KABAR BIREUEN – Puluhan guru jenjang SMP di Bireuen selesai mengikuti kegiatan Workshop Pembelajaran Berdiferensiasi Merdeka Belajar Tahun 2024.
Kegiatan yang digelar Bidang PTK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen di gelar selama tiga hari (27-29/2/2024) di Aula Wisma Bireuen Jaya.
Kepala Disdikbud Bireuen, Muslim. M.Si berharap kegiatan Workshop Pembelajaran Berdiferensiasi dalam kurikulum Merdeka Belajar ini semoga bermanfaat.
Selain itu, ilmu-ilmu yang diperoleh dari narasumber pada workshop ini dapat di terapkan sebagai pembelajaran sehari-hari di sekolah.
Jangan hanya putus sampai di sini saja, sehingga ketika kembali ke sekolah masing-masing tidak membawa hasil apapun bagi sekolah.
“Sehingga kegiatan workshop Pembelajaran Berdiferensiasi Merdeka Belajar yang diikuti ini, sia-sia saja dan hasilnya nol,” tegas Muslim.

Panitia pelaksana kegiatan, Yusmadi, M.Pd menjelaskan, kegiatan bertujuan untuk melatih kemampuan guru dalam menggunakan multi metode pembelajaran dan pendekatan sesuai dengan gaya belajar setiap siswa di dalam kelas.
“Setiap siswa memiliki gaya belajar, kecepatan, minat, dan kebutuhan yang berbeda dengan Pembelajaran Berdiferensiasi ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi siswa,” sebutnya.
Menurutnya menerapkan strategi diferensiasi memerlukan perencanaan yang matang dan pengelolaan kelas yang efektif dan kadangkala juga memerlukan investasi tambahan dari guru untuk menyusun materi dan kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu.
Namun demikian, ada beberapa tantangan dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, salah-satunya adalah waktu dan sumber daya.
Disebutkan, kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, 27-29 Februari 2024 di Aula Wisma Bireuen Jaya Bireuen dan menghadirkan narasumber, Dr. Herliana, M.Pd. dari BPMP Aceh.
Dirincikan, peserta Workshop Pembelajaran Berdiferensiasi Merdeka Belajar ini, diikuti sebanyak 60 orang guru jenjang SMP dalam Kabupaten Bireuen.
“Peserta tersebut diundang secara random,” kata Yusmadi. (Hermanto).









