KABAR BIREUEN – Rektor perguruan tinggi swasta (PTS) yang rangkap jabatan sebagai anggota legislatif tidak melanggar dengan aturan.

Hal tersebut dikemukakan Dr. H. Amiruddin Idris, SE MSi, Rektor Universitas Almuslim (Umuslim) Kabupaten Bireuen dalam sambutannya pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW, syukuran Universitas Terbaik Aceh, Program Studi Unggul, Dosen Teladan dan peusijuk dosen yang telah menyelesaikan S3 (doktor) dalam lingkup Umuslim, di AAC Ampon Chiek Peusangan, Rabu (4/12/2019).

Menurut Amiruddin, meskipun ia telah menduduki jabatan sebagai Anggota DPR Aceh, bukan berarti tidak boleh lagi menjabat sebagai rektor.

“Saya merangkap jabatan sebagai Rektor Umuslim sekaligus Anggota DPRA, tidak ada aturan yang saya langgar. Baik aturan dikti, maupun tatib di dewan,” katanya.

Amiruddin juga menegaskan, dirinya bukan tidak mau melepas jabatan rektor saat ini. Namun perlu dipersiapkan pengganti yang memenuhi syarat.

“Masalah jabatan rektor akan saya serahkan kepada kader-kader muda. Jabatan rektor itu ada aturan dan mekanisme sendiri, jadi jangan sampai terprovokasi dengan pihak-pihak yang ingin menghancurkan Umuslim ini,” tegas suami Hj. Nuryani Rachman ini.

Akademisi yang sukses menuliskan beberapa buku ini mengungkapkan, bahwa dari Umuslim sekarang ada 2 ribu orang menggantung hidupnya.

“Tidak kurang 300 orang yang bekerja di Umuslim saat ini, baik sebagai dosen maupun karyawan. Mereka ini semua memiliki tanggung jawab menghidupi keluarganya, yang rata-rata 3-5 orang, dan sumber penghasilan dari kampus ini,” ungkap Rektor Amiruddin Idris.

Terkait dengan merosotnya jumlah mahasiswa di Umuslim, Wakil Bupati Bireuen periode 2002-2007 ini menanggapi, bahwa itu hanya terjadi pada prodi tertentu, seperti prodi biologi. Itu disebabkan karena faktor kejenuhan masyarakat yang melihat peluang kerja.

“Sedangkan prodi PGSD FKIP saat ini justru mahasiswanya membludak,” pungkasnya.(Rizanur)

BAGIKAN