KABAR BIREUEN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen dari Fraksi Partai Aceh (PA), Yufaidir SE mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Bireuen, Jumat (4/12/2020)

Kunjungan tersebut bertepatan dengan Milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ke 44, yang diperingati setiap 4 Desember. Pada kesempatan itu Yufaidir menyerahkan 460 bungkus kuliner berupa mie aceh dan dua bola voli untuk warga binaan di Lapas Kelas ll B Bireuen.

Namun karena masih dalam pengaruh pandemi Covid-19, maka kuliner dan bola voli itu dititipkan kepada petugas di pintu utama Lapas setempat.

Anggota DPRK Bireuen, Yufaidir SE yang juga dikenal Faidir Bintara kepada wartawan, mengatakan mengantarkan kuliner dan bola voli untuk warga binaan di Lapas Bireuen itu sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

“Pada hari ini (4 desember) adalah hari mulia dan istimewa bagi kami. Maka pada momentum ini, kami ingin bagi dengan saudara saudara yang ada di dalam lapas. Bantuan ini jangan dari bentuknya,” sebut politikus PA ini.

Peringatan HUT atau Milad GAM ke – 44, Jumat 4 Desember 2020 di Kabupaten Bireuen juga berlangsung serangkaian kegiatan lainnya.

Di Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh (PA), di Desa Bireuen Meunasah Blang, Kecamatan Kota Juang, berlangsung acara zikir dan doa bersama. Pada kesempatan tersebut juga disantuni anak yatim.

Hadir dalam acara itu, mantan Panglima GAM Wilayah Batee Iliek/Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh Kabupaten Bireuen, Tgk Darwis Djeunieb, ketua DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar SSos, Anggota DPR Aceh, Khalili SH dan sejumlah tokoh lainnya.

Tgk Darwis Djeunieb kepada wartawan mengatakan, pada acara milad GAM Tahun 2020 ini dilakukan doa bersama kepada para syuhada. Selain itu, Tgk. Darwis Djeunieb mengajak masyarakat Bireuen agar dapat merawat perdamaian.

“Kepada mantan Kombatan GAM dan masyarakat Bireuen saya mengajak untuk sama sama kita rawat perdamaian ini. Tentang MoU Hilsinky juga terus kita perjuangkan sehingga akan terealisasi dengan sempurna,” ujar Darwis Djeunieb.

Selain di Kantor DPW Partai Aceh, acara memperingati milad GAM juga digelar di Gampong (desa) Paloh Dama, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen.

Di tempat itu Komite Peralihan Aceh (KPA) Daerah IV Wilayah Batee Iliek menyantuni 100 anak yatim dan 20 janda korban konflik.

Ketua Panitia Milad GAM Daerah IV (Kecamatan Makmur, Gandapura, Kutablang, Peusangan Siblah Krueng), Samsul Admi alias Mentri KPA kepada wartawan menjelaskan santunan anak yatim dan janda korban konflik rutin dilakukan lima kali dalam setahun.

“Setiap hari meugang, peringatan damai Aceh (setiap 15 Agustus) dan pada milad GAM. Walaupun nilainya tidak besar, namun ini sudah menjadi kegiatan rutin kami jajaran KPA menyantuni anak yatim dan janda korban konflik,” sebut Samsul Admi didampingi, Mahdi Cobra.

Sementara mantan Panglima Muda Daerah III Wilayah Batee Iliek, Sufri Daud alias Boing dalam orasinya menegaskan bahwa mantan kombatan GAM atau KPA masih solid.

“Kami KPA sampai saat ini masih solid. Jadi jangan ada pihak pihak yang berupaya memecahbelahkan KPA dengan iming iming jabatan dan uang,” pinta Boing.

Selanjutnya Boing berharap, Pemerintah Pusat supaya merealisasi butir butir MoU Helsinki.

“Jangan sampai Aceh dikhianati. Kami harap Pemerintah Pusat dapat menepati janjinya sesuai perjanjian damai Helsinki,” pungkas Boing.

Amatan Kabar Bireuen, milad GAM di lokasi itu terlihat hadir Kapolres Bireuen, AKBP Taufik Hidayat, Dandim 0111/Bireuen, Letkol Zainal Abidin Rambe. (Rizanur)