karakter ke-Aceh-an yang kental,” harapnya.

Dia mengajak semuanya untuk manfaatkan momentum Muswil IGI yang Ke-2 int secara maksimal untuk menyongsong periode pengurusan berikutnya yang dapat bekerja lebih baik dengan prinsip sebagaimana saya sampaikan tadi yaitu “Sharing and Growing Together”.

Di tempat terpisah Ketua pelaksana kegiatan Feri Irawan M.Pd, menjelaskan, kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu (20-21/3/2021).

Dengan agenda kegiatan, yaitu Bimbingan Organisasi, Rapat Sidang Muswil, Penetapan hasil. Muswil dan Workshop Literasi Digital, kegiatan tetap mengikuti protap protokol kesehatan. (Herman Suesilo).