Sabtu, 14 Maret 2026

Dukung Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu, Bupati Bireuen Serukan Tolak Politik Transaksional

KABAR BIREUEN, Kota Juang – Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Bireuen terhadap penguatan kelembagaan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebagai garda terdepan menjaga integritas pemilu.

Hal itu disampaikannya saat membuka acara Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu yang digelar Panwaslih Bireuen di Ballroom Hotel Fajar, Kamis (11/9/2025).

“Pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas akan melahirkan pemimpin yang legitimate, yang mampu membawa bangsa dan daerah ini menuju kesejahteraan. Sebaliknya, pemilu yang penuh kecurangan akan merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegas Mukhlis dalam sambutannya.

Mukhlis mengingatkan, Kabupaten Bireuen memiliki sejarah panjang demokratisasi dan kesadaran politik masyarakat yang tinggi. Namun, dia juga menyoroti tantangan yang selalu hadir setiap pemilu, seperti politik transaksional, politisasi SARA, penyebaran hoaks, hingga netralitas aparatur.

“Bawaslu tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi dan kolaborasi bukan hanya jargon, tetapi komitmen bersama. Pemerintah Kabupaten Bireuen mendukung penuh penguatan Bawaslu, baik dari sisi kapasitas kelembagaan, penguatan SDM, maupun jaringan pengawasan partisipatif di tingkat masyarakat,” ujarnya.

Mukhlis mengatakan, salah satu isu dalam setiap pemilu adalah praktik politik transaksional. Fenomena ini bukan hanya merusak integritas pemilu, tetapi juga merusak moralitas politik bangsa.

“Kita harus jujur, praktik politik transaksional sering dianggap biasa, bahkan sebagian masyarakat menganggapnya sebagai ‘tradisi’ dalam pemilu,” sebutnya.

Para peserta acara Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu di Kabupaten Bireuen. (Foto: Hermanto/Kabar Bireuen)

Padahal, menurut Mukhlis, praktik transaksional dalam politik dapat menjadi awal dari penyalahgunaan kewenangan. Pemimpin yang terpilih dengan cara demikian cenderung terbebani untuk mengembalikan apa yang telah dikeluarkan, yang pada akhirnya membuka peluang terjadinya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

“Inilah yang harus kita cegah bersama. Jangan gadaikan suara kita hanya untuk kepentingan sesaat, karena lima tahun ke depan akan menjadi taruhannya,” pesan Bupati Mukhlis.

Harapannya, Bireuen dapat menjadi contoh daerah yang bersih dari praktik transaksional dalam politik, sehingga pemilu benar-benar melahirkan pemimpin yang amanah dan berkualitas. Sebab, demokrasi bukan hanya soal prosedur memilih, tetapi juga soal substansi integritas dan kejujuran.

“Ke depannya kita akan menghadapi dua pemilu, baik Pemilu Nasional maupun Pemilu Lokal. Momentum ini adalah ujian besar bagi kita semua. Jika kita mampu melewati pemilu ini dengan aman, damai, dan berintegritas, maka kita akan meninggalkan warisan demokrasi yang membanggakan bagi generasi mendatang,” demikian diingatkan Bupati Mukhlis.

Sementara Ketua Panwaslih Bireuen, Rahmad, S.Sos, MAP, dalam laporannya menyampaikan pentingnya memperkuat kelembagaan pengawas pemilu untuk memastikan proses demokrasi berjalan sesuai konstitusi.

“Memperkuat kelembagaan pemilu sejatinya adalah memperkuat demokrasi, memperkokoh kedaulatan rakyat, sekaligus menjaga marwah konstitusi kita,” ujar Rahmad.

Ketua Panwaslih Bireuen, Rahmad, S.Sos, MAP, melaporkan tentang kegiatan Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu di Kabupaten Bireuen. (Foto: Hermanto/Kabar Bireuen)

Dia juga mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, partai politik, hingga media dan masyarakat sipil, untuk berkolaborasi dalam mengawal setiap tahapan pemilu agar berjalan jujur, adil, transparan, dan demokratis.

“Semoga forum ini menjadi wahana untuk memperkuat kelembagaan pemilu, meneguhkan demokrasi, serta mewariskan praktik politik yang sehat bagi generasi mendatang,” harap Rahmad.

