Tidak Keluarkan Surat Domisili, Keuchik Meunasah Capa Diduga Hambat Pencalonan Munawar

KABAR BIREUEN – Tidak bersedia mengeluarkan surat keterangan domisili, Keuchik Bireuen Meunasah Capa, Ramli Daud, diduga berupaya menghambat seorang bakal calon Keuchik Bireuen Meunasah Capa, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen.

Bakal calon keuchik tersebut, Munawar, dalam keterangannya kepada wartawan di Coffee 88 Bireuen, Jumat (11/2/2022) sore, mengungkapkan, seluruh persyaratan yang mencapai 15 item telah dipenuhinya, termasuk memiliki KTP dan KK yang beralamat di Gampong Bireuen Meunasah Capa.

“Aneh, ini sepertinya sengaja dihambat. Saya memiliki KTP dan KK di sini (Meunasah Capa), tapi diminta juga surat keterangan domisili. Padahal di persyaratan huruf p, pembuktian bertempat tinggal hanya dengan KTP dan KK,” ujar Munawar.

Munawar mengaku, dia bersama keluarga memang memiliki rumah di Gampong Geulumpang Payong, Kecamatan Jeumpa. Namun, keseharian lebih sering berada di rumah keluarganya di Gampong Bireuen Meunasah Capa. Makanya, Munawar tidak pernah mengurus surat pindah tempat tinggal dari kampung halamannya itu ke Geulumpang Payong.

“Semua aktifitas saya masih tetap di Meunasah Capa, bahkan hak memilih saya tertera dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap). Kenapa sekarang hak saya untuk dipilih dihambat, dengan tidak dikeluarkan surat keterangan domisili oleh Keuchik Ramli?” tanya Munawar, tak habis pikir.

Ramli Daud

Sementara Keuchik Bireuen Meunasah Capa, Ramli Daud yang dikonfirmasi Kabar Bireuen via telepon seluler beberapa saat kemudian, menyatakan, dirinya tidak ada niat atau kepentingan apa pun menghambat seseorang maju sebagai bakal calon Keuchik Bireuen Meunasah Capa. Dia hanya menjalankan aturan yang berlaku dan berdasarkan fakta sebenarnya.

Dijelaskan Keuchik Ramli, Munawar sudah 12 tahun tidak tinggal lagi di Gampong Bireuen Meunasah Capa. Sekarang, rumahnya berada di tempat lain.

Diakuinya, Munawar memang memiliki KTP dan KK di Bireuen Meunasah Capa dan hingga sekarang tidak pernah memohon surat pindah ke tempat lain. Namun, dia tidak berdomisili di gampong tersebut.

“KTP-nya memang benar masih di Meunasah Capa, tapi dia tidak berdomisili di sini. Tidak cukup dengan KTP dan KK saja. Di persyaratan kan disebutkan, bagi calon keuchik harus bertempat tinggal secara berturut-turut selama tiga tahun di tempat yang bersangkutan,” jelas Ramli Daud.

Disinggung mengenai hak pilih Munawar, menurut, itu tergantung pada Panitia Pemilihan Keuchik (P2K). Kalau membawa KTP asli, katanya, dia memiliki hak pilih. Namun, sewaktu didata dia tidak memiliki rumah di sini.

“Di sini rumah orang tuanya. Sementara dia sudah berkeluarga dan memiliki rumah di tempat lain. Dia ber-KTP di sini, tapi tidak berdomisili di sini. Sudah saya balas juga surat sama dia,” terang Keuchik Ramli. (Rizanur)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Keuchik Saipuni Ajak Masyarakat Bersatu Jaga Warisan Ulama dan Masa Depan Yayasan Almuslim Peusangan

0
KABAR BIREUEN, Jangka — Keuchik Bugak Blang, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Saipuni, S.Pd.I., mendesak pengelolaan Yayasan Almuslim Peusangan dilakukan secara transparan dan akuntabel, terutama...

Kolaborasi Faperta UNIKI dengan Desa Kalasegi, Buka Peluang Ekonomi Baru Berbasis Wisata

0
KABAR BIREUEN, Aceh Tengah – Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) melalui Fakultas Sains Pertanian dan Peternakan (Faperta) mendorong pengembangan potensi wisata Desa Kalasegi, Aceh...

Keuchik Paya Aboe Suarakan Transparansi Pengelolaan Harta Wakaf dan Dukung Pergantian Kepemimpinan Yayasan Almuslim...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan — Keuchik Paya Aboe, Kecamatan Peusangan, Fajri, S.E., menyuarakan transparansi pengelolaan harta wakaf dan penguatan tata kelola Yayasan Almuslim Peusangan. Ia...

Lahirkan Kader Ulama Muda Berprestasi, PKU Tahun 2026 Berakhir Sukses

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang– Pendidikan Kader Ulama (PKU) Tahun 2026 telah berakhir sukses dengan melahirkan kader ulama muda yang berprestasi. Kegiatan yang digelar Majelis Permusyawaratan...

BSI Perkuat Ekosistem Wakaf Produktif, Dorong Potensi Rp180 Triliun Jadi Kekuatan Ekonomi Umat ‎

0
KABAR BIREUEN, Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memperkuat perannya dalam mendorong pengembangan wakaf produktif sebagai salah satu instrumen untuk meningkatkan...

KABAR POPULER

Sejumlah Keuchik di Jangka Serukan Transparansi Harta Wakaf dan Musyawarah Terbuka demi Masa Depan...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Kepedulian terhadap masa depan Yayasan Almuslim Peusangan makin menguat. Sejumlah keuchik di Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen mengharapkan proses pergantian kepemimpinan...

Keuchik Paya Aboe Suarakan Transparansi Pengelolaan Harta Wakaf dan Dukung Pergantian Kepemimpinan Yayasan Almuslim...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan — Keuchik Paya Aboe, Kecamatan Peusangan, Fajri, S.E., menyuarakan transparansi pengelolaan harta wakaf dan penguatan tata kelola Yayasan Almuslim Peusangan. Ia...

Beredar Isu, Proses Perubahan Akta Notaris Yayasan Almuslim Peusangan Tahun 2022 Kuras Biaya Rp460...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Musyawarah IX Yayasan Almuslim Peusangan (YAP) yang berlangsung di Matangglumpangdua pada 28 November 2020, meninggalkan sejumlah teka teki. Mulai dari...

Keuchik Saipuni Ajak Masyarakat Bersatu Jaga Warisan Ulama dan Masa Depan Yayasan Almuslim Peusangan

0
KABAR BIREUEN, Jangka — Keuchik Bugak Blang, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Saipuni, S.Pd.I., mendesak pengelolaan Yayasan Almuslim Peusangan dilakukan secara transparan dan akuntabel, terutama...

Kunjungan Pasien RSUD dr Fauziah Bireuen Meningkat, Direktur: Semua Pasien Dilayani Sesuai Tingkat Kegawatdaruratan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Manajemen RSUD dr Fauziah Bireuen memastikan tidak ada pasien yang diabaikan atau ditelantarkan, meskipun saat ini sedang menghadapi peningkatan jumlah...