Survei Mapala ALASKA Umuslim, Ungkap Fakta Ancaman Serius di DAS Krueng Peusangan

KABAR BIREUEN, Peusangan – Pascabencana banjir dan longsor, Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) ALASKA Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen melakukan survei perubahan morfologi Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Peusangan, Kamis (1/1/2026).

Hasil awal survei mengungkap dampak ekologis serius, termasuk hilangnya sedikitnya 105 unit rumah warga di sepanjang bantaran sungai.

Survei tersebut dilakukan sebagai respons atas bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Bireuen dan sekitarnya. Kegiatan ini didukung Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Cabang Bireuen serta melibatkan mahasiswa Umuslim.

Pengarungan sungai dilakukan mulai pukul 14.00 hingga 17.30 WIB, dengan titik awal di Jembatan Teupin Mane, Kecamatan Juli, dan berakhir di Jembatan Pante Lhong (Peusangan)–Kubu (Peusangan Siblah Krueng) .

BACA JUGA: Anak-anak Korban Banjir dan Kelompok Rentan di Bireuen Dapat Pendampingan Psikososial dari Tim PKM Umuslim

Tim lapangan terdiri dari anggota Mapala ALASKA dengan tim air dipimpin Captain Fikri Agustin, didampingi pendayung Muhammad Alda, Saifa Arianda, Wiranda Saputra, Imam Apriliansyah, Afriza Fanni, dan Waisul Qarani.

“Survei ini dilakukan sebagai respons atas bencana banjir dan longsor yang berdampak serius secara ekologis maupun sosial di sepanjang aliran Krueng Peusangan,” ujar Hafizam, didampingi Fikri Agustin, kepada wartawan, Jumat (2/1/2026).

Dijelaskannya, kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengamati dampak fisik bencana, tetapi juga menjadi sarana edukasi publik mengenai pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Berdasarkan hasil observasi lapangan dan analisis awal menggunakan citra Google Earth serta platform Bhumi ATR/BPN, tim menemukan sedikitnya 105 unit rumah warga hilang, serta lima jembatan rangka baja dan satu jembatan gantung kayu rusak atau terputus akibat terjangan banjir dan longsor.

DAS Krueng Peusangan yang telah rusak diterjang banjir. Foto: Dok. Mapala ALASKA Umuslim)

Selain itu, perubahan signifikan pada morfologi sungai juga teridentifikasi, terutama pelebaran alur sungai akibat erosi tebing yang masif. Kondisi ini dinilai berkaitan erat dengan aktivitas galian C, pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit, serta deforestasi yang melemahkan fungsi alami DAS sebagai penahan sedimen dan pengendali aliran air.

“Perubahan ini menegaskan pentingnya penegakan aturan pemanfaatan ruang dan perlindungan bantaran sungai sebagaimana diatur dalam regulasi lingkungan hidup dan sumber daya air,” lanjut Hafizam.

Menurutnya, survei dilakukan menggunakan metode pengarungan sungai (rafting) untuk menjangkau area yang sulit diakses dari darat. Selama survei, tim melakukan estimasi visual penampang sungai, pengamatan kondisi tebing, serta dokumentasi menggunakan kamera ponsel dan pengambilan citra udara dengan drone.

Dokumentasi udara dilakukan Iqram Maulana selaku pilot drone, sementara dukungan transportasi darat ditangani Hafizh. Seluruh tim telah dibekali kemampuan dasar water rescue, meski aspek keselamatan tetap menjadi perhatian utama selama kegiatan berlangsung.

BACA JUGA: Hari Ketiga Distribusi Bantuan, Tim Satgas Umuslim Jangkau Lima Gampong Terdampak Banjir di Peusangan Siblah Krueng

“Survei ini menjadi langkah awal untuk membaca ulang kondisi ekologis DAS Krueng Peusangan secara objektif, agar kebijakan pascabencana tidak mengulang kesalahan yang sama,” ujar perwakilan Mapala ALASKA Umuslim.

Hasil awal survei menunjukkan data lapangan yang cukup lengkap, meliputi foto, video, rekaman drone, serta analisis spasial awal berbasis citra satelit. Temuan ini menegaskan, penanganan pascabencana tidak cukup berhenti pada tahap tanggap darurat, tetapi harus dilanjutkan dengan evaluasi menyeluruh terhadap tata ruang dan pengelolaan lingkungan.

Ke depan, hasil survei ini diharapkan dapat mendorong penguatan pengawasan lingkungan, penataan ulang pemanfaatan ruang, serta penerapan aturan bantaran sungai secara konsisten di sepanjang DAS Krueng Peusangan.

Temuan tersebut sekaligus mencerminkan tantangan besar pengelolaan daerah aliran sungai di Indonesia yang semakin rentan terhadap bencana hidrometeorologi, sehingga membutuhkan komitmen kebijakan yang tegas dan berkelanjutan. (Suryadi) 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Polres Bireuen Sukses Amankan Pawai Karnaval HUT ke-81 RI di Pusat Kota Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Polres Bireuen bersinergi dengan instansi terkait sukseskan jalannya pawai karnaval dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang berlangsung...

Malam Apresiasi Festival Pawai Budaya, Ini Juara Karnaval HUT ke-81 RI

0
KABAR BIREUEN, Bireuen -Pemerintah Kabupaten Bireuen (Pemkab) melalui Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen mengelar Malam Apresiasi Festival Pawai Budaya dalam rangka menyemarakan...

Bupati Bireuen Bubarkan Paskibraka 2026

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menggelar malam resepsi dan pembubaran Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bireuen 2026 dalam rangka Hari Ulang...

Perkuat Gerbang Pembayaran Nasional, BSI Luncurkan Hasanah KKI Card

0
KABAR BIREUEN, ‎Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) terus berkontribusi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui berbagai solusi pengelolaan finansial yang aman,...

Rumah Warga Mata Ie Ludes Terbakar, Ketua PMI Bireuen Langsung Salurkan Bantuan Masa Panik

0
KABAR BIREUEN, Peusangan Selatan - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen, Edi Saputra, S.H., M.M., turun langsung mengantarkan bantuan masa panik kepada warga...

KABAR POPULER

Malam Apresiasi Festival Pawai Budaya, Ini Juara Karnaval HUT ke-81 RI

0
KABAR BIREUEN, Bireuen -Pemerintah Kabupaten Bireuen (Pemkab) melalui Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen mengelar Malam Apresiasi Festival Pawai Budaya dalam rangka menyemarakan...

Bupati Bireuen Bubarkan Paskibraka 2026

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menggelar malam resepsi dan pembubaran Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bireuen 2026 dalam rangka Hari Ulang...

Dilepas Bupati Mukhlis, Pawai Budaya HUT ke-81 RI di Bireuen Meriah

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen setempat menggelar Festival Pawai Budaya. Kegiatan dalam rangka memperingati Hari...

Rumah Warga Mata Ie Ludes Terbakar, Ketua PMI Bireuen Langsung Salurkan Bantuan Masa Panik

0
KABAR BIREUEN, Peusangan Selatan - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen, Edi Saputra, S.H., M.M., turun langsung mengantarkan bantuan masa panik kepada warga...

Anggota Paskibraka Bireuen 2026 Sukses Laksanakan Tugas

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bireuen 2026 telah sukses dan tuntas mengemban tugas mulia mengibarkan serta menurunkan Bendera Merah...