KABAR BIREUEN – Pemotongan Nasi Tumpeng, Bazar dan Pentas Karya Seni mewarnai rangkaian kegiatan Peringatan Hari Guru Nasional 2023 di Sekolah Penggerak UPTD SMPN 1 Bireuen.
Rangkaian kegiatan yang di prakarsai Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) juga dirangkai dengan penyerahan cinderamata dari perwakilan peserta didik untuk para guru.
Kegiatan acara dipusatkan di halaman sekolah setempat, Kamis (25/11/2023), melibatkan ratusan peserta didik kelas VII, VIII dan IX.
Kepala SMPN 1 Bireuen, Ibrahim Harun, S.Pd,MSM, dalam arahannya merasa terharu dan bangga atas rangkaian kegiatan perayaan Hari Guru Nasional ini.
Kegiatan ini murni dilaksanakan oleh para peserta didiknya dibawah komando OSIS sekolah, mereka jauh-jauh hari sudah mempersiapkan kegiatan acara ini dan kami hanya sebatas mendampingi mereka
“Ini salah satu bukti nyata para peserta didiknya semakin dekat dengan para gurunya dan sebaliknya guru semangkin mendekati dengan siswanya,” jelas Ibrahim Harun.
Namun demikian, sambungnya, dalam momentum Hari Guru Nasional ini para siswa supaya dapat menyadari betapa besarnya peran dan jasa para guru.
Mereka tanpa pamrih dan bekerja keras demi mendidik kalian agar menjadi anak yang pintar dan berguna bagi keluarga, bangsa dan negara.
“Dengan sabar dan penuh kasih sayang, mereka membimbing kalian membentuk kepribadian yang berkualitas,” jelasnya.
Ibrahim berpesan, hormati dan hargai para guru kalian, mereka dengan ikhlas mengajari kalian, dari yang tadinya tidak tahu menjadi tahu dan berterima kasihlah kepada para guru kalian, doakan mereka dengan sepenuh hati.
Kepala UPTD SMPN 1 Bireuen ini juga mengucapkan terima kasih kepada para guru atas dedikasi yang telah diberikan dan teruslah menjadi sumber inspirasi, ilmu, dan cahaya bagi setiap generasi yang anda sentuh.
Terimakasih kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen beserta jajarannya yang selalu mensupport sekolah ini, kepada para wali murid atas dukungannya disetiap kegiatan yang positif.
Kemudian kepara para Alumni SMPN 1 Bireuen semua angkatan yang sampai saat ini masih peduli dengan sekolah asalnya dan spesial kepada seluruh peserta didik SMPN 1 Bireuen atas dilaksanakan acara ini.
Sebelumnya Ketua OSIS sekolah setempat selaku ketua panitia, Fahri Pradita dalam sambutannya mengatakan, kegiatan dihari spesial ini dipersembahkan