KABAR BIREUEN- Pendidikan dan Latihan Calon Pengawas Sekolah dalam bentuk kegiatan In The Job Training (IJT) sangat penting dalam rangka memberikan kesempatan kepada pendidik yang berminat untuk menjadi Cawas mulai jenjang Taman Kanak-kanak hingga SMP.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bireuen. Drs M Nasir M.,Pd, dalam arahannya pada pembukaan Diklat IJT ke I tahun 2020, di Hotel Fajar Bireuen, Sabtu (7/11/2020).

Dijelaskan, sebagaimana diketahui keberadaan jumlah pengawas sekolah yang ada di Kabupaten Bireuen sangat terbatas.Sebagai contoh jumlah SMP di Kabupaten Bireuen sebanyak 92 sekolah sedangkan jumlah pengawas yang ada saat ini hanya 3 orang, jumlah tersebut sangatlah kurang.

Seharusnya setiap 1 orang pengawas sekolah, membina 7- 10 sekolah, berarti kita butuh sekitar 12 orang pengawas, kata M. Nasir.

Dikatakan, Pengawas Sekolah memiliki peran strategis untuk melaksanakan pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan.

“Tugas pokok pengawas sekolah, meliputi penyusunan program pengawasan, pelaksanaan pembinaan, pemantauan pelaksanaan 8 standar nasional. Yaitu, pendidikan, penilaian, pembimbingan dan pelatihan profesional guru, evaluasi hasil pelaksanaan program pengawas. keberadaan pengawas sekolah ibarat pengendali mutu,” jelasnya,

Menurutnya, dengan tersedia dan berfungsi dengan baik pengawas sekolah, tugas Disdikbud akan lebih ringan karena pengawas sekolah menjadi garda terdepan penyampaian informasi ke sekolah maupun sebaliknya.

Disampaikan, bagaimana sekarang kita bisa mengembalikan kewibawaan pengawas sekolah seperti penilik sekolah di era 70-an.

Oleh karena pengawas sekolah memiliki peran penting untuk memajukan dunia pendidikan.

“Kami mengharapkan peserta agar mengikuti kegiatan ini sebaik-baiknya, dengan penuh disiplin dan bertanggung jawab, dengan demikian, hasilnya yang diperoleh sesuai yang diharapkan,” sebut Kadisdikbud Bireuen ini.

Sebelumnya panitia pelaksana Asmudi S. Pd, M.Pd menjelaskan, para peserta kegiatan adalah calon pengawas sekolah jenjang TK, SD, SMP berjumlah 27 orang, terdiri cawas TK 6 orang, SD 6 orang dan SMP 15 orang.

Pemateri berasal dari LPMP Provinsi Aceh dan didamping 1 orang supervisor dari LPPKS Solo sebagai leading sektor

“Semua calon pengawas yang ikut dalam diklat ini, sebelumnya sudah mengikuti On The Job Training I (OJT I),” ujar Asmudi.

Menurutnya, Plt Kabid Pembinaan Ketenagaan Disdikbud Bireuen ini, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan ketajaman berfikir dan peningkatan kecakapan dan kompetensi Cawas tentang pengawasan dan Monitoring.

Pendidikan dan Latihan In Jop Training atau kegiatan In Service Training (Ist) -1 ini, berlangsung selama enam hari, mulai 7-12 November 2020, di Hotel Fajar Bireuen, dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Kegiatan ini, kerjasama antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Aceh dan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) Pusat,”  pungkas Asmudi. (Herman Suesilo).

 

BAGIKAN