Kegiatan ini mengusung tema “Sinergi dan Kolaborasi Penguatan Bawaslu dalam Menjaga Integritas Pemilu yang Berkelanjutan”. Menghadirkan tiga narasumber, yakni Ketua DPRK Bireuen, Juniadi, SH, yang memaparkan materi tentang peran legislatif dalam penguatan pengawasan pemilu.

Berikutnya, Dr. Naidi Faisal, dosen FISIP Universitas Malikussaleh, yang membahas evaluasi Pemilu Serentak 2024 dan penguatan pengawasan pemilu masa depan. Selanjutnya, Moh. Syahril Iryanto, Tenaga Ahli Komisi II DPR RI, yang memaparkan evaluasi pengawasan pemilu 2024 guna perbaikan regulasi kepemiluan.

Acara tersebut dihadiri jajaran Panwaslih, perwakilan partai politik, aparat keamanan, tokoh masyarakat, unsur pemerintah setempat, dan undangan lainnya. (Hermanto)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Refleksi Delapan Tahun Bertugas di Diskominsa: Langkah Sunyi, Dampak Besar; Delapan Tahun Mengawal Diskominsa...

0
Oleh: M. Zubair, S.H.,M.H. Kadis Kominsa Bireuen TERHITUNG sejak pelantikan sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) Kabupaten Bireuen pada tanggal 13 Maret 2018 silam...

Operasi Ketupat Seulawah 2026 Dimulai, Amankan Mudik Idulfitri

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Wakapolda Aceh Brigjen Pol Ari Wahyu Widodo, SIK, memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat Seulawah 2026 yang digelar di...

Bank Aceh Kembali Dipercaya sebagai Bank Penyalur Program BSPS Tahun 2026

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Bank Aceh kembali mengukuhkan posisinya sebagai lembaga keuangan terpercaya dalam mendukung program-program strategis nasional. Untuk tahun anggaran 2026, Bank...

GeRAK Bireuen: Pernyataan Pj Sekda Tidak Sensitif Terhadap Penderitaan Korban Bencana

0
KABAR BIREUEN, Bireuen— LSM Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Bireuen mengecam keras pernyataan Penjabat  Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Bireuen Hanafiah.yang menyebut pengungsi banjir dapat...

Pj Sekda Bireuen: Kalau Nyaman Ditenda, Ya Sudah Biarkan Saja

0
KABAR BIREUEN-Bireuen- Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Bireuen, Hanafiah, S.P., CGCAE, menyebutkan, kantor Bupati Bireuen bukan area pengungsian, melaikan area perkantoran. Jadi, bila pengungsi yang saat...

KABAR POPULER

Perkuat Fungsi Kehumasan, Bupati Tunjuk Muhajir Juli sebagai Juru Bicara Pemkab Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, menunjuk Muhajir Juli sebagai Juru Bicara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen. Penunjukan tersebut dituangkan dalam...

Pj Sekda Bireuen: Kalau Nyaman Ditenda, Ya Sudah Biarkan Saja

0
KABAR BIREUEN-Bireuen- Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Bireuen, Hanafiah, S.P., CGCAE, menyebutkan, kantor Bupati Bireuen bukan area pengungsian, melaikan area perkantoran. Jadi, bila pengungsi yang saat...

Pengungsi Terus Bertambah Tempati Tenda di Halaman Kantor Bupati Bireuen, Tuntut Kepastian Huntara

0
KABAR BIREUEN, Bireuen –  Pengungsi korban banjir terus bertambah menempati tenda di  halaman Kantor Bupati Bireuen, Kamis (12/3/2026) malam. Mereka mendirikan tenda di samping...

Tuntut Huntara, Pengungsi Korban Banjir Dirikan Tenda di Halaman Kantor Bupati Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Sejumlah pengungsi korban banjir dari Gampong Kapa, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, mendirikan tenda di halaman Kantor Bupati Bireuen (Kantor Pusat...

Belum Ada Kepastian Kapan Dibangun Huntara, Pengungsi di Kantor Bupati Bireuen Tolak Dipindahkan ke...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Para korban bencana yang menempati tenda darurat yang dipasang di halaman Kantor Bupati Bireuen, menolak dipindahkan ke rumah yang disediakan...