KABAR BIREUEN, Peusangan – Mahasiswa dan dosen Universitas Almuslim (Umuslim) berhasil mengembangkan aplikasi pendataan tanggap darurat bencana berbasis digital yang mampu mempercepat pengumpulan dan penyajian informasi kondisi korban serta kebutuhan masyarakat secara real-time. Inovasi ini bahkan telah diuji coba di Gampong Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, salah satu desa yang terdampak parah banjir pada akhir 2025 lalu.
Pengembangan aplikasi tersebut merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak 2026 yang dilaksanakan mahasiswa Umuslim di Gampong Pante Lhong. Program ini mendapat dukungan dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) sebagai bentuk dorongan terhadap inovasi mahasiswa yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sistem pendataan bencana ini dirancang untuk mempercepat proses pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data kondisi darurat secara digital dan terintegrasi. Aplikasi tersebut telah diserahkan kepada perangkat desa Gampong Pante Lhong dan diterima langsung keuchik setempat, Murizal Haryanto, Minggu (8/3/2026).
Pengembangan inovasi ini digerakkan mahasiswa Umuslim di bawah bimbingan dosen pembimbing Dr. Imam Muslem R, M.Kom, Zulkifli, M.Kom, dan Dr. Cut Azizah, MT. Meski masih ada beberapa fitur yang terus disempurnakan, sistem tersebut sudah dapat digunakan oleh masyarakat dan perangkat desa.
“Walaupun masih ada beberapa item yang sedang disempurnakan, secara proses aplikasi ini sudah dapat digunakan oleh masyarakat dan perangkat desa,” kata Dr. Imam Muslem R., M.Kom didampingi Zulkifli, M.Kom.
Selain membangun sistem, tim juga menggelar pelatihan bagi perangkat desa dan relawan lapangan agar teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dalam situasi darurat.
“Melalui pelatihan ini, peserta dibekali keterampilan melakukan input data korban, kondisi wilayah terdampak, serta kebutuhan prioritas masyarakat secara mandiri dan real-time,” jelas Imam.

Aplikasi ini memungkinkan seluruh data lapangan terintegrasi dalam satu sistem digital yang dapat diakses secara luas. Informasi yang terkumpul kemudian divisualisasikan dalam bentuk infografis interaktif sehingga masyarakat, relawan, dan pemangku kepentingan dapat memantau situasi bencana dengan cepat dan akurat.
Melalui dashboard analitik, pengguna dapat melihat berbagai ringkasan data penting seperti sebaran warga terdampak, kondisi kesehatan masyarakat, tingkat kebutuhan prioritas, dampak kerusakan rumah, kebutuhan mendesak di lapangan, kondisi penyintas disabilitas, jenjang pendidikan warga terdampak, hingga komposisi jumlah anggota keluarga.
Menurut Imam, sistem ini dirancang untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data selama masa tanggap darurat.
“Pendataan manual sering memperlambat distribusi bantuan. Dengan sistem digital ini, data lapangan dapat langsung terintegrasi dan divisualisasikan secara informatif sehingga respons penanganan bencana menjadi lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujarnya.
Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd, mengapresiasi kontribusi dosen dan mahasiswa yang telah menghadirkan solusi teknologi bagi masyarakat terdampak bencana.
“Inisiatif ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan riset, tetapi juga penggerak solusi nyata bagi persoalan kemanusiaan. Kami bangga atas dedikasi dosen dan mahasiswa Umuslim yang bekerja langsung bersama masyarakat,” ungkapnya.
Harapannya, aplikasi pendataan ini dapat diterapkan sebagai model transformasi digital penanganan bencana berbasis komunitas di daerah terdampak bencana. (Red)











