Sabtu, 16 Mei 2026

Fauziah, Petugas Kebersihan di Bireuen yang Ingin Jadi Anggota Dewan

KABAR BIREUEN – Tak dapat dipungkiri, menjadi seorang calon legislatif (caleg) membutuhkan modal besar. Tentunya, itu bagi caleg yang benar-benar serius bekerja untuk meraih kemenangan. Bukan hanya ikut-ikutan dan sekedar untuk memenuhi persyaratan pendaftaran caleg bagi partai politik.

Makanya, kebanyakan caleg berasal dari kalangan orang berada dan punya penghasilan yang mapan. Kalau tidak, jangan coba-coba jadi caleg. Kecuali, sebagai penggembira saja.

Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi Fauziah, seorang caleg perempuan di Kabupaten Bireuen. Dia ingin membuktikan, dirinya yang sehari-hari bekerja sebagai petugas kebersihan dan berpenghasilan pas-pasan, bisa juga menjadi caleg.

Fauziah juga bertekad, keberadaannya sebagai caleg, tidak hanya untuk memenuhi kuota keterwakilan kaum Hawa 30 persen. Bukan sebagai pelengkap penderita.

“Saya tidak ingin hanya sebagai caleg tempelan. Kalau hanya jadi caleg tempelan, lebih baik saya jadi timses saja. Dapat duit lagi,” ungkap Fauziah kepada Kabar Bireuen di kediamannya, Gampong Geudong-Geudong, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Selasa (9/4/2019).

Diakui Fauziah, lawan-lawan politik yang akan dihadapinya memang sangat berat. Apalagi, dirinya tercatat sebagai Caleg DPRK Bireuen dari Partai Gerindra nomor urut 3 di Daerah Pemilihan (Dapil) Bireuen 1 (Kota Juang-Kuala) yang persaingannya sangat ketat.

Untuk bersaing dengan caleg lain di “dapil neraka” tersebut, memang tidak ada kelebihan yang dapat diandalkan Fauziah. Terutama, menyangkut finansial yang tidak mendukung sama sekali.

Maklum, dia hanya berstatus tenaga lepas sebagai petugas kebersihan di bawah Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Bireuen. Selaku seorang single parent, gajinya yang tidak seberapa itu, hanya cukup untuk makan dan membiayai pendidikan dua putrinya.

Karena itu, Fauziah mengaku, tidak punya dana untuk mencetak alat peraga kampanye (APK) dan segala kebutuhan lainnya untuk mensosialisasikan diri kepada masyarakat. Dia hanya sanggup mencetak beberapa lembar spanduk yang dipasang di sejumlah titik.

“Tidak ada bantuan dana pihak manapun. Itu murni dari usaha saya sendiri. Saya juga tidak mau ngutang sama orang lain. Oke kalau saya terpilih, nanti bisa dibayar. Bagaimana kalau tidak terpilih, dengan apa saya bayar? Jadi, saya bekerja sesuai kemampuan saja,” ungkap Fauziah.

Sebagai caleg perempuan yang berlatar belakang seorang petugas kebersihan, kalau terpilih nanti, Fauziah mengaku, ingin berbuat lebih banyak bagi kepentingan kaum perempuan. Terutama, bagi perempuan senasib dengannya yang bekerja sebagai buruh.

“Orang-orang lanjut usia dari kalangan keluarga kurang mampu, juga membutuhkan perhatian dan akan kita perjuangkan untuk mendapatkan santunan,” demikian keinginan perempuan yang merasa tidak asing dengan dunia politik ini, bila kelak terpilih sebagai anggota dewan.

Dengan segala keterbatasannya, Fauziah juga tidak ciut nyalinya bersaing dengan caleg lain yang punya segalanya. Meski mereka akan menggunakan bebagai cara untuk meraih kemenangan.

Dia meyakini, banyak calon pemilih yang masih menggunakan hati nurani dalam menentukan pilihan. Tidak tergoda dengan cara-cara tidak terpuji yang kemungkinan akan dimainkan oknum-oknum caleg tertentu, untuk meraih suara sebanyak-banyaknya.

