KABAR BIREUEN – Sesuai amanat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan instruksi Gubernur (Ingub) Aceh Nova Iriansyah, selaku Pemegang Saham Pengendali PT Bank Aceh Syariah (BAS) , saat ini Sekretaris Daerah Aceh Taqwallah, selaku Plt Komisaris Utama (Komut) PT BAS, terus melakukan pembenahan di semua lini.

Taqwallah optimis, dengan komitmen penuh seluruh pemangku kebijakan plus jajaran manajemen operasional di PT BAS, maka pada bulan September, bank ini sudah memiliki standar baku, terutama terkait pelayanan prima kepada nasabah.

Hal tersebut disampaikan Taqwallah, saat membuka Rapat presentasi dan pemaparan dari Kepala Kantor Pusat Operasi dan para Kepala Cabang PT BAS se-Aceh dan Sumatera Utara, yang digelar secara daring via konverensi video, di ruang rapat Sekda Aceh, Rabu (11/8/2021).

“Dengan berbagai pembenahan yang sedang dan terus kita lakukan ini, Insya Allah pada bulan September BAS sudah akan berjalan mulus. Kita akan terus lanjutkan perjuangan ini. Sesuai amanat RUPS dan instruksi Pak Gubernur, pembenahan ke arah yang lebih baik harus kita lakukan, demi kepuasan nasabah dan seluruh masyarakat Aceh,” ujar Sekda.

Pada kegiatan yang berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan ini, Taqwallah turut didampingi oleh Komisaris Independen PT BAS Mirza Tabrani, Dewan Pengawas Syariah PT BAS Prof Syahrizal Abbas dan Prof Alyasa’ Abubakar, Direktur Utama PT BAS Haizir Sulaiman, serta jajaran Direksi PT BAS lainnya.

“Sesuai amanah RUPS, maka hari ini kita bertemu guna menggali informasi terkait apa saja kendala dan capaian di seluruh kantor BAS, baik KPO maupun kantor cabang di seluruh Aceh dan di Sumatera Utara. Hasil asesmen ini tentu menjadi modal berharga bagi upaya pembenahan BAS, karena tujuan kegiatan ini adalah untuk melakukan perbaikan,” tegas Taqwallah.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu, Gubernur Aceh Nova Iriansyah, selaku Pemegang Saham Pengendali PT BAS, mendorong jajaran di PT BAS untuk melakukan tiga transformasi, yaitu transformasi budaya, tampilan dan bisnis. Gubernur meyakini, semangat bersyariah dan transformasi ketiga hal tersebut akan membuat performa PT BAS lebih baik, bukan semata dari sisi bisnis, namun yang terpenting tentu saja pelayanan terhadap nasabah.

Oleh karena itu, Taqwallah terus mendiskusikan berbagai upaya pembenahan dengan jajaran direksi PT BAS, yaitu terkait struktur, Sumber Daya Insani, Pengembangan, Produktifitas, penanganan pembiayaan macet, penerapan Gerakan BEREH dan terkait syariah.

Sementara itu, Prof Alyasa’ Abubakar selaku Dewan Pengawas Syariah PT BAS mengingatkan, upaya perubahan menyeluruh ke sistem syariah memerlukan waktu, namun semangat syariah harus terus digaungkan dan disosialisasikan.

“Kami DPS, ingin mengingatkan, bahwa kepatuhan terhadap aturan dan ketentuan syariah, harus selalu ada dalam setiap membuat keputusan dan kebijakan, komitmen syariah ini sangat penting. Kami sangat terbuka dan siap membantu jika jajaran direksi membutuhkan penjelasan. Selain itu, sosialisasi peralihan dari konvensional tentu harus terus disampaikan kepada nasabah dan masyarakat luas,” imbau Prof Alyasa’. (Red)