Senin, 29 Juni 2026

Upaya untuk Kemandirian Ekonomi Perempuan

Oleh: Raihan Ariani

Mahasiswi Universitas Serambi Mekkah

DI banyak budaya, peran perempuan sering kali dibatasi hanya pada urusan rumah tangga dan keluarga. Meskipun sudah ada kemajuan yang signifikan, perempuan masih menghadapi hambatan dalam mengakses kesempatan yang setara dalam dunia ekonomi.

Kemandirian ekonomi perempuan bukan hanya soal kesetaraan, tetapi juga soal memberikan perempuan kekuatan untuk menentukan masa depan mereka sendiri, memperbaiki kualitas hidup keluarga, dan berkontribusi lebih besar terhadap perkembangan ekonomi masyarakat secara keseluruhan.

Penting untuk dicatat bahwa kemandirian ekonomi perempuan bukan hanya memberi mereka kesempatan untuk bekerja, tetapi juga memberi mereka akses terhadap pendidikan, pelatihan keterampilan, dan ruang untuk berinovasi. Dengan memiliki akses ke peluang ekonomi, perempuan bisa memilih karier yang mereka inginkan, berinvestasi dalam kesejahteraan diri, dan berperan aktif dalam perekonomian.

Dalam banyak kasus, perempuan yang mandiri secara ekonomi memiliki kemampuan untuk memberi contoh positif bagi generasi muda dan menciptakan perubahan yang lebih luas dalam masyarakat.

Namun, di banyak negara, terutama di negara berkembang, masih banyak perempuan yang terhambat oleh stereotip gender, kurangnya akses terhadap pendidikan, dan ketidaksetaraan dalam kesempatan kerja. Beberapa di antaranya bahkan terjebak dalam pekerjaan dengan upah rendah dan kondisi yang tidak mendukung perkembangan mereka.

Selain itu, budaya yang menekankan perempuan sebagai “pengurus rumah tangga” sering kali menghalangi mereka untuk mengejar pendidikan atau karier yang lebih tinggi.

Mendorong kemandirian ekonomi perempuan adalah langkah penting untuk mempercepat pembangunan ekonomi yang inklusif. Ketika perempuan memiliki penghasilan dan kemampuan untuk mengelola keuangan sendiri, mereka lebih mampu memberikan kesejahteraan kepada keluarga mereka, mendukung anak-anak mereka untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik, dan berinvestasi dalam kesehatan dan kesejahteraan mereka sendiri.

Di tingkat makro, dengan semakin banyak perempuan yang berpartisipasi dalam angkatan kerja, ekonomi nasional pun dapat tumbuh lebih pesat. Untuk itu, sudah saatnya kita semua, baik pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, untuk terus bekerja sama menciptakan ekosistem yang mendukung kemandirian ekonomi perempuan.

Pendidikan yang lebih merata, kebijakan yang lebih ramah perempuan, dan akses terhadap teknologi serta modal usaha akan membuka pintu peluang yang lebih besar bagi perempuan. Dengan mendorong kemandirian ekonomi perempuan, kita bukan hanya memberikan mereka kebebasan, tetapi juga berkontribusi pada kemajuan sosial dan ekonomi secara keseluruhan. [*]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Sekda Aceh dan PLN Pusat Bahas Prospek Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Aceh

0
KABAR BIREUEN, Jakarta - Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menghadiri pertemuan yang membahas prospek pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Aceh bersama...

UNIKI dan Forum PLKP Jalin Kemitraan Strategis, Buka Peluang Magang dan Sertifikasi Kompetensi bagi...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (Forum PLKP) melalui...

Tenggelam Saat Mencari Tiram di Tambak Gampong Alue Kuta, Bocah Enam Tahun Meninggal Dunia

0
KABAR BIREUEN, Jangka–Seorang anak laki-laki berusia enam tahun, Muhammad Altaf, warga Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, meninggal dunia setelah tenggelam tambak ikan...

Menaker: Standar Kerja Layak Era Digital akan Jadi Acuan Penguatan Regulasi Ketenagakerjaan

0
KABAR BIREUEN, Majalengka – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan Konvensi Internasional Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) tentang kerja layak di era digital akan menjadi acuan dalam...

Menang Dramatis 4-3 atas Persas Sabang, PSSB Bireuen U-12 Raih Juara III Piala Presiden...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Tim PSSB Bireuen Junior Usia 12 Tahun (U-12) berhasil mengukir prestasi dengan meraih juara ketiga pada Festival Sepak Bola...

KABAR POPULER

Lantik 173 Pejabat, Bupati Bireuen Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan, Kalau Ketahuan Dicopot

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 173 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen, Jumat (26/6/2026) sore di...

Sudah Dua Bulan Diproses, Polres Bireuen Belum Tetapkan Status Hukum Kasus Dugaan Penghinaan Wartawan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Zulfikar Muhammad, kuasa hukum M. Ilham bin Sakubat, wartawan wilayah liputan Bireuen, mendesak Polres Bireuen segera memberikan kepastian hukum atas...

Tenggelam Saat Mencari Tiram di Tambak Gampong Alue Kuta, Bocah Enam Tahun Meninggal Dunia

0
KABAR BIREUEN, Jangka–Seorang anak laki-laki berusia enam tahun, Muhammad Altaf, warga Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, meninggal dunia setelah tenggelam tambak ikan...

Menang Dramatis 4-3 atas Persas Sabang, PSSB Bireuen U-12 Raih Juara III Piala Presiden...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Tim PSSB Bireuen Junior Usia 12 Tahun (U-12) berhasil mengukir prestasi dengan meraih juara ketiga pada Festival Sepak Bola...

Desak Bahlil Batalkan PoD Blok Andaman, Warga Aceh Demo Kementerian ESDM

0
KABAR BIREUEN, Jakarta– Aksi damai ratusan warga Aceh dari paguyuban Taman Iskandar Muda (TIM) digelar depan Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta...