KABAR BIREUEN – Empat mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Hubungan Internasional (HI), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Bireuen, terpilih sebagai presenter konferensi internasional yang diselenggarakan di Bali, Kamis dan Jumat (10-11/6/2021).

Kabag Humas Umuslim, Zulkifli, M.Kom, menjelaskan, kempat mahasiswa tersebut yaitu Lusi Aryana (beralamat di Sigli, Pidie), Reza Alfarisi (beralamat di Pante Gajah,Kecamatan Peusangan), Alif Landani (beralamat di Geudong-Geudong, Kecamatan Kota Juang), dan Mukramati (beralamat di Kecamatan Jangka).

Keempat mereka adalah mahasiswa Prodi Hubungan Internasional Umuslim dan masih duduk di semester II dan IV.

“Mereka terpilih sebagai presenter dalam konferensi internasional yang disupport oleh Ford Foundation, School of Government and Public Policy Indonesia, dan Universitas Warmadewa, Bali,” ungkap Zulkifli, Senin (14/6/2021).

Menurut Zulkifli terpilihnya keempat mahasiswa Umuslim tersebut sebagai presenter, setelah melewati seleksi abstrak yang mereka kirim secara online. Kemudian, abstrak yang masuk ke panitia yang berasal dari berbagai negara diseleksi oleh panitia.

Abstrak mereka bersaing dengan sejumlah peserta dari berbagai negara. Hasil seleksinya, ternyata karya mereka lolos dan keempat mahasiswa Umuslim tersebut berkesempatan menjadi presenter dalam konferensi Global Social Justice Conference (GSJC) 2021 di Bali.

Konferensi tersebut berlangsung secara online dan offline. Namun, keempat mahasiswa Umuslim ini memilih mengikutinya secara online.

Sebenarnya, sebut Zulkifli, keempat mereka diundang ke Bali untuk mengikuti konferensi itu secara offline. Namun, mengingat berbagai hal, seperti kondisi pandemi Covid-19, maka mereka memilih mengikutinya secara online.

Adapun tema yang diangkat peserta dari Umuslim dalam konferensi ini, untuk kelompok pertama yang diketuai Lusi Aryana, membahas tentang “The Impact of The Myanmar Military Coup on The Opportunity To Relocate Foreign Industry In Myanmar To Other ASEAN Countries”. Sementara kelompok kedua yang diketuai Mukramati, membahas tentang “The Role of China and United State as a ‘Balance of Power’ in Asia Pacific”.

Menurut Lusi Aryana, konferensi ini sangat menyenangkan. Apalagi, pesertanya berasal dari berbagai profesi (dosen, mahasiswa, aktivis dan peneliti) yang berasal dari berbagai negara. Di antaranya, dari Vietnam, India, Kolombia, Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa.

“Melalui konferensi ini, bisa menambah pengalaman dan koneksi dengan rekan-rekan dari seluruh dunia,“ ujar Lusi saat ditanya terkait kesannya mengikuti konferensi tersebut.

Risky Novialdi,S.IP.,M.HI, selaku pembimbing mahasiswa peserta konferensi internasional itu, menyatakan, pihaknya terus berusaha membimbing mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Khususnya, Prodi Hubungan Internasional, agar mampu tampil pada berbagai kegiatan internasional, baik dalam menghasilkan karya ilmiah maupun pada event konferensi lainnya.

“Sehingga, nantinya mahasiswa Prodi Hubungan Internasional Umuslim bisa sejajar kualitasnya dengan Prodi Hubungan Internasional dari berbagai kampus, baik di Indonesia maupun luar negeri,” harap Risky Novialdi. (Rel)