KABAR BIREUEN – Pemerintah India menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kerjasama bidang pendidikan dengan Universitas Almuslim (Umuslim) Kabupaten Bireuen.

Hal itu dikatakan Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia dan Timor Leste, Pradeep Kumar Rawat, Rabu (7/8/2019) dalam pertemuan singkat dengan Rektor dan civitas akademika Umuslim, di Ruang Rapat Gedung AAC Ampon Chiek Peusangan, Matangglumpangdua.

Menurut Pradeep Kumar Rawat yang berbicara dalam bahasa Inggris, kemudian diterjemahkan ke bahasa Indonesia, bahwa ada universitas swasta di India sedang menjajaki untuk melakukan kerjasama dengan universitas di Indonesia.

“Mereka (universitas di India) yang melakukan pendekatan dengan Dubes India untuk Indonesia, agar dapat menghubungkan dengan universitas-universitas di Indonesia, seperti Universitas Almuslim ini,” ungkap Dubes India yang didampingi Konsulat Jendral India di Medan.

Tambahnya lagi, Pemerintah India banyak menawarkan program pendidikan dan pelatihan gratis bagi akademisi, pegawai negeri. Dan disarankan kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk memanfaatkan program tersebut.

“Di India, program pelatihan banyak dimanfaatkan oleh pegawai pemerintah dan akademisi. Karena semua biayanya gratis,” imbuh pejabat India ini.

Selain itu, papar Pradeep lagi, biaya pendidikan dan biaya untuk kebutuhan hidup di India sangat murah. “Demikian juga masalah makanannya, antara Aceh dan India banyak kesamaan,” urainya.

Ia juga memastikan, program pertukaran mahasiswa antara Umuslim dengan universitas di India akan segera dilaksanakan.

Pada kesempatan itu, Pradeep menyampaikan penghargaan kepada Umuslim yang telah menyambut kehadirannya di Kabupaten Bireuen. Meskipun menempuh perjalanan darat dari Banda Aceh terasa melelahkan, namun rasa lelah itu terbayar dengan menikmati pemandangan alam sepanjang perjalanan.

“Berjalan jauh dari Banda Aceh ke Bireuen seperti saya melakukan perjalanan di India,” ungkapnya senang.

Menurutnya lagi, kehadirannya di Umuslim, untuk memenuhi janjinya dengan Rektor Umuslim Dr H Amiruddin Idris SE MSi beberapa waktu lalu. “Saya pernah menjanjikan untuk mengunjungi Universitas Almuslim. Hari ini sudah saya penuhi janjinya walaupun hanya sebentar,” pungkasnya.

Sebelumnya, Rektor Umuslim, Dr H Amiruddin Idris, SE MSi dalam sambutan singkatnya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Dubes India untuk Indonesia dan Timor Leste dan Konjen India di Medan yang telah mengunjungi Umuslim.

Pada kesempatan tersebut Rektor Umuslim memperkenalkan secara singkat tentang perguruan tinggi yang dipimpinnya itu.

Amiruddin Idris yang didampingi Pembina dan Ketua Yayasan Almuslim Peusangan mengungkapkan, bahwa Umuslim memiliki 6 orang dosen yang merupakan lulusan universitas di India. “Bahkan ada dosen yang menyelesaikan program doktoral di universitas di India,” ungkapnya.

Rektor yang juga penulis buku “Bireuen sebagai Segitiga Emas Ekonomi Aceh” ini kepada Dubes India menyampaikan, bahwa ide Konektivitas Pengembangan Ekonomi tiga negara, Indonesia – India – Myanmar lahir di Umuslim.

“Dan mendapat sambutan Presiden Joko Widodo. Kemudian ditindaklanjuti oleh Kementerian Luar Negeri dan seorang dosen Umuslim, Teuku Cut Mahmud Azis bersama Dr Ichsan, dosen Unimal terlibat langsung dalam penelitian program tersebut,” papar suami Hj Nurjani Arahman ini.

Pada acara tersebut hadir, Anggota Komisi X DPR RI, Drs H Anwar Idris, Ketua Yayasan Almuslim Peusangan, H Yusri Abdullah. Kemudian, Kadis Dikbudpora Bireuen, Drs M Nasir, MPd yang mewakili Bupati Bireuen.

Drs Nurdin Abdulrahman, Bupati Bireuen periode 2007-2012 yang saat ini menjabat sebagai Direktur Hubungan Internasional Umuslim juga hadir dan menyampaikan gagasannya dalam bahasa inggris tentang kerjasama bidang pendidikan.

Selain itu, sejumlah dosen dan mahasiswa Prodi Hubungan Internasional juga hadir, serta berkesempatan berbicara langsung dengan Dubes. (Rizanur)

BAGIKAN