Tgk Asnawi Jangka: Laksanakan Ibadah Sebagai Kecintaan Kepada Allah

KABAR BIREUEN– Itulah (karunia) yang (dengan itu) Allah menggembirakan hamba- hamba-Nya yang mencintai-Nya (beriman) dan mengerjakan amal yang shaleh.

Katakanlah: “Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruan cinta-Ku, kecuali cinta dalam kemesraan (kekeluargaan). Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Aku tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (Q.S. Asy-Syura: 23)

Cinta kepada Allah SWT adalah mengutamakan Allah di atas siapapun dan apapun juga. Cinta kepada Allah adalah sikap tunduk, patuh dan berbuat sedaya upaya dengan maksud hanya mengharapkan keridhaan-Nya.

Demikian antara lain Tgk Asnawi Jangka dalam menyampaikan ceramah subuh dihadapan jamaah subuh Masjid Agung Sultan Jeumpa Bireuen, Minggu subuh (20/5/2018).

Dikemukakan, Imam Al Ghazali menjelaskan, cinta kepada Allah adalah tujuan utama dan tertinggi dari seluruh derajat/level spiritual. Setelah derajat kecintaan ini, tidak ada lagi derajat yang lain kecuali buah dari kecintaan itu sendiri. Aktifitas-aktifitas spiritual seperti sabar, taubat, zuhud, dan lain sebagainya itu akan bermuara pada mahabatullah (cinta kepada Allah).

Dikatakan Tgk Asnawi,  nama Rabi’ah Al ‘Adawiyah, tentu tak asing lagi, dia adalah seorang sufi wanita terkenal dari Bahsrah.

Suatu ketika, Rabi’ah Al ‘Adawiyah berziarah ke makam Rasulullah Saw. dan berucap, “Maafkan aku ya Rasulullah, bukan aku tidak mencintaimu tapi hatiku telah tertutup untuk cinta kepada yang lain, karena telah enuh cintaku pada Allah Swt”.

Ucapan Rabi’ah Al ‘Adawiyah di atas mengajarkan bahwa  cinta kepada Allah itu harus mendominasi hati sehingga tidak hadir sesuatu yang lain yang menjadi pesaing bagi-Nya di dalam hati untuk dicintai. Bukan berarti Rabi’ah Al ‘Adawiyah tidak mencintai Rasullah SAW.

Ucapan Rabi’ah Al ‘Adawiyah tersebut mengandung arti bahwa cinta kepada Allah adalah cinta yang utama yang menjadi latarbelakang cinta yang lain termasuk cinta kepada Rasul.

Seorang mu’min yang mencintai Allah dengan sungguh-sungguh pastilah mencintai apa yang di cintai-Nya pula. Rasulullah Saw pernah berdoa, “Ya Allah karuniakan kepadaku kecintaan kepada-Mu, kecintaan kepada orang yang mencintai-Mu dan kecintaan apa saja yang mendekatkan diriku pada kecintaan-Mu. Jadikanlah Dzat-Mu lebih aku cintai daripada air yang dingin bagi orang yang dahaga.” (HR. Abu Nu’aim).

Imam Ghazali juga menerangkan bahwa kata “mahabbah” (kecintaan) berasal dari kata “hubb” yang mempunyai asal kata “habb” dan berarti biji atau inti. Sebagian ahli tasawuf menjelaskan bahwa hubb adalah awal sekaligus akhir dari perjalanan keberagamaan.

Kita mungkin banyak mengalami perbedaan dalam menjalankan syariat disebabkan perbedaan mazhab atau karena perbedaan ijtihad. Namun, rasa cinta kepada Allah Swt adalah kekuatan yang bisa menyatukan perbedaan-perbedaan tersebut, ujar Tgk Asnawi.

Kecintaan kepada Allah Swt tidak hanya kita wujudkan dalam ibadah-ibadah mahdah (hablumminallah) semata, melainkan juga mencakup ibadah-ibadah yang bentuknya interaksi dengan sesama manusia dan alam lingkungan.

