Senin, 29 Juni 2026

Pulihkan Ketahanan Pangan Masyarakat, Mahasiswa Umuslim Manfaatkan Tanah Sedimen Banjir untuk Budidaya Padi dan Hortikultura dalam Polibag

KABAR BIREUEN, Kuta Blang – Sebanyak 50 mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Kabupaten Bireuen, turun langsung membantu memulihkan ketahanan pangan warga terdampak banjir di Gampong Cot Ara, Kecamatan Kuta Blang. Melalui Program Mahasiswa Berdampak 2026, mereka mengembangkan budidaya padi dan tanaman hortikultura menggunakan tanah sedimen banjir sebagai media tanam.

Program pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian tersebut, salah satu upaya nyata membantu warga bangkit setelah lahan pertanian mereka terdampak banjir.

Ketua tim pengabdian, Prof. Dr. Halus Satriawan, S.P., M.Si, mengatakan kegiatan tersebut melibatkan 50 mahasiswa dari empat program studi, yakni Agroteknologi, Agribisnis, Kehutanan, dan Ilmu Lingkungan.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang didanai Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, untuk mendorong mahasiswa terlibat langsung dalam upaya pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana,” ujar Halus Satriawan, Kamis (12/3/2026).

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa didampingi tiga dosen pembimbing, yakni Prof. Dr. Halus Satriawan, S.P., M.Si, Naya Desparita, S.P., M.Si, dan Khairunnisak, S.Pd., M.Pd. Program tersebut juga melibatkan kerja sama dengan Kelompok Tani Tamita Beuna serta Tim Penggerak PKK Gampong Cot Ara.

BACA JUGA: Inovasi Mahasiswa Umuslim, Kembangkan Aplikasi Pendataan Tanggap Darurat Bencana

Koordinator mahasiswa, Desta, menjelaskan kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat memperkuat ketahanan pangan keluarga setelah banjir yang melanda wilayah tersebut.

“Kami mencoba menghadirkan solusi sederhana yang bisa langsung diterapkan oleh masyarakat,” kata Desta di sela kegiatan di Gampong Cot Ara.

Berbagai kegiatan dilakukan dalam program pengabdian tersebut, mulai dari pembangunan sarana air, penyemaian benih, budidaya tanaman pangan dan hortikultura, produksi pupuk organik, hingga pemasaran hasil pertanian.

Program diawali dengan koordinasi bersama perangkat desa dan kelompok masyarakat. Selanjutnya mahasiswa membangun sumur bor sebagai sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian sekaligus kebutuhan warga.

Foto bersama mahasiswa Umuslim dengan warga Gampong Cot Ara. (Foto: Dok. Umuslim)

Setelah sarana air tersedia, mahasiswa bersama masyarakat mengembangkan budidaya tanaman hortikultura seperti cabai, terong, tomat, pakcoy, serta padi gogo melalui penyemaian dan penyiapan media tanam yang memanfaatkan tanah sedimen banjir yang menutupi sawah warga.

Selain itu, mahasiswa juga memperkenalkan teknologi sederhana pembuatan pupuk cair organik dari bonggol pisang yang difermentasi. Pupuk tersebut digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanaman sekaligus dibagikan kepada masyarakat.

“Kami ingin masyarakat dapat memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan di sekitar untuk meningkatkan produktivitas pertanian secara ramah lingkungan,” ujar Desta bersama Raja, koordinator mahasiswa lainnya.

Tidak hanya fokus pada sektor pertanian, mahasiswa juga membantu perangkat desa melakukan pendataan warga terdampak banjir agar proses penyaluran bantuan dapat berjalan lebih efektif.

Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd, menyambut baik program yang dilaksanakan mahasiswa dan dosen di Gampong Cot Ara tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan implementasi nyata peran perguruan tinggi dalam membantu masyarakat menghadapi dampak bencana.

BACA JUGA: Solusi Air Bersih Pascabencana, Mahasiswa Umuslim Pasang Filter Air Siap Konsumsi untuk Warga Pante Lhong

“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini mahasiswa dapat belajar langsung mengenai kondisi masyarakat pascabencana sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pemulihan mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam program pemberdayaan masyarakat sangat penting karena mereka dapat menjadi agen perubahan yang menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan.

Program pemberdayaan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Selain menerima bantuan bibit tanaman, warga juga memperoleh pengetahuan baru mengenai teknik budidaya tanaman dan pemanfaatan pupuk organik.

Melalui program penguatan ketahanan pangan pascabencana ini, masyarakat Gampong Cot Ara diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus mengembangkan kegiatan pertanian secara mandiri dan berkelanjutan. (Red) 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Sekda Aceh dan PLN Pusat Bahas Prospek Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Aceh

0
KABAR BIREUEN, Jakarta - Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menghadiri pertemuan yang membahas prospek pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Aceh bersama...

UNIKI dan Forum PLKP Jalin Kemitraan Strategis, Buka Peluang Magang dan Sertifikasi Kompetensi bagi...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (Forum PLKP) melalui...

Tenggelam Saat Mencari Tiram di Tambak Gampong Alue Kuta, Bocah Enam Tahun Meninggal Dunia

0
KABAR BIREUEN, Jangka–Seorang anak laki-laki berusia enam tahun, Muhammad Altaf, warga Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, meninggal dunia setelah tenggelam tambak ikan...

Menaker: Standar Kerja Layak Era Digital akan Jadi Acuan Penguatan Regulasi Ketenagakerjaan

0
KABAR BIREUEN, Majalengka – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan Konvensi Internasional Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) tentang kerja layak di era digital akan menjadi acuan dalam...

Menang Dramatis 4-3 atas Persas Sabang, PSSB Bireuen U-12 Raih Juara III Piala Presiden...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Tim PSSB Bireuen Junior Usia 12 Tahun (U-12) berhasil mengukir prestasi dengan meraih juara ketiga pada Festival Sepak Bola...

KABAR POPULER

Lantik 173 Pejabat, Bupati Bireuen Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan, Kalau Ketahuan Dicopot

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 173 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen, Jumat (26/6/2026) sore di...

Sudah Dua Bulan Diproses, Polres Bireuen Belum Tetapkan Status Hukum Kasus Dugaan Penghinaan Wartawan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Zulfikar Muhammad, kuasa hukum M. Ilham bin Sakubat, wartawan wilayah liputan Bireuen, mendesak Polres Bireuen segera memberikan kepastian hukum atas...

Tenggelam Saat Mencari Tiram di Tambak Gampong Alue Kuta, Bocah Enam Tahun Meninggal Dunia

0
KABAR BIREUEN, Jangka–Seorang anak laki-laki berusia enam tahun, Muhammad Altaf, warga Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, meninggal dunia setelah tenggelam tambak ikan...

Menang Dramatis 4-3 atas Persas Sabang, PSSB Bireuen U-12 Raih Juara III Piala Presiden...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Tim PSSB Bireuen Junior Usia 12 Tahun (U-12) berhasil mengukir prestasi dengan meraih juara ketiga pada Festival Sepak Bola...

Desak Bahlil Batalkan PoD Blok Andaman, Warga Aceh Demo Kementerian ESDM

0
KABAR BIREUEN, Jakarta– Aksi damai ratusan warga Aceh dari paguyuban Taman Iskandar Muda (TIM) digelar depan Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta...