H. Ruslan M. Daud (HRD) bersama Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis.

KABAR BIREUEN – Anggota DPR RI, H. Ruslan M Daud (HRD), mendorong Pemerintah Aceh untuk mempersiapkan langkah-langkah strategis menghadapi meugang, dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1441 H.

Menurut HRD, hal ini perlu dipersiapkan secara serius, mengingat kondisi pandemi corona (Covid-19) yang diprediksi masih akan tetap berlangsung selama beberapa bulan ke depan.

HRD menyampaikan, Pemerintah Aceh perlu mengeluarkan suatu aturan atau maklumat yang jelas bagi pemerintah kabupaten/kota dan masyarakat, terkait meugang yang akan segera datang di akhir bulan ini.

“Meugang merupakan momentum sakral dalam adat dan kehidupan masyarakat Aceh. Namun, tahun ini kita berada dalam keadaan sulit, karena pandemi corona semakin mencemaskan. Dalam kondisi ini, pemerintah perlu mengambil kebijakan khusus supaya meugang sebagai hari penting, tidak menjadi malapetaka bagi masyarakat kita,” begitu HRD mengingatkan, Minggu (12/4/2020) malam.

Menurut HRD, ada beberapa kondisi yang harus diantisipasi. Di antaranya, jumlah perantau yang pulang ke kampung halaman semakin banyak. Corona yang melumpuhkan ekonomi di berbagai kota dan negara, mengakibatkan banyak perantau asal Aceh yang harus balik kampung. Ditambah lagi dengan kondisi menyambut Ramadhan, budaya mudik sudah menjadi tradisi di dalam masyarakat kita.

“Nah, keramaian di hari meugang perlu diantisipasi dan dikontrol supaya tidak terkontaminasi oleh pemudik yang berasal dari daerah terjangkit. Dalam konteks ini menurutnya, pemerintah kabupaten/kota perlu menggerakkan dan mengoptimalkan peran pemerintahan desa sebagai garda terdepan dalam menangani pemudik,” ujar HRD.

Lebih lanjut, politisi PKB asal Bireuen ini menjelaskan, pemerintah pusat sudah mengeluarkan sejumlah kebijakan yang melarang mudik tahun 2020. Dalam hal ini, termasuk larangan tegas dari Presiden Jokowi yang meminta para aparatur sipil negara, personel TNI-Polri, serta pegawai BUMN untuk tidak mudik.

Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis, juga sudah menerbitkan Surat Telegram Nomor: ST/1083/IV/KEP./2020 tertanggal 3 April 2020 berisi larangan pulang kampung bagi seluruh anggota Polri dan PNS di lingkungan Polri. Begitu juga Menteri Perhubungan, sudah mengeluarkan peraturan khusus Nomor 18 Tahun 2020 yang di antaranya mengatur tentang pengendalian transportasi untuk kegiatan mudik tahun 2020.

“Nah, berbagai kebijakan dan peraturan yang diambil secara nasional tersebut, memiliki semangat yang sama, untuk membatasi interaksi fisik dan sosial dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19. Terutama, terkait mudik yang bisa menjadi medium penularan ke para masyarakat di desa,” jelas Anggota Komisi V DPR RI ini.

Di samping sejumlah peraturan tersebut, HRD juga menyebutkan, terdapat imbauan dan fatwa dari majelis ulama dan pemuka agama untuk tidak melaksanakan kegiatan keagamaan di rumah-rumah ibadah, guna menghindari kerumunan. Tujuannya sama, untuk meminimalisir peluang terjadinya penyebaran Covid-19.

“Jika untuk aktivitas yang sifatnya wajib saja sudah ditolerir dan diatur sedemikian rupa, saya yakin untuk urusan adat seperti meugang, Insya Allah masyarakat kita akan lebih rela untuk ’menunda’ dulu. Ini demi kepentingan dan kemaslahatan hidup orang banyak,” terang Bupati Bireuen masa bhakti 2012-2017 ini.

Terkait hal tersebut, HRD mengingatkan Pemerintah Aceh, untuk segera mengambil langkah cepat dan tepat, dalam rangka menghadapi meugang dan pemudik. Jika ada arahan yang jelas dari pemerintah, maka tidak menimbulkan dampak ekonomi yang lebih besar, seperti kerugian bagi penjual daging.

Supaya seragam dilakukan di seluruh daerah di Aceh, menurut HRD, maka arahannya harus datang dari pemerintah provinsi. Sehingga, tidak ada ‘kebijakan-kebijakan aneh’ yang dilakukan oleh bupati/wali kota. Misalnya, hanya melarang meugang di wilayah kota, tapi di desa tidak diatur.

“Makanya, kita harus bergerak dengan semangat yang sama, yaitu mencegah penyebaran virus corona. Masyarakat harus mematuhi dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan dari pemerintah. Tentunya, dengan tetap meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, supaya marabahaya ini segera berlalu,” ajak HRD. (Suryadi)

 

BAGIKAN