Sabtu, 14 Maret 2026

Upaya untuk Kemandirian Ekonomi Perempuan

Oleh: Raihan Ariani

Mahasiswi Universitas Serambi Mekkah

DI banyak budaya, peran perempuan sering kali dibatasi hanya pada urusan rumah tangga dan keluarga. Meskipun sudah ada kemajuan yang signifikan, perempuan masih menghadapi hambatan dalam mengakses kesempatan yang setara dalam dunia ekonomi.

Kemandirian ekonomi perempuan bukan hanya soal kesetaraan, tetapi juga soal memberikan perempuan kekuatan untuk menentukan masa depan mereka sendiri, memperbaiki kualitas hidup keluarga, dan berkontribusi lebih besar terhadap perkembangan ekonomi masyarakat secara keseluruhan.

Penting untuk dicatat bahwa kemandirian ekonomi perempuan bukan hanya memberi mereka kesempatan untuk bekerja, tetapi juga memberi mereka akses terhadap pendidikan, pelatihan keterampilan, dan ruang untuk berinovasi. Dengan memiliki akses ke peluang ekonomi, perempuan bisa memilih karier yang mereka inginkan, berinvestasi dalam kesejahteraan diri, dan berperan aktif dalam perekonomian.

Dalam banyak kasus, perempuan yang mandiri secara ekonomi memiliki kemampuan untuk memberi contoh positif bagi generasi muda dan menciptakan perubahan yang lebih luas dalam masyarakat.

Namun, di banyak negara, terutama di negara berkembang, masih banyak perempuan yang terhambat oleh stereotip gender, kurangnya akses terhadap pendidikan, dan ketidaksetaraan dalam kesempatan kerja. Beberapa di antaranya bahkan terjebak dalam pekerjaan dengan upah rendah dan kondisi yang tidak mendukung perkembangan mereka.

Selain itu, budaya yang menekankan perempuan sebagai “pengurus rumah tangga” sering kali menghalangi mereka untuk mengejar pendidikan atau karier yang lebih tinggi.

Mendorong kemandirian ekonomi perempuan adalah langkah penting untuk mempercepat pembangunan ekonomi yang inklusif. Ketika perempuan memiliki penghasilan dan kemampuan untuk mengelola keuangan sendiri, mereka lebih mampu memberikan kesejahteraan kepada keluarga mereka, mendukung anak-anak mereka untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik, dan berinvestasi dalam kesehatan dan kesejahteraan mereka sendiri.

Di tingkat makro, dengan semakin banyak perempuan yang berpartisipasi dalam angkatan kerja, ekonomi nasional pun dapat tumbuh lebih pesat. Untuk itu, sudah saatnya kita semua, baik pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, untuk terus bekerja sama menciptakan ekosistem yang mendukung kemandirian ekonomi perempuan.

Pendidikan yang lebih merata, kebijakan yang lebih ramah perempuan, dan akses terhadap teknologi serta modal usaha akan membuka pintu peluang yang lebih besar bagi perempuan. Dengan mendorong kemandirian ekonomi perempuan, kita bukan hanya memberikan mereka kebebasan, tetapi juga berkontribusi pada kemajuan sosial dan ekonomi secara keseluruhan. [*]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Refleksi Delapan Tahun Bertugas di Diskominsa: Langkah Sunyi, Dampak Besar; Delapan Tahun Mengawal Diskominsa...

0
Oleh: M. Zubair, S.H.,M.H. Kadis Kominsa Bireuen TERHITUNG sejak pelantikan sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) Kabupaten Bireuen pada tanggal 13 Maret 2018 silam...

Operasi Ketupat Seulawah 2026 Dimulai, Amankan Mudik Idulfitri

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Wakapolda Aceh Brigjen Pol Ari Wahyu Widodo, SIK, memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat Seulawah 2026 yang digelar di...

Bank Aceh Kembali Dipercaya sebagai Bank Penyalur Program BSPS Tahun 2026

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Bank Aceh kembali mengukuhkan posisinya sebagai lembaga keuangan terpercaya dalam mendukung program-program strategis nasional. Untuk tahun anggaran 2026, Bank...

GeRAK Bireuen: Pernyataan Pj Sekda Tidak Sensitif Terhadap Penderitaan Korban Bencana

0
KABAR BIREUEN, Bireuen— LSM Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Bireuen mengecam keras pernyataan Penjabat  Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Bireuen Hanafiah.yang menyebut pengungsi banjir dapat...

Pj Sekda Bireuen: Kalau Nyaman Ditenda, Ya Sudah Biarkan Saja

0
KABAR BIREUEN-Bireuen- Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Bireuen, Hanafiah, S.P., CGCAE, menyebutkan, kantor Bupati Bireuen bukan area pengungsian, melaikan area perkantoran. Jadi, bila pengungsi yang saat...

KABAR POPULER

Perkuat Fungsi Kehumasan, Bupati Tunjuk Muhajir Juli sebagai Juru Bicara Pemkab Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, menunjuk Muhajir Juli sebagai Juru Bicara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen. Penunjukan tersebut dituangkan dalam...

Pj Sekda Bireuen: Kalau Nyaman Ditenda, Ya Sudah Biarkan Saja

0
KABAR BIREUEN-Bireuen- Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Bireuen, Hanafiah, S.P., CGCAE, menyebutkan, kantor Bupati Bireuen bukan area pengungsian, melaikan area perkantoran. Jadi, bila pengungsi yang saat...

Pengungsi Terus Bertambah Tempati Tenda di Halaman Kantor Bupati Bireuen, Tuntut Kepastian Huntara

0
KABAR BIREUEN, Bireuen –  Pengungsi korban banjir terus bertambah menempati tenda di  halaman Kantor Bupati Bireuen, Kamis (12/3/2026) malam. Mereka mendirikan tenda di samping...

Tuntut Huntara, Pengungsi Korban Banjir Dirikan Tenda di Halaman Kantor Bupati Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Sejumlah pengungsi korban banjir dari Gampong Kapa, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, mendirikan tenda di halaman Kantor Bupati Bireuen (Kantor Pusat...

Belum Ada Kepastian Kapan Dibangun Huntara, Pengungsi di Kantor Bupati Bireuen Tolak Dipindahkan ke...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Para korban bencana yang menempati tenda darurat yang dipasang di halaman Kantor Bupati Bireuen, menolak dipindahkan ke rumah yang disediakan...