KABAR BIREUEN-Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) membuka pendaftaran bagi mahasiswa baru mulai 1 Maret 2021 ini. Khusus bagi Hafiz Al-Quran serta siswa yang memiliki berbagai prestasi, yatim dan fakir serta mereka yang mengalami korban ketika konflik akan kami perjuangkan agar gratis biaya pendidikan atau memperoleh beasiswa.

“Tindakan ini merupakan komitmen kami dalam rangka mencerdaskan anak bangsa seluas-luasnya,” ungkap Rektor Prof Apridar, Minggu (28/2/2021).

Pada tahun ini, kami dan pihak Yayasan Kebangsaan Bireuen, akan memperjuangkan lebih banyak lagi bantuan beasiswa kuliah kepada berbagai pihak agar bersedia membantu program pencerdasan anak bangsa, untuk melanjutkan pendidikan pada “Kampus Merdeka” Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) dengan memperoleh berbagai beasiswa, jelas guru besar bidang Ekonomi Pembangunan ini.

Amatan media, selama tahun 2019 dan 2020 lalu, sudah banyak upaya pihak Yayasan dan Rektorat UNIKI untuk menggalang bantuan beasiswa kepada anak korban konflik, anak miskin dan anak yang berprestasi.

Tercatat dari 712 mahasiswa yang masuk tahun 2020 lalu di UNIKI, terdapat puluhan melenial yang hafiz Al-Quran, dan juga memiliki prestasi basic di SMA nya, untuk dapat dikembangkan lagi di kampus UNIKI. Ketua Pembina Yayasan Kebangsaan, Dr. Amiruddin Idris berpendapat.

“Tidak boleh ada para pemuda kita yang putus sekolah atau tidak dapat melanjutkan ke perguruan tinggi, karena faktor biaya. Insya Allah, saya yakin dengan program kerjasama yang UNIKI galang dengan Pemerintahan Daerah dan Pemerintah Pusat, kita berupaya untuk hal tersebut,” sebut anggota DPR-Aceh Komisi VI ini mantap.

Hal ini diamini oleh Rektor UNIKI, Prof. Apridar. Hasil komunikasi yang telah dilakukan, sebut Apridar, sudah ada yang berkomitmen untuk memberikan beasiswa bagi mahasiswa penghafal Al-Quran, serta siswa-siswa tamatan SLTA yang memiliki berbagai prestasi lainnya, baik dalam prestasi olahraga, seni budaya, dan akademik.

Juga penekanan pada calon mahasiswa yang kemampuan ekonomi orang tuanya miskin dan anak yatim, yang akan melanjutkan pendidikan di UNIKI.

“Selain itu, kami juga sudah programkan tahun ini, akan memperjuangkan bagi anak yang menjadi korban ketika konflik Aceh dengan program mulia tersebut. ini menjadi prioritas bagi kami untuk memberdayakan mereka yang secara ekonomi terbatas. Namun secara akademik unggul agar dapat bangkit dan merdeka dalam menggapai cita-citanya kedepan,” harap putra kelahiran Peusangan ini optimis.

Seperti juga tahun lalu, para calon mahasiswa dari jalur ini, dapat memilih kuliah pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis, tersedia Program Studi S1 Manajemen dan S1 Akuntansi. Fakultas Komputer dan Multimedia, dengan Prodi S1 Informatika, D3 Manajemen Informasi dan D3 Teknik Komputer.

Fakultas Hukum dan Syariah, yang selalu menjadi pilihan para Hafiz, dengan Program Studi Ilmu Hukum dan D3 Paralegal atau Administrasi Peradilan. Fakultas Pertanian dan Peternakan atau Faperta, menampung calon mahasiswa berprestasi pada Program Studi S1 Ilmu Pertanian dan S1 Peternakan, serta Program studi S1 Pendidikan Jasmani Olahrag dibawah FKIP UNIKI.

Dan untuk tahun ini, akan membuka juga Fakultas Teknik atau Fatek, dengan 2 program, yakni S1 Teknik Sipil dan S1 Teknik Mesin, sebut mantan Rektor Unimal Lhokseumawe ini.

Hal lain yang disampaikan pada awak media, Apridar menyebutkan, berbagai program studi menarik yang kami tawarkan, akan melatih mereka untuk mempersiapkan masa depannya yang gemilang.

Dengan adanya tambahan pendidikan agama yang mumpuni diharapkan mereka akan menjadi pribadi yang paripurna sebagai pemimpin masa depan yang lebih baik. Para Hafiz Al-Quran yang ada di UNIKI, akan coba diangkat dan diberikan prioritas khusus agar mereka mampu berbuat banyak bagi bangsa dan negara.

Selain itu, juga akan memperkuat diri dengan bekerjasama dengan berbagai dayah/pesantren terkemuka di Aceh agar para lulusan nantinya memiliki nilai tambah terhadap kesarjanaan yang diraihnya.

Berbagai dayah terkemuka akan kami jadikan mitra dalam mendidik putra putri terbaik bangsa yang bergabung pada Universitas Islam Kebangsaan Indonesia.

Saat ini telah terjalin kemitraan dengan beberapa dayah/pasantren, yakni YPI Harapan Ummat Arongan Simpang Mamplam Kabupaten Bireuen, YPI Misbahudh Dhulam Al-Aziziyah Lueng Putu Pidie Jaya, Dayah Babussalam Al-Aziziyah Jeunib, dan Dayah Darul Ulum Al-Munawwarah Lhok Mon Puteh.

Hal ini terus dijadikan program bidang Kerjasama UNIKI dan Bidang Akademik kedepan.

“Berbagai fasilitas sedang kami upayakan untuk mendukung terhadap proses belajar mengajar yang lebih baik dan kondusif. Untuk mahasiswa yang berada dari luar daerah sedang kami bangun sarana penginapan yang representatif untuk mendukung proses penempaan diri yang lebih baik,” katanya.

Untuk Fakultas Pertanian dan Peternakan telah disiapkan perkebunan yang luas sebagai tempat untuk melatih berpraktek langsung dengan laboratorium yang mumpuni.

Program kewirausahaan juga telah disiapkan, agar mahasiswa UNIKI dapat menyalurkan potensi bisnisnya dengan modal dan pembiayaan operasional yang telah kita siapkan dari lembaga yang akan membantu terhadap hal tersebut.

Lulusan Kampus Merdeka ini diharapkan akan memperoleh nilai tambah khusus sehingga nantinya mereka dapat hidup mandiri.

“Kami tidak hanya memberikan ijazah kepada mereka, namun kami berusaha maksimal untuk menyiapkan masadepan yang gemilang bagi mereka, Moga Allah SWT memperlancar tekad yang telah kami programkan,” pungkas Apridar. (REL)