KABAR BIREUEN – SMAN 1  Bireuen merupakan SMA tertua di Kabupaten Bireuen berawal dari SMA Swasta didirikan tahun 60-an  oleh -tokoh masyarakat dan bantuan pedagang  Bireuen.

Dalam usianya setengah abad lebih   SMAN 1 Bireuen sudah menjadi  SMAN fevorit masyarakat  Kabupaten Bireuen.

Kepala SMAN 1 Bireuen yang pertama dipimpin Drs H M Yunus Benseh (alm) dan saat ini dilanjutkan Drs Hamdani M Pd sebagai Kepala yang ke-13.

Hal itu dijelaskan Drs Hamdani M Pd  dalam suatu wawancara dengan Kabar Bireuen  di ruang kerjanya Kamis, (14/02/2019).

Dikatakan, partisipasi tokoh-tokoh masyarakat dan para pedagang Aceh di Bireuen terhadap pendidikan sangat tinggi mmbangun gedung sekolah agar anak-anak masyarakat dapat melanjutkan  pendidikan sekolah menengah atas di Bireuen daerahnya sendiri. Masa itu Bireuen masih berstatus kewedanaan belum memiliki SMA.

Menurut cacatan sejarah pendirian SMA Bireuen tahap awal dibangun lima  lokal gedung konstruksi kayu di kawawsan Cot Gapu yang lokasinya masih padang tandus bekas lapangan terbang sipil zaman revolusi  tempo doeloe.

SMAS Bireuen didirikan tahun 60-an dinegerikan pada 30 Juli 1964  hingga sekarang sudah dipimpin  13 kepala sekolah. Para Kepala sekolah pendahulu sudah memberikan pengabdian dari tahun-ketahun kemajuan SMAN 1  terus meningkat telah menjadi SMA Negeri unggulan bagi  masyarakat Kabupaten Bireuen.

Sebagai SMA unggul  setiap tahun  melahirkan lulusan yang memuaskan  mendapat undangan ke PTN unggulan di Aceh dan luar Aceh.

Para Alumni SMAN 1 yang sudah menyelesaikan pendidikan Perguruan Tinggi berbagai jurusan   telah mnduduki jabatan penting  dalam pemerintahan di Aceh dan luar Aceh sebagai pejabat eksekutif, Legeslatif TNI/Polri, dokter bahkan menjadi guru SMAN 1 Bireuen.

Salah seorang diantaranya  Kombes  T Saladin,SH mantan Kapolres Bireuen kemudian menjadi Kabid Humas Polda Aceh, Kaporesta Banda Aceh sekarang Direktur Reskrimsus Polda Aceh. 

“Dalam mengemban tugas  sebagai Kepala SMAN 1 Bireuen yang ke-13, saya bertekad untuk melanjutkan program para kepala sekolah pendahulu yang telah berhasil mengantarkan SMAN-1 menjadi sekolah unggul harus dipertahankan,” ujar Hamdani.

Sumber diperoleh Kabar Bireuen ,  komplek  SMAN 1 Bireuen memiliki luas 13.627 meter bujur sangkar, dengan 40 ruang kelas,   1.085 siswa.  Tenaga guru sudah memadai terdiri dari   guru PNS,  guru honorer didominasi guru perempuan. 

SMAN 1 Bireuen menganut menajemen terbuka yakni kebersamaan,  bukan menajemen tukang pangkas. Semua dewan guru, staf TU diberi wewenang tugas masing-masing merasa memiliki wajib mempertahankan keunggulan dan mutu SMAN 1 Bireuen. 

Hasil Ujian nasional (UN) siswa SMAN 1 Bireuen dari tahun ke tahun lulus 100 persen dengan nilai rata-rata siswa sangat memuaskan meningkat 0,2 – 0,3

Tak hanya lulus 100 persen nilai rata-rata siswa sangat memuaskan meningkat 0,2 – 0,3 program peningkatan mutu pendidikan tercapai, paparnya.   

Setiap tahun puluhan lulusan SMAN 1 Bireuen mendapat undangan ke Perguruan Tinggi Negeri terkemuka di Aceh maupun luar Aceh.

“Tahun ini  sebanyak 386 siswa terdiri dari 108 siswa dan 278 siswi SMAN 1 Bireuen  sudah siap untuk mengikuti UNBK tahun pelajaran 2018/2019, ” ujar Drs Hamdani, M Pd. (H.AR Djuli)

BAGIKAN