Sabtu, 18 April 2026

Inovasi Mahasiswa Umuslim, Kembangkan Aplikasi Pendataan Tanggap Darurat Bencana

KABAR BIREUEN, Peusangan – Mahasiswa dan dosen Universitas Almuslim (Umuslim) berhasil mengembangkan aplikasi pendataan tanggap darurat bencana berbasis digital yang mampu mempercepat pengumpulan dan penyajian informasi kondisi korban serta kebutuhan masyarakat secara real-time. Inovasi ini bahkan telah diuji coba di Gampong Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, salah satu desa yang terdampak parah banjir pada akhir 2025 lalu.

Pengembangan aplikasi tersebut merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak 2026 yang dilaksanakan mahasiswa Umuslim di Gampong Pante Lhong. Program ini mendapat dukungan dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) sebagai bentuk dorongan terhadap inovasi mahasiswa yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Sistem pendataan bencana ini dirancang untuk mempercepat proses pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data kondisi darurat secara digital dan terintegrasi. Aplikasi tersebut telah diserahkan kepada perangkat desa Gampong Pante Lhong dan diterima langsung keuchik setempat, Murizal Haryanto, Minggu (8/3/2026).

Pengembangan inovasi ini digerakkan mahasiswa Umuslim di bawah bimbingan dosen pembimbing Dr. Imam Muslem R, M.Kom, Zulkifli, M.Kom, dan Dr. Cut Azizah, MT. Meski masih ada beberapa fitur yang terus disempurnakan, sistem tersebut sudah dapat digunakan oleh masyarakat dan perangkat desa.

BACA JUGA: Solusi Air Bersih Pascabencana, Mahasiswa Umuslim Pasang Filter Air Siap Konsumsi untuk Warga Pante Lhong

“Walaupun masih ada beberapa item yang sedang disempurnakan, secara proses aplikasi ini sudah dapat digunakan oleh masyarakat dan perangkat desa,” kata Dr. Imam Muslem R., M.Kom didampingi Zulkifli, M.Kom.

Selain membangun sistem, tim juga menggelar pelatihan bagi perangkat desa dan relawan lapangan agar teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dalam situasi darurat.

“Melalui pelatihan ini, peserta dibekali keterampilan melakukan input data korban, kondisi wilayah terdampak, serta kebutuhan prioritas masyarakat secara mandiri dan real-time,” jelas Imam.

Keuchik Pante Lhong, Murizal Haryanto,  sedang berdiskusi saat launching aplikasi tersebut. (Foto: Dok. Umuslim)

Aplikasi ini memungkinkan seluruh data lapangan terintegrasi dalam satu sistem digital yang dapat diakses secara luas. Informasi yang terkumpul kemudian divisualisasikan dalam bentuk infografis interaktif sehingga masyarakat, relawan, dan pemangku kepentingan dapat memantau situasi bencana dengan cepat dan akurat.

Melalui dashboard analitik, pengguna dapat melihat berbagai ringkasan data penting seperti sebaran warga terdampak, kondisi kesehatan masyarakat, tingkat kebutuhan prioritas, dampak kerusakan rumah, kebutuhan mendesak di lapangan, kondisi penyintas disabilitas, jenjang pendidikan warga terdampak, hingga komposisi jumlah anggota keluarga.

Menurut Imam, sistem ini dirancang untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data selama masa tanggap darurat.

“Pendataan manual sering memperlambat distribusi bantuan. Dengan sistem digital ini, data lapangan dapat langsung terintegrasi dan divisualisasikan secara informatif sehingga respons penanganan bencana menjadi lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujarnya.

BACA JUGA: Mahasiswa Jepang Turun ke Lokasi Terdampak Banjir di Bireuen, Kolaborasi Umuslim–NGU Wujudkan Solidaritas Global

Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd, mengapresiasi kontribusi dosen dan mahasiswa yang telah menghadirkan solusi teknologi bagi masyarakat terdampak bencana.

“Inisiatif ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan riset, tetapi juga penggerak solusi nyata bagi persoalan kemanusiaan. Kami bangga atas dedikasi dosen dan mahasiswa Umuslim yang bekerja langsung bersama masyarakat,” ungkapnya.

Harapannya, aplikasi pendataan ini dapat diterapkan sebagai model transformasi digital penanganan bencana berbasis komunitas di daerah terdampak bencana. (Red)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Meninggal

0
KABAR BIREUEN, Jakarta - Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah berpulang ke rahmatullah, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang. Kabar duka...

Seru dan Edukatif, Siswa Sukma Bangsa Bireuen Jelajah Museum Rumah Aceh Pijay 

0
KABAR BIREUEN, Pidie Jaya - Sebanyak 51 siswa kelas V-Komet dan V-Matahari SD Sukma Bangsa Bireuen mengikuti kegiatan school visit ke Museum Rumah Aceh...

Fenomena ‘Flexing’ di Media Sosial: Pintu Masuk Ditjen Pajak Memantau Profil Wajib Pajak

0
Oleh: Sarah Rifqi Mauliza Mahasiswi Fakultas Hukum UNIKI FENOMENA 'flexing' atau pamer kekayaan di media sosial kini tak lagi sekadar soal gaya hidup atau pencitraan. Di...

Selamat Ulang Tahun ke-9 Kabar Bireuen

0
Oleh: Anwar, S.Ag, M.A.P Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen SEMBILAN tahun bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah media lokal untuk bertahan di tengah hantaman gelombang...

677 Hektare Sawah Rusak Sedang di Bireuen Mulai Direhabilitasi Pascabanjir

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten (Prmkab) Bireuen melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan mulai melakukan pembersihan dan pembenahan lahan persawahan yang rusak sedang seluas...

KABAR POPULER

Petisi Belum Diteken, Koalisi Gerakan Sipil Bireuen Tagih Komitmen Bupati Mukhlis

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Koalisi Gerakan Sipil Kabupaten Bireuen menyatakan kekecewaan mendalam terhadap sikap Bupati Bireuen yang dinilai belum menepati komitmennya untuk menandatangani petisi tuntutan pemenuhan...

677 Hektare Sawah Rusak Sedang di Bireuen Mulai Direhabilitasi Pascabanjir

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten (Prmkab) Bireuen melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan mulai melakukan pembersihan dan pembenahan lahan persawahan yang rusak sedang seluas...

Selamat Ulang Tahun ke-9 Kabar Bireuen

0
Oleh: Anwar, S.Ag, M.A.P Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen SEMBILAN tahun bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah media lokal untuk bertahan di tengah hantaman gelombang...

Temui Menteri ATR/BPN, Bupati Mukhlis Tuntaskan Kebuntuan RTRW Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Jakarta — Setelah bertahun-tahun terhambat, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bireuen akhirnya mencapai titik terang. Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, memastikan...

Refleksi Sembilan Tahun Kabar Bireuen: Tetap Konsisten Jaga Independensi dan Integritas

0
MEDIA pers bukan sekadar tempat menayangkan informasi. Ia adalah alat kontrol sosial. Media hadir untuk mengawasi kekuasaan, menyuarakan kepentingan publik, dan menjaga akal sehat...