KABAR BIREUEN – Dua hari setelah banjir surut, kini warga Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen, kembali dilanda kecemasan. Masalahnya, sejak pukul 19.00 WIB tadi, Kamis (7/12/2017), debit air Krueng Leubu kembali naik, setelah hujan lebat mengguyur kawasan selatan Makmur.
Kecemasan warga Makmur memang sangat beralasan. Mengingat, bantaran Krueng Leubu di beberapa tempat dalam kondisi rawan akibat digerus banjir.
“Kondisi bantaran Kreueng Leubu sudah siaga 1, karena ada yang amblas dan hanya sekitar satu meter tersisa,” ungkap Irwan, seorang warga Desa Leubu Mesjid.
Menurut Irwan, bantaran sungai tersebut yang berada di Desa Leubu Mesjid yang berada di tikungan dekat jembatan, juga dalam kondisi retak. Sehingga, dikhawatirkan bakal jebol kalau air sungai terus naik.
Informasi yang diperoleh Kabar Bireuen, bantaran Krueng Leubu yang tergolong rawan berada di kawasan Desa Trienggadeng empat titik. Berikutnya, di Leubu Mesjid dua titik.
Begitu juga dengan dua unit rumah warga milik Marzuki (Desa Panton Mesjid) dan Zakaria Ismail (Desa Trienggadeng) yang berada di pinggir Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Leubu, dikhawatirkan akan terancam digerus arus sungai.
Terhadap hal ini, Sekretaris PMI Makmur, Hafdhi, berharap pada warga bertempat tinggalnya berdekatan dengan sungai, agar berhati-hati jika suatu saat air sungai meluap.
“Kami harap warga tetap siaga dan terus memantau kondisi Krueng Leubu,” seru Hafdhi.
Sampai berita ini dipublish, debit air sungai tersebut semakin naik. Terlihat warga mondar-mandir di atas jembatan, memantau perkembangannya. (Faisal Ali)








