KABAR BIREUEN-Dinas Pendidikan Aceh bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen gelar Sosialisasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UN-BK) jenjang SMA/MA/SMK, SMP/Mts/SLB dan Paket B. C Tahun Pelajaran 2019/2020.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, Drs M Nasir M. Pd, di Aula Lama Setdakab Bireuen, Kamis (12/3/2020), dihadiri oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bireuen T Murthada S. Sos, Unsur dari Kankemenag Bireuen, Kepala Sekolah jenjang SMA sederajat, SMP sederajat, Ketua PKBM dalam wilayah Kabupaten Bireuen dan undangan lainnya.
Kabid Pembinaan SMP, Zamzami S. Pd melaporkan, kegiatan ini diikuti 203 peserta terdiri dari kepala sekolah tingkat SMA sederajat, SMP sederajat, Kepala SLB dan Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM ) dalam Kabupaten Bireuen.
Dirincikan, sekolah yang melaksanakan Ujian Nasional (UN), Tahun Pelajaran 2019/2020. yaitu Jenjang SMA 34 sekolah, MA 20 sekolah. SMK 12 sekolah.
Kemudian Jenjang SMP 84 sekolah. Mts 33 sekolah, Paket B 8 PKBM, Paket C 9 PKBM dan 3 dari SLB.
Disebutkan, UN tahun ini diikuti bekisar 14.248 peserta, belum termasuk peserta dari SLB.
Peserta tersebut terdiri dari Jenjang SMA 3.187 peserta. MA 1.467. SMK 1.099. SMP 5.196. Mts 2.147. Paket B 309 dan Paket C 843 peserta.
Dijelaskan, dalam pelaksanaan kegiatan ujian nasional ini, ada beberapa sekolah melaksanakan UN di sekolah sendiri (Mandiri) dan ada yang bergabung ke sekolah lain.
Sekolah yang melaksanakan UN secara mandiri, yairu Jenjang SMA ada 29 sekolah, yang bergabung ke sekolah lain 5 sekolah, SMK yang mandiri 9 sekolah, bergabung 3 sekolah, MA mandiri 16 sekolah, bergabung 4 sekolah.
“Kemudian Jenjang SMP secara mandiri 48 sekolah, bergabung 36 sekolah, Mts mandiri 23 sekolah, bergabung 10 sekolah,” sebut Zamzami.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah Bireuen, T Murthada, S.Sos, berharap ada peningkatan hasil ujian nasional termasuk jajaran Kantor Kementerian Agama.
Dijelaskan, untuk kelancaran ujian, pihaknya, sudah melakukan rapat koordinasi dengan PT PLN dan penyediaan layanan, agar tidak ada terjadi kendala disaat pelaksanaan UN.
Meski sekarang pendidikan jenjang SMA dan SMK sudah ke propinsi, namun tidak ada perbedaan antara provinsi dan kabupaten/kota, tujuannya sama, yaitu meningkatkan prestasi di dunia pendidikan,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen Drs M Nasir M. Pd kepada wartawan mengatakan, pada intinya, sosialisasi ini bertujuan supaya pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer ini, berjalan sesuai prosedur operasional standar.
Selain itu, semua kepala sekolah dapat meneruskan hasil penyampaian dari para narasumber kepada guru-guru yang menjadi pengawas ujian nasional di sekolah masing-masing.
“Kita berharap capaian nilai hasil ujian nasional untuk tahun 2020 ada peningkatan,” jelasnya.
Selesai sosialisasi ini, diharapkan para kepala sekolah agar mengumpulkan siswa calon peserta ujian nasional, guna memanfaatkan waktu untuk belajar lebih giat lagi, menjelang pelaksanaan UN.
“Target kita, Kabupaten Bireuen masuk 10 besar dari 23 kabupaten/kota yang ada di Aceh,” harap M Nasir. (Herman Suesilo).










