KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menghadapi tantangan besar dalam menyalurkan bantuan daging meugang Hari Raya Idulfitri dari Presiden Prabowo untuk korban bencana. Dana sebesar Rp2.250.000.000 yang ditransfer ke daerah sudah terdesak waktu, membuat Pemkab Bireuen harus bergerak cepat.
Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, mengatakan, jumlah lembu yang dibutuhkan mencapai lebih dari 90 ekor. Kalau diandalkan lembu lokal dari Bireuen, tidak mencukupi. Apalagi, hari pasar hewan di Bireuen dan sekitarnya sudah terlewati.
“Kalau kita cari di Bireuen mungkin paling bisa dapat hanya 20 ekor, sedangkan kebutuhan lembu mencapai 90 ekor lebih,” ujar Bupati Mukhlis saat bersilarurahmi dengan wartawan usai acara buka puasa bersama di pendopo setempat, Rabu (18/3/2026) malam.
Karena itu, sebut Mukhlis, kebutuhan lembu tersebut terpaksa didatangkan dari Medan. Para agen sudah berangkat ke sana untuk membeli lembu. Saat ini sedang dalam proses pengangkutan ke Bireuen.
“Kalau Lebaran Idulfitri ini jatuh pada hari Jumat, berarti lembu meugang tersebut terpaksa disembelih pada hari raya,” sebut Mukhlis.
Sebenarnya karena sudah terdesak waktu, sebut Mukhlis, dia berniat menyalurkan bantuan tersebut dalam bentuk uang tunai kepada para korban bencana. Namun, sesuai juknis, hal itu tidak diperbolehkan. Dana tersebut tetap harus dibeli lembu untuk disalurkan kepada korban bencana di gampong-gampong terparah terdampak bencana. Jumlahnya sekitar 92 gampong.
“Jadi, kami harus bekerja keras. Yang penting bantuan daging meugang dari Bapak Presiden harus tetap tersalurkan kepada para korban bencana,” demikian disampaikan Bupati Mukhlis. (Suryadi)










