Jumat, 16 Januari 2026

Bob Mizwar: Cegah Penyimpangan Pengelolaan Dana Desa di Bireuen, Optimalkan Peran Pendamping

KABAR BIREUEN– Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Gampong, Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Bireuen, Bob Mizwar S.STP,M.SI membenarkan, memang ada sejumlah permasalahan terkait pengelolaan Dana Desa di Bireuen.

Permasalahan terbanyak, sebutnya,  terkait administrasi, dari 609 gampong di Bireuen, hampir 50 persen terjadi kesalahan administrasi. Seperti volume pekerjaan yang harus diperbaiki karena tak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Persoalan lainnya adanya kelebihan anggaran. Namun demikian, kelebihan anggaran tersebut, semuanya sudah dikembalikan lagi oleh kepala desa ke kas desanya masing-masing. Kelebihan anggaran itu, akan dipergunakan kembali untuk membiayai kegiatan lainnya pada perubahan APBDes nanti,” ungkap Bob Mizwar kepada Kabar Bireuen usai menjadi narasumber pada Bimtek Karang Taruna di Oproom Kantor Bupati Bireuen, Sabtu (26/8/2017).

Semua persoalan itu, hampir semuanya terjadi dalam pengadaan barang dan jasa, dan hal itu menurut Bob, bukanlah suatu kesengajaan, namun lebih kepada ketaktauan pengelola dana desa dan kurang optimalnya peran pendamping.

“Salah satu hal yang harus dioptimalkan untuk mencegah penyimpangan dalam pengelolaan dana desa adalah peran tim pendamping desa. Pendamping desa itu mengawasi dan mendampingi  4 desa. Selain itu, ada laporan pendamping desa yang tak berani mengutarakan langsung jika ada hal yang tak sesuai dengan aturan,” jelasnya.

Seharusnya, katanya, pendamping desa lebih berani  memberikan masukan jika memang apa yang dilakukan pengelola dana desa itu tak sesuai dengan RAB atau aturan yang ada. Sehingga tak terjadi penyimpangan dalam pengelolaan dana desa.

Untuk pengawasan pengelolaan Dana Desa, ada tim pendamping dari kecamatan dan juga Inspektorat.

Terhadap adanya dugaan penyimpangan dana desa tersebut, langkah yang dilakukan adalah melakukan tindakan pesuasif dan pembinaan kepada pengelola dana desa agar memperbaiki kekurangan yang ada, agar lebih baik dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Pada kesempatan itu, Bob mengingatkan jika ada proses ganti rugi tanah untuk sebuah proyek atau pembangunan lainnya di desa, maka tidak boleh menggunakan dana desa, melainkan bisa menggunakan dana PADes, atau dana bagi hasil pajak. Lebih baik lagi bila masyarakat melakukannya dengan swadaya. (Ihkwati)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

PC APRI Aceh Selatan dan Aceh Barat Daya Dikukuhkan, Ketua PW: APRI Harus Bermanfaat...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Provinsi Aceh kembali melaksanakan agenda pengukuhan Pengurus Cabang (PC) APRI di...

PMI Bireuen Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk SDN 11 Kuta Blang

0
KABAR BIREUEN, Kuta Blang - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen salurkan bantuan perlengkapan sekolah untuk SDN 11 Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Kamis (15/1/2026). Bantuan...

Peringati Isra Miraj di Tengah Bencana, Pemkab Bireuen Ajak Warga Perkuat Shalat dan Ketakwaan

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi di tengah suasana keprihatinan akibat bencana...

Dosen Umuslim Pasang PLTS Hibrid di Bivak, Dusun Terisolasi Itu Kini Kembali Terang

0
KABAR BIREUEN, Juli – Setelah lebih dari sebulan hidup tanpa aliran listrik pascabanjir besar, warga Dusun Bivak, Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen,...

Korban Banjir di Aceh Terima Bantuan Rp2,5 Miliar dari PT Tiara Marga Trakindo

0
KABAR bIREUEN, Banda Aceh — Korban banjir di Aceh menerima bantuan kemanusiaan senilai Rp2,5 miliar dari PT Tiara Marga Trakindo (TMT). Bantuan tersebut diterima...

KABAR POPULER

Camat Peusangan: Korban Banjir di Pante Lhong Tidak Butuh Huntara

0
KABAR BIREUEN, Peusangan - Warga korban banjir dan tanah longsor di Gampong (Desa) Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, tidak membutuhkan hunian sementara (huntara). Hal...

Bantah Tudingan Timbun Bantuan, Pemkab Bireuen Pastikan Distribusi Logistik untuk Korban Bencana Lancar dan...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen secara tegas membantah isu penimbunan barang bantuan di gudang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Tuduhan...

Guest Teacher SD Sukma Bangsa Bireuen, Hadirkan Wartawan Kenalkan Dunia Jurnalistik kepada Siswa

0
KABAR BIREUEN, Bireuen—Wartawan Kabar Bireuen, Ihkwati, hadir sebagai guru tamu untuk memperkenalkan dunia kewartawanan kepada siswa. Kegiatan ini berlangsung dalam dua sesi di kelas V...

PMI Bireuen Terima Bantuan Mini Excavator untuk Pelayanan Pembersihan Lingkungan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen menerima bantuan empat unit mini excavator dari PMI Pusat. Alat itu akan dioperasikan untuk...

Bantuan Bencana Masih Menumpuk di Gudang, Dewan Bireuen Minta BPBD Percepat Distribusi

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan sejumlah anggota DPRK Bireuen ke gudang logistik Pemerintah Kabupaten Bireuen, mengungkap fakta mengejutkan. Ternyata, bantuan...