Fauziah hanya mengharapkan suara dari masyarakat yang benar-benar murni menggunakan hati nurani dalam memilih. Dia yakin, masih banyak pemilih yang tidak mau menggadaikan harga diri, hanya dengan sejumlah bayaran dalam menentukan pilihan.

“Saya hanya melakukan pendekatan dari hati ke hati dengan masyarakat. Kalau terketuk hati mereka, tentu akan memilih saya, walau tanpa imbalan apapun. Insya Allah, kalau Allah sudah berkehendak, bukan mustahil saya yang seorang petugas kebersihan ini, akan menjadi anggota dewan,” ucap Fauziah dengan penuh optimis. (Suryadi)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Saat Regulasi Plastik Jalan Sendiri, Tanpa Ekosistem

0
Oleh: Galuh Rachman Yudhistira Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta Rachmanyudhistira40@gmail.com SETIAP hari, ratusan ribu kantong plastik berakhir di tempat pembuangan sampah. Bukan karena masyarakatnya tidak tahu bahaya plastik....

Wali Nanggroe Kukuhkan Pengurus MAA Aceh Periode 2026-2031

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al Haytar mengukuhkan pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) masa bakti 2026-2031. Prosesi pengukuhan...

Meningkat dari Tahun Sebelumnya, 109 Hafiz-Hafizah Ikuti Tasyakur Tahfizh Al-Qur’an di MTsN 1 Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Gandapura - Sebanyak 109 hafiz dan hafizah mengikuti Tasyakur Tahfizh Al-Qur’an Angkatan VI di MTsN 1 Bireuen, Kecamatan Gandapura, Rabu (13/5/2026). Jumlah tersebut...

Kerahkan Alat Berat, Adnen Nurdin Bantu Perbaiki Jalan Longsor Paya Cut–Simpang Mulia

0
KABAR BIREUEN, Juli — Kondisi jalan longsor yang menghubungkan Gampong Paya Cut dengan Simpang Mulia, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, akhirnya mendapat penanganan darurat, setelah...

BSI Aceh Gelar Media Gathering, Bahas Peran Strategis Perbankan Syariah dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Regional Aceh menggelar kegiatan Media Gathering bersama insan pers dengan mengangkat tema “Peran...

KABAR POPULER

Dari Guru SMKN 1 Jeunieb ke Kacabdin Pendidikan Wilayah Bireuen, Ini Rekam Jejak Muhajir...

0
PERJALANAN karier seseorang kadang-kadang memang tidak disangka-sangka. Seperti lompatan karier yang dialami Muhajir Ismail, B.Ed., M.Pd. Siapa sangka, sosok yang selama ini dikenal sebagai...

Meningkat dari Tahun Sebelumnya, 109 Hafiz-Hafizah Ikuti Tasyakur Tahfizh Al-Qur’an di MTsN 1 Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Gandapura - Sebanyak 109 hafiz dan hafizah mengikuti Tasyakur Tahfizh Al-Qur’an Angkatan VI di MTsN 1 Bireuen, Kecamatan Gandapura, Rabu (13/5/2026). Jumlah tersebut...

Gantikan Abdul Hamid, Muhajir Ismail Jabat Kacabdin Pendidikan Aceh Wilayah Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Sosok muda dari kalangan guru dipercaya mengemban jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Aceh. Dia adalah Muhajir Ismail, B.Ed., M.Pd,...

Kerahkan Alat Berat, Adnen Nurdin Bantu Perbaiki Jalan Longsor Paya Cut–Simpang Mulia

0
KABAR BIREUEN, Juli — Kondisi jalan longsor yang menghubungkan Gampong Paya Cut dengan Simpang Mulia, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, akhirnya mendapat penanganan darurat, setelah...

Tak Ada Nama Penerima, Anggaran Pengadaan Mesin Jahit Rp91 Juta di Dinsos Bireuen Tidak...

0
KABAR BIREUEN,Bireuen–Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Sosial mengalokasikan anggaran sebesar Rp385.000.000 untuk pengadaan bantuan sosial (bansos) berupa barang pada tahun anggaran 2026. Alokasi tersebut tercantum...