Kurang Ruang Belajar, Murid MIN 21 Bireuen Belajar di Mushalla, Gudang dan Kantin Sekolah

KABAR BIREUEN – Sejak tahun 2016 jumlah murid di MIN 21 Bireuen (dulu MIN Blang Bladeh) yang berlokasi di Desa Teupok Tunong, Kecamatan Jeumpa, meningkat tajam mencapai 415 orang.

Fasilitas ruang belajar yang tersedia hanya delapan lokal. Masih kekurangan empat ruang belajar. Karenanya, penambahan empat ruang belajar untuk MIN 21 Bireuen, sudah sangat mendesak.

Ketua Komite MIN 21 Bireuen, Tgk Marzuki, dalam keterangannya kepada Kabar Bireuen, Senin (2/4/2018), mengatakan, penerimaan murid baru di MIN 21 Bireuen, setiap tahunnya meningkat tajam sejak tahun 2016. Akibatnya, mengalami kekurangan ruang belajar. Kendati kekurangan lokal belajar, pihak sekolah tidak pernah menolak penerimaan murid baru.

Mengatasi hal tersebut, Kepala MIN 21 Bireuen, Sardani, S.Pd bersama Ketua Komite Sekolah, Tgk Marzuki, telah mengambil sebuah kebijakan sebagai solusinya. Dengan memanfaatkan mushalla, gudang dan kantin sekolah untuk ruang belajar, agar kegiatan belajar mengajar di MIN 21 Bireuen berjalan lancar.

Menurut Tgk Marzuki, penerapan belajar sore bagi murid kelas-IV dan V yang masih belajar di mushalla, gudang dan kantin sekolah, tidak memungkinkan. Sebab, mereka yang berasal dari kampung-kampung ada kegiatan mengaji sore hari di balai pengajian kampung masing-masing.

“Saya yang mewakili wali murid MIN 21 Bireuen, sangat berharap kepada Kakan Kemenag Bireuen, agar segera memprioritaskan pembangunan empat ruang belajar. Dengan begitu, kegiatan belajar mengajar di MIN 21 Bireuen dapat berlangsung nyaman, ketimbang belajar mengajar di gudang, mushalla dan kantin sekolah,” harap Tgk Marzuki.

Sementara Kepala MIN 21 Bireuen, Sardani, S.Pd dalam keterangannya kepada Kabar Bireuen, mengatakan, kendati kekurangan ruang belajar, pihaknya tidak boleh menolak penerimaan murid baru.

“Kalau kami menolaknya, akan menimbuilkan efek kurang baik dengan masyarakat lingkungan sekolah yang ingin mendaftarkan putra putri mereka di MIN 21 Bireuen,” jelas Sardani.

Kakan Kemenag Kabupaten Bireuen, Drs H Zulkifli Idris, M.Pd, yang dikonfirmasi Kabar Bireuen di ruang kerjanya, Senin (2/4/2018), membenarkan, tidak hanya MIN 21 Bireuen yang mengalami kekurangan ruang belajar. Hampir 70 persen Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah di Kabupaten Bireuen, juga mengalami hal yang sama.

“Kami sudah mengusulkan ke Kanwil Kemenag Aceh, soal kekurangan ruang belajar di madrasah-madrasah dalam Kabupaten Birteuen. Namun, hingga tahun 2018 ini belum ada realisasinya,” ungkap Zulkifli.

Dia mengatakan, jajaran Kemenag Bireuen saat ini memilki 55 unit MIN, 3 MIS, 11 MTsN, 24 MTsS, 7 MAN dan 19 MAS. Tiap jenjang madrasah, rata-rata mengalami kekurangan tiga ruang belajar. Menurutnya, penerimaan murid baru tiap jenjang madrasah tahun pelajaran 2018, diperkirakan akan membludak.

Karena itu, masyarakat Kabupaten Bireuen sangat berharap kepada Kementerian Agama, agar memberikan perhatian serius untuk mengatasi persoalan tersebut. Dengan membangun ruang belajar, untuk menunjang pendidikan Agama di Kabupaten Bireuen. (Abu Iskandar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Sebelum Masuk PDDikti, UNIKI Perketat Validasi Data Mahasiswa Baru

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) memperketat validasi data mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 untuk memastikan seluruh data yang tercatat dalam...

Semakin Dipercaya Masyarakat, Nasabah BSI Region Aceh Naik 31,76 Persen

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Kinerja PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Regional Aceh menunjukkan pertumbuhan positif.  Hingga Juli 2026, jumlah nasabah di...

Pidie Jadi Pilot Project, 95 Hektare Sawah Rusak Berat Ditargetkan Rampung 30 Hari

0
KABAR BIREUEN, Pidie — Penanganan dampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie terkait sawah rusak berat menunjukkan progres sigap dan terukur. Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Ikuti Munas PEPSILI 2026 di IPB, Umuslim Perkuat Jejaring Ilmu Lingkungan

0
KABAR BIREUEN, Bogor – Program Studi Ilmu Lingkungan dan Magister Pemberdayaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL) Universitas Almuslim (Umuslim) memperkuat jejaring akademik dan kolaborasi...

Polres Bireuen Santuni Anak Yatim pada Peringatan Maulid, Tausiah Disampaikan Abiya Jeunieb

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Polres Bireuen memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi dengan menggelar tausiah agama serta memberikan santunan kepada anak yatim dan santri. Kegiatan...

KABAR POPULER

Pemkab Bireuen Gelar Apel Kebangsaan, Satukan Semua Elemen Masyarakat

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bireuen, melaksanakan Apel Kebangsaan Indonesia Damai Kabupaten Bireuen 2026. Kegiatan...

Polres Bireuen Santuni Anak Yatim pada Peringatan Maulid, Tausiah Disampaikan Abiya Jeunieb

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Polres Bireuen memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi dengan menggelar tausiah agama serta memberikan santunan kepada anak yatim dan santri. Kegiatan...

Tolak Di-RJ-kan dengan Anderson, Ilham Sakubat Minta Proses Hukum Dilanjutkan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Upaya penyelesaian perkara melalui mekanisme Restorative Justice (RJ) dalam kasus dugaan penghinaan terhadap wartawan antara korban, M Ilham bin Sakubat,...

Pidie Jadi Pilot Project, 95 Hektare Sawah Rusak Berat Ditargetkan Rampung 30 Hari

0
KABAR BIREUEN, Pidie — Penanganan dampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie terkait sawah rusak berat menunjukkan progres sigap dan terukur. Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

83 Sumur Minyak Masyarakat di Bireuen Diverifikasi, Bupati Mukhlis Dorong Legalitas Tanpa Matikan Ekonomi...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Sebanyak 83 sumur minyak masyarakat di Kabupaten Bireuen mulai diverifikasi secara faktual oleh Pemerintah Kabupaten Bireuen bersama Badan Pengelola Migas...