KABAR BIREUEN-Selama seperempat abad berdirinya Sekolah Menegah Kejuruan Kesehatan Muhammadiyah di Bireuen sejak tahun 1994 berawal dari namanya  Sekolah Perawat Kesehatan (SPK)  telah banyak lahirkan tenaga kesehatan yang berguna bagi masyarakat

Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam menempuh hidup dan kehidupan bagi masyarakat.

Karena itu, Sekolah Menengah Kejuruan Kesehatan Muhammadiyah satu-satunya sekolah kejuruan kesehatan swasta di Bireuen akan terus mendidik kader-kader kesehatan yang handal untuk kebutuhan masyarakat.

Kepala SPK Muhammadiah Bireuen  Usman, S Pd menjelaskan hal itu kepada Kabar Bireuen di ruang kerjanya, Kamis (17/10/2019).

Dikatakan, jumlah siswa SMK Muhammadiah Bireuen tahun 2019 sebanyak 142 orang didominasi siswi sebanyak 111 orang dan  siswa sebanyak 33 orang berasal dari siswa-siswi dalam Kabupaten Bireuen dan dari luar Kabupaten Bireuen.

“SPK Muhammadiah Bireuen yang dipimpinnya memiliki 20 tenaga pengajar berbagai bidang studi keahlian akan terus mendidik siswa-siwinya menjadi kader  kesehatan yang berguna bagi masyarakat,” papar Usman,S Pd.

Selama seperempat abad berdirinya SMK Kesehatan Muhammadiah Bireuen (dulu SPKM)  telah lahirkan ratusan tenaga kesehatan.

“Para alumni SMK Kesehatan Muhammadiah Bireuen ada yang melanjutkan pendidikan ke Akademi Tranfusi Darah Jakata, Akper Muhammadiah Bireuen  dan Perguruan tinggi lainnya di Aceh dan luar Aceh,” sebutnya.

Para alumni SMKM (SPKM) Bireuen yang telah selesai melanjutnya studinya di Akademi maupun perguruan tinggi telah banyak menjadi tenaga kesehatan di Rumah Sakit Pemerintah dan Rumah Sakit Swasta.

Salah seorang Alumni SMKM (SPKM) Bireuen Nurmalia sudah menjadi PNS di Unit Transfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Umum dr Fauziah Bitreuen. (H.AR Djuli).

BAGIKAN