KABAR BIREUEN-Tiga orang Guru Besar dari tiga Universitas Negeri di Indonesia dan satu kepala dinas membahas tentang peternakan masa depan pada seminar nasional yang digelar Prodi Leternakan Fakultas Pertanian Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan yang berlangsung di Auditorium Academik Center (AAC) Ampoen Chiek Peusangan Universitas Almuslim, Senin (8/4/2019).

Seminar tingkat nasional ini dibuka Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin
Idris,SE.,MSi, pada kesempatan tersebut menyampaiakan, bahwa bidang peternakan di era revolusi industri 4.0 mempunyai peluang besar untuk berkembang dan maju.

“Bagi mahasiswa agar dapat memanfaatkan peluang ini, jangan terus memimpikan jadi PNS yang peluangnya sangat kecil, kalau mau melakukan enterpreneurship bidang peternakan secara profesional masih terbentang luas bagi lulusan peternakan dan sangat mejanjikan,” sebut Amiruddin Idris.

Para pakar yang hadir dalam seminar tersebut Prof. Dr. Sc.Agr.Ir
Suyadi, MS, IPU,(Universitas Brawijaya,Malang) Peternakan di Revolusi Industri 4.0 melalui IoT (Internet of Think) karena konsumen menyukai sistem e-commerce.

Sehingga industri peternakan dapat tumbuh berkembang, keterlibatan pemerintah, masyarakat, pelaku industri dan akademisi sangat membantu peternakan revolusi industri 4.0 ujar lulusan S2 dan S3 di University Halle Jerman ini.

Pemateri kedua, Prof. Dr. Ir. Jahmes Hellyward, MS, IPU (Universitas
Andalas Padang) , membahas tentang Revolusi Industri 4.0.

“Revolusi Industri 4.0 dapat meningkatkan kesejahteraan peternak melalui komoditas unggul lokal melalui kurikulum kompetensi dari akademik,” papar penggagas Tour de Singkarak bertaraf Internasional ini.

Kemudian Prof. Dr. Ir. Samadi, M.Sc ( Universitas Syiah Kuala),
pakar bidang keahlian ilmu nutrisi ternak, Petani cerdas merupakan
bagaimana meningkat produktivitas peternakan melalui sistem manajemen
pemanfaatan teknologi yang terpadu sehingga terwujudnya makanan yang
baik.

Sedangkan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Aceh
diwakili sekretaris dinas Farhan, S. Pt., M. P, menjelaskan, program
Dinas Peternakan Aceh, sekarang sudah melakukan Revolusi Industri 4.0
yaitu dengan program ACEH SIAT (Aceh Sistem Informasi Aceh Terpadu)
untuk Peternakan di seluruh Aceh melalui program uggulan dari Hulu ke
hilir, serta berbasis kawasan.

Di sela-sela kegiatan ketua panitia Dr. Sitti Zubaidah, S.Pt, S.Ag, MM melalui bidang publikasi seminar, Zulkifli,M.Kom menyampaikan, seminar diikuti 600 peserta terdiri dari pegawai pemerintah, siswa mahasiswa, guru, dosen, masyarakat peternak dan umum.

Seminar mengambil tema “Peningkatan mutu pendidikan dan pembangunan
peternakan berkelanjutan berbasis sumberdaya lokal di era revolusi
industri 4.0” .

Diharapkan dengan seminar nasional ini akan dapat menghasilkan berbagai solusi untuk menjawab berbagai hal terkait perkembangan bidang peternakan.

Sehingga para pemangku kepentinganmemiliki daya saing tinggi dan mampu beradaptasi terhadap kebutuhan peternakan berkelanjutan di Era Revolusi Industri 4.0.ujar Sitti Zubaidah yang pernah bekerja pada NGO FAO-UN. (REL)