KABAR BIREUEN– Pihak Imigrasi Lhokseumawe, The International Organization for Migration (IOM) perwakilan Medan serta perwakilan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) mendatangi lokasi penanpungan para pengungsi Etnis Rohingya, di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Bireuen, Sabtu (21/4/2018) sore.
Kedatangan mereka disambut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bireuen Drs Murdani, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen, Muhammad Nasir SP, MSM serta Kepala SKB, Usman Abdullah.
Mereka bertemu langsung para imigran muslim Rohingya tersebut dan meilhat kondisnyanya, termasuk pengungsi yang sakit dan sedang menjalani perawatan media.
Plh Kepala Imigrasi Lhokseumawe, Yahya Anshari kepada wartawan menyebutkan, sebelumnya pada Jumat (20/4/2018) kemarin, pihaknya menerima laporan ada boat yang mendarat di Pantai Kuala Raja, Bireuen.
Menerima, laporan tersebut, beberapa stafnya kemudiannya meluncur ke Bireuen untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap penumpang boat yang kemudian diketahui merupakan warga Etnis Muslim Rohingya.
“Hasil pemeriksaan, tidak temukan indentitas diri maupun dokumen perjalanan dari puluhan warga Rohingya tersebut. Asumsi awal, mereka terdampar. Karena kita belum tanyai lebih lanjut, sebab kesulitan memahami bahasa mereka. Sebab Cuma satu oarang yang bisa berbahasa Melayu,” ungkap Yahya.
Pendataan yang mereka lakukan, katanya, terdapat 79 orang imigran ilegal yang masuk wilayah Aceh. Kemudian mereka diambil foto serta diberi nama sementara.
“Untuk sementara ini, warga Rohingya itu ditampung di SKB, karena tempat ini layak , fasilitasnya memadai dan cukup luas untuk menampung ke 79 orang tersebut,” katanya.
Hadir dalam assesment langsung ke lokasi penampungan tersebut Kasi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Kantor Imigrasi Lhokseumawe, Kharisma serta Kasubdidlantaskim, Bayu.
Sementara dari IOM Perwakilan Medan, diketuai Haryati, bersama rombongan lainnya yaitu TKetua Rafki, Riski Said dan Mas’ud selaku penterjemah. Sedangkan dari UNHCR diwakili Ardi Sofinar.
Terkait langkah dan penanganan lebih lanjut, ketiga pihak tersebut melakukan berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Bireuen dan unsur Forkopimda di Pendopo Bupati Bireuen. (Ihkwati)