Ada satu kisah, sewaktu masih kecil, Husain (cucu Rasulullah Saw) pernah bertanya kepada ayahnya, yaitu Ali bin Abi Thalib, “Apakah engkau mencintai Allah?” Ali RA menjawab, “Ya”. Lalu Husain bertanya lagi, “Apakah engkau mencintai kakek dari Ibu?” Ali RA menjawab, “Ya”.

Husain bertanya lagi, “Apakah engkau mencintai Ibuku?” Ali RA pun menjawab, “Ya”. Husain kecil kembali bertanya, “Apakah engkau mencintaiku?” Ali RA menjawab, “Ya”.

Husain kecil yang masih polos itu mengajukan pertanyaan terakhir, “Ayahku, bagaimana engkau menyatukan begitu banyak cinta di hatimu?” Kemudian Ali RA menjelaskan, “Anakku, pertanyaanmu hebat! Cintaku pada kekek dari ibumu (Rasulullah Saw), ibumu (Fatimah RA) dan cintaku kepada engkau adalah karena cintaku kepada Allah Swt”.

Karena sesungguhnya semua cinta itu merupakan cabang-cabang dari cinta yang utama yaitu cinta kepada Allah. Setelah mendengar jawaban dari ayahnya itu Husain jadi tersenyum mengerti. (H.AR Djuli)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Upacara Peringatan HUT ke-27 Bireuen, Bupati Mukhlis Ajak Semua Elemen Bersinergi Bangun Daerah

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat sinergi dan gotong royong untuk mendorong pembangunan daerah yang...

BSI Perkuat Akses Pembiayaan dan Sertifikasi Halal UMKM Aceh, Siapkan 275 Kuota

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Regional Aceh memperkuat dukungan terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)...

Inovasi Air Buangan untuk Sawah Petani, Kadistanbun Bireuen Dampingi TA Khalid Kunjungi Water Intake...

0
KABAR BIREUEN,Kuta Blang – Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Kabupaten Bireuen, Mulyadi, S.E., M.M., mendampingi Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Dr. Ir. H....

Perkuat Perkaderan, HMI Bireuen Gelar Follow Up Pamungkas dan Kenduri Alam di Krueng Simpo

0
KABAR BIREUEN, Juli - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bireuen menggelar kegiatan Follow Up Pamungkas dan Kenduri Alam bagi kader dan keluarga besar di...

Mutasi 199 Personel di Tubuh Polri, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

0
KABAR BIREUEN, Jakarta – Polri melakukan mutasi terhadap 199 personel yang terdiri dari Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen). Mutasi tersebut tertuang dalam...

KABAR POPULER

Bupati Mukhlis Tutup Rangkaian Perlombaan Semarakkan HUT ke-27 Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T secara resmi menutup rangkaian kegiatan perlombaan dalam rangka peringatan  Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27...

TA Khalid: Masa Pemerintahan Presiden Prabowo Harga Pupuk Bersubsidi Paling Murah

0
KABAR BIREUEN, Peusangan - Mulai tahun 2025, Pemerintah resmi menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi di tingkat pengecer sebesar 20 persen. "Pada masa Presiden...

Perkuat Perkaderan, HMI Bireuen Gelar Follow Up Pamungkas dan Kenduri Alam di Krueng Simpo

0
KABAR BIREUEN, Juli - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bireuen menggelar kegiatan Follow Up Pamungkas dan Kenduri Alam bagi kader dan keluarga besar di...

Inovasi Air Buangan untuk Sawah Petani, Kadistanbun Bireuen Dampingi TA Khalid Kunjungi Water Intake...

0
KABAR BIREUEN,Kuta Blang – Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Kabupaten Bireuen, Mulyadi, S.E., M.M., mendampingi Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Dr. Ir. H....

Meriahkan HUT ke-27 Bireuen, 17 Tim Ikuti Lomba Toet Budee Trieng Piala Bupati

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Sebanyak 17 tim perwakilan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) se-Kabupaten Bireuen mengikuti Lomba Toet...