Pers Bukan Corong, Pemerintah Bukan Anti-Kritik

Oleh: Anwar, S.Ag, M.A.P
Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen

HARI Pers Nasional 9 Februari 2026 menjadi ruang refleksi bersama, bukan hanya bagi insan pers, tetapi juga bagi pemerintah daerah yang kerap menjadi objek utama pemberitaan. Tulisan editorial redaksi Kabar Bireuen berjudul “Pers Bukan Corong Kekuasaan” patut diapresiasi sebagai penegasan posisi etik pers dalam demokrasi lokal: berdiri independen, kritis dan berpihak pada kepentingan publik.

Dari sudut pandang penguasa atau pemerintah daerah, media tidak seharusnya dipahami sebagai alat legitimasi kekuasaan, apalagi sebagai perpanjangan lidah birokrasi. Media adalah ruang publik. Di sanalah kebijakan diuji nalar publiknya, diuji dampaknya, dan diuji keberpihakannya. Pemerintah yang dewasa secara demokratis akan membaca kritik pers sebagai bagian dari mekanisme koreksi, bukan sebagai serangan personal atau upaya menjatuhkan wibawa.

Dalam praktik pemerintahan daerah, relasi dengan media memang tidak selalu berada pada garis yang nyaman. Pemerintah membutuhkan media untuk menyampaikan informasi publik, program pembangunan dan capaian kinerja. Namun pada saat yang sama, media memiliki mandat etik untuk menjaga jarak kritis dari kekuasaan. Ketegangan ini adalah konsekuensi alami dari demokrasi, bukan gangguan yang harus diredam.

Persoalan mulai muncul ketika kritik dipersepsikan sebagai sikap permusuhan, atau ketika media diperlakukan sebatas mitra publikasi. Dalam situasi seperti itu, kekuasaan sering tergoda untuk mengatur narasi, memilih media yang “ramah”, atau membangun hubungan yang transaksional. Padahal, di situlah justru fungsi kontrol pers berisiko melemah dan ruang publik kehilangan daya kritisnya.

BACA JUGA: Pers Bukan Corong Kekuasaan

Di tingkat lokal seperti Kabupaten Bireuen, pers daerah memiliki peran yang jauh lebih strategis dibanding sekadar pelapor peristiwa. Pers lokal hidup di tengah masyarakat yang sama, memahami denyut persoalan warga, dan menyaksikan langsung dampak kebijakan. Karena itu, kritik media lokal sering kali lahir dari kedekatan sosial, bukan dari niat mengganggu stabilitas. Pemerintah daerah yang cerdas akan membaca kritik tersebut sebagai sinyal awal, bukan sebagai ancaman.

Di sisi lain, pers daerah juga memikul tanggung jawab besar. Independensi tidak boleh bergeser menjadi keberpihakan emosional atau kepentingan kelompok. Kritik jurnalistik harus dibangun di atas verifikasi, data dan etika profesi. Ketika pers bekerja secara profesional, maka pemerintah daerah berkewajiban menghormatinya, membuka akses informasi dan merespons secara argumentatif serta substantif.

Editorial Kabar Bireuen menegaskan bahwa pers bukan corong pemerintah. Pemerintah daerah yang demokratis sejatinya juga tidak membutuhkan corong. Yang dibutuhkan adalah mitra kritis yang jujur, berani dan bertanggung jawab. Sebab, kekuasaan yang alergi kritik hanya akan melahirkan kepatuhan semu, bukan kepercayaan publik.

Hari Pers Nasional semestinya menjadi titik temu etis: pers menjaga independensi dan integritasnya, pemerintah daerah menjaga keterbukaan dan kedewasaan berkuasanya. Dari relasi yang setara dan kritis itulah demokrasi lokal bertumbuh dan kepentingan masyarakat benar-benar menjadi pusat dari seluruh kerja kewartawanan dan pemerintahan. [*]

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Polairud Polda Aceh Kibarkan Bendera Merah Putih di Dasar Laut Krueng Raya

0
KABAR BIREUEN, ‎Banda Aceh — Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, personel Ditpolairud Polda Aceh bersama Brimob, Ocean Diving Club Fakultas Kelautan...

UNIKI Peringati HUT RI ke-81, Mahasiswa Didorong Jadi Penggerak dan Pemimpin Masa Depan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen tidak sekadar menjadi seremoni....

Anggota Paskibraka Bireuen 2026 Sukses Laksanakan Tugas

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bireuen 2026 telah sukses dan tuntas mengemban tugas mulia mengibarkan serta menurunkan Bendera Merah...

Wabup Bireuen Irup Upacara Penurunan Bendera Merah Putih, Paskibraka Sujud Syukur Sukses Bertugas

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Wakil Bupati (Wabup) Bireuen, Ir. H. Razuardi, M.T, bertindak sebagai inspektur upacara pada upacara penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka...

217 Warga Binaan Lapas Bireuen Terima Remisi HUT ke-81 RI, Tiga di Antaranya Terkait...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Sebanyak 217 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bireuen menerima remisi umum dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan...

KABAR POPULER

Dipimpin Bupati Bireuen, Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih Berlangsung Khidmat

0
KABAR BIREUEN, Bireuen-Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Bireuen Tahun 2026, berlangsung...

Anggota Paskibraka Bireuen 2026 Sukses Laksanakan Tugas

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bireuen 2026 telah sukses dan tuntas mengemban tugas mulia mengibarkan serta menurunkan Bendera Merah...

Polda Aceh Pastikan Situasi Usai Zikir Peringatan Hari Damai Aceh Ke-21 Kembali Kondusif

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh— Polda Aceh memastikan situasi setelah pelaksanaan zikir dalam rangka memperingati Hari Damai Aceh (HDA) ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman, Banda...

Pawai Obor Tandai Upacara Taptu Jelang Peringatan HUT ke-81 RI di Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen, menggelar Upacara Taptu (penetapan waktu). Peserta dilepas Bupati...

Bupati Bireuen Kukuhkan 35 Anggota Paskibraka 2026

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Bupati Bireuen, Ir, H, Mukhlis, ST mengukuhkan 35 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bireuen 2026, di Aula Lama Setdakab...