Selasa, 16 Juni 2026

Prof. Dr. Farid Wajdi Apresiasi Langkah Abu Mudi dalam Pengembangan Pengajian Tastafi

KABAR BIREUEN-Sosok Prof. Dr. Farid Wajdi,  MA tampil dengan semangat berapi-api dan ciri khasnya yang unik plus bahasa Aceh yang kental saat memberikan kata sambutan di Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga dalam sidang senat terbuka wisuda angkatan ke-VII  bertempat di dayah Jami’ah Al-Aziziyah Batee Iliek, Samalanga, Bireuen, Senin, (14/5/2018).

Ia dalam orasinya mengapresiasi IAI Al-Aziziyah Samalanga dan Kopertais Aceh mendorong sepenuhnya untuk lahirnya program pascasarjana terlebih saat ini di Aceh sudah ada 34 perguruan tinggi swasta dan lebih banyak berkonsentrasi di lingkungan dayah.

“Aceh saat ini telah berdiri 34 perguruan tinggi agama Islam swasta dan mayoritas berkampus di bawah lembaga pendidikan dayah. Kami sangat mendukung dan mendorong sepenuhnya lahir program pascasarjana di IAI Al-Aziziyah Samalanga, ” katanya yang juga Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh itu.

Farid Wajdi juga mengungkapkan rendahnya masyarakat Indonesia yang belajar di perguruan tinggi bahkan angka produktifpun sangat rendah dan ini sangat berbeda dengan negara maju di dunia.

“Berdasarkan hasil survei hanya 8,7 persen rakyat Indonesia kuliah, ini ditindai rendahnya kualitas pendidikan rakyat Indonesia. Sedangkan usia kuliah hanya sekitar 30 persen usia aktif yang mengencam kuliah. Ini berbeda dengan bangsa maju sekitar 80 persen kuliah,” lanjutnya dengan gaya berapi dan sesekali para wisudawan dan wisudawati serta undangan lainnya ikut tertawa lepas dengan penyampaiannya yang unik.

Prof. Farid mengapresiasi langkah dan gebrakan Al-Mursyid Abu Mudi didunia pendidikan dengan mendirikan perguruan tinggi dengan integritas ilmu juga kiprahnya didunia dakwah dengan pengajian dan zikir Tastafi yang sudah berkembang saat ini.

“Keberhasilan Abu Mudi dalam mengintegrasikan ilmu dan berkembangnya pengajian Tastafi sebuah langkah maju dan saya sangat mengapresiasinya,” papar putra kelahiran Aceh Besar itu.

Guru besar UIN itu mengilustrasikan kalau di Jepang ada sebuah organisasi bernam Wusido dengan menanamkan kepada anggotanya lima prinsip dasar disiplin jujur, berani,  kerja keras, setia kawan mampu menjadi organisasi yang mampu memajukan masyarakat Jepang dan berharap Tastafi juga demikian.

“Dalam Wusido ada 5 prinsip dasar mampu memajukan masyarakat Jepang.

Hendaknya Tatsafi juga demikian dalam mengembangkan Aceh khususnya dan Indonesia dalam mengembangkan syariat islam dan pendidikan,” pinta sang doktor alumni Universitas SAINS Malaysia itu. (Helmi Abu Bakar/ Kabid Publikasi IAI Al Aziziyah Samalanga)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

UNIKI Gelar Student Global Preneur Academy di Lhokseumawe, Bekali Mahasiswa Literasi Keimigrasian dan Jiwa...

0
KABAR BIREUEN, Lhokseumawe – Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) terus memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan global melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk...

Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Wabup Bireuen Serukan Semangat Hijrah dan Muhasabah

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten Bireuen menggelar zikir bersama dan tausiah dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah/2026 Masehi di...

Terjunkan 445 Petugas, Pemkab Bireuen dan BPS Resmi Canangkan Sensus Ekonomi 2026

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen bersama Badan Pusat Statistik (BPS) setempat resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26), dengan menerjunkan sebanyak...

Reses Yah Fud di Peudada, Warga Minta Perbaikan Irigasi yang Rusak Akibat Banjir

0
KABAR BIREUEN, Peudada – Kerusakan jaringan irigasi akibat banjir dan longsor yang menyebabkan petani gagal menggarap sawah selama beberapa tahun terakhir menjadi aspirasi utama...

Tingkatkan Kompetensi, Kemnaker Buka Pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo

0
KABAR BIREUEN, Jakarta—Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo melalui platform Skillhub dalam ekosistem SIAPkerja. Program ini menjadi bagian dari upaya...

KABAR POPULER

Terjunkan 445 Petugas, Pemkab Bireuen dan BPS Resmi Canangkan Sensus Ekonomi 2026

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen bersama Badan Pusat Statistik (BPS) setempat resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26), dengan menerjunkan sebanyak...

Reses Yah Fud di Peudada, Warga Minta Perbaikan Irigasi yang Rusak Akibat Banjir

0
KABAR BIREUEN, Peudada – Kerusakan jaringan irigasi akibat banjir dan longsor yang menyebabkan petani gagal menggarap sawah selama beberapa tahun terakhir menjadi aspirasi utama...

Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Wabup Bireuen Serukan Semangat Hijrah dan Muhasabah

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten Bireuen menggelar zikir bersama dan tausiah dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah/2026 Masehi di...

Dikunjungi Direktorat Jenderal Perkebunan Republik Indonesia, Pabrik Kelapa di Bireuen

0
KABAR BIREUEN -  Direktur Tanaman Semusim dan Rempah, Direktorat Jenderal Perkebunan Republik Indonesia Dr, Ir. Agus Wahyudi, MM serta rombongan berkunjung ke pabrik berbahan...

UNIKI Gelar Student Global Preneur Academy di Lhokseumawe, Bekali Mahasiswa Literasi Keimigrasian dan Jiwa...

0
KABAR BIREUEN, Lhokseumawe – Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) terus memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan global melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk...