Minggu, 17 Mei 2026

120 Guru dan Siswa SMP di Bireuen Dibekali Cara Cegah Bullying

KABAR BIREUEN, Kota Juang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen menegaskan komitmennya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas bullying. Melalui sosialisasi pencegahan perundungan bagi guru dan siswa SMP, peserta diberi pemahaman menyeluruh mengenai bahaya bullying serta cara mengatasi dan melaporkannya.

Sosialisasi yang diikuti 120 guru dan siswa SMP tersebut dibuka Kepala Disdikbud Bireuen, Dr. Muslim, M.Si yang diwakili Sekretaris Dinas, Zamzami, S.Pd., M.M, di Aula SPNF-SKB setempat, Senin, 24 November 2025.

Dalam sambutannya, Zamzami menyampaikan, sosialisasi tersebut sangat penting sebagai langkah nyata pencegahan tindak kekerasan di satuan pendidikan.

“Sosialisasi pencegahan bullying jenjang SMP ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kekerasan dan intimidasi di sekolah. Kita ingin menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman dengan memberikan pemahaman yang benar tentang bullying kepada seluruh warga sekolah, baik guru maupun siswa,” ujar Zamzami.

Menurutnya, sosialisasi ini tidak hanya menjelaskan definisi perundungan, namun juga membekali siswa dengan kemampuan menghadapi situasi perundungan, baik saat menjadi korban maupun saksi, serta meningkatkan kepekaan sosial dan empati.

“Sosialisasi ini penting untuk mencegah terjadinya perundungan, membekali siswa dengan cara mengatasi dan melaporkannya, serta meningkatkan empati dan rasa hormat antar sesama, yang berdampak pada peningkatan prestasi akademik dan kesehatan mental mereka,” jelas Zamzami.

Peserta yang terdiri dari 120 guru dan siswa SMP se-Kabupaten Bireuen sedang mengikuti sosialisasi pencegahan bullying atau perundungan. (Foto: Hermanto/Kabar Bireuen)

Dia menekankan, seluruh elemen sekolah harus memahami bullying dan menolak keras segala bentuk kekerasan.

“Dengan sosialisasi ini, anak dan guru saling memahami apa itu bullying atau perundungan dan tidak boleh terjadi kekerasan di lingkungan sekolah dalam bentuk apapun,” tegasnya.

Sosialisasi yang berlangsung selama dua hari, 24–25 November 2025, diikuti 120 peserta yang terdiri dari 60 guru Bimbingan Konseling/TPPKSP dan 60 siswa SMP se-Kabupaten Bireuen. Peserta dibagi ke dalam dua ruangan di komplek Disdikbud Bireuen agar kegiatan berjalan efektif.

Ketua Pelaksana, Anita Fonna, S.S., M.M, melaporkan, kegiatan ini bertujuan memastikan semua pihak memahami jenis dan dampak bullying, membangun sekolah bebas intimidasi, mendorong empati dan sikap menghargai perbedaan, meningkatkan kolaborasi antarsiswa, serta membekali mereka dengan langkah praktis saat menghadapi atau menyaksikan bullying.

“Diharapkan, para peserta dapat menjadi agen perubahan di satuan pendidikan masing-masing dan memahami pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan saling mendukung. Dengan demikian, kasus bullying dapat berkurang di sekolah,” ujar Anita.

Dalam sosialisasi tersebut, Disdikbud Bireuen menghadirkan narasumber dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Aceh, yakni Husaini, S.Pd., M.Pd, dan Herry Maidhany, S.E., Ak., M.Si. Anggaran kegiatan ini dibiayai melalui DPA Disdikbud Bireuen yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun 2025. (Hermanto)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Lantik Pengurus Tastafi, Abu Mudi Serukan Penguatan Ahlussunnah wal Jamaah

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Ribuan jemaah memadati Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (15/5/2026) malam, saat ulama kharismatik Aceh, Tgk. H. Syech Hasanoel...

SSB Bijeh Mata Bireuen Juara Sumbagut, Tim U-10 dan U-12 Raih Tiket ke Tingkat...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Tim Sekolah Sepak Bola (SSB) Bijeh Mata Cot Rabo, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, sukses mengharumkan nama Aceh, setelah tim usia...

Saat Regulasi Plastik Jalan Sendiri, Tanpa Ekosistem

0
Oleh: Galuh Rachman Yudhistira Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta Rachmanyudhistira40@gmail.com SETIAP hari, ratusan ribu kantong plastik berakhir di tempat pembuangan sampah. Bukan karena masyarakatnya tidak tahu bahaya plastik....

Wali Nanggroe Kukuhkan Pengurus MAA Aceh Periode 2026-2031

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al Haytar mengukuhkan pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) masa bakti 2026-2031. Prosesi pengukuhan...

Meningkat dari Tahun Sebelumnya, 109 Hafiz-Hafizah Ikuti Tasyakur Tahfizh Al-Qur’an di MTsN 1 Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Gandapura - Sebanyak 109 hafiz dan hafizah mengikuti Tasyakur Tahfizh Al-Qur’an Angkatan VI di MTsN 1 Bireuen, Kecamatan Gandapura, Rabu (13/5/2026). Jumlah tersebut...

KABAR POPULER

Dari Guru SMKN 1 Jeunieb ke Kacabdin Pendidikan Wilayah Bireuen, Ini Rekam Jejak Muhajir...

0
PERJALANAN karier seseorang kadang-kadang memang tidak disangka-sangka. Seperti lompatan karier yang dialami Muhajir Ismail, B.Ed., M.Pd. Siapa sangka, sosok yang selama ini dikenal sebagai...

SSB Bijeh Mata Bireuen Juara Sumbagut, Tim U-10 dan U-12 Raih Tiket ke Tingkat...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Tim Sekolah Sepak Bola (SSB) Bijeh Mata Cot Rabo, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, sukses mengharumkan nama Aceh, setelah tim usia...

Meningkat dari Tahun Sebelumnya, 109 Hafiz-Hafizah Ikuti Tasyakur Tahfizh Al-Qur’an di MTsN 1 Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Gandapura - Sebanyak 109 hafiz dan hafizah mengikuti Tasyakur Tahfizh Al-Qur’an Angkatan VI di MTsN 1 Bireuen, Kecamatan Gandapura, Rabu (13/5/2026). Jumlah tersebut...

Saat Regulasi Plastik Jalan Sendiri, Tanpa Ekosistem

0
Oleh: Galuh Rachman Yudhistira Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta Rachmanyudhistira40@gmail.com SETIAP hari, ratusan ribu kantong plastik berakhir di tempat pembuangan sampah. Bukan karena masyarakatnya tidak tahu bahaya plastik....

Wali Nanggroe Kukuhkan Pengurus MAA Aceh Periode 2026-2031

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al Haytar mengukuhkan pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) masa bakti 2026-2031. Prosesi pengukuhan...