KABAR BIREUEN– Sebanyak 78 orang etnis Rohingya dengan menumpang boat terdampar di Pantai Kuala Raja, Kecamatan Kuala, Bireuen, Jumat siang (20/4/2018)
Mereka yang terdampar terdiri dari 44 laki-laki, 26 perempuan dan 8 anak -anak.
Keterangan yang dihimpun Kabar Bireuen dari Panglima Laot Kuala Raja, M, Nasir,. puluhan warga etnis Rohingya itu menumpang boat kayu ukuran 5 GT, dengan panjang 12 meter, lebar 4 meter.
“Mereka langsung masuk ke muara Kuala Raja dan mendaratkan boatnya,” sebut M. Nasir.
Wakil Bupati Bireuen, Dr. Muzakkar A Gani, SH, M, Si, yang meninjau langsung lokasi kepada Kabar Bireuen menyebutkan penanganan sementara, mereka diberi makanan oleh masyarakat.
Selain itu, katanya, oleh juga dilakukan pemeriksaan kesehatan, ispa, sesak, demam.
“Kita sidah hubungi pihak imigrasi, mereka sedang dalam perjalanan ke lokasi,” sebut Muzakkar.
Mereka akan ditempatkan sementara di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Cot Gapu, Bireuen.
Haji Muhammad Rafiq (55), rombongan etnis Rohigya yang bisa berbahasa melayu menyebutkan, mereka selama 8,5 hari berlayar dan terkatung-kantung di laut.
“Kita berlayar dari Myanmar melalui Thailand dengan tujuan Malaysia. Namun boatnya kesasar sampai ke Aceh dan juga karena perbekalan makanan, minuman serta bahan bakar biat habis, mereka lalu menuju daratan terdekat di Kuala Raja,” katanya.
Saat disinggung apakah tujuan perjalannya ke Australia, dia enggan menjawab, namun kemudian membantah yang menyebutkan tujuannya ke Malaysia, bukan ke Australia.
Pantauan Kabar Bireuen, 8 warga etnis Rohigya yang terdampar tersebut saat ini sedang menjalani pengobatan dan ditangani tim medis di bale di sekitar lokasi tersebut.
Mereka mengalami dehidrasi berat akibat stok makanan dan harus menjalani, setelah dicek kondisinya mereka lalu diinfus untuk mengembalikan cairan yang hilang. (Ihkwati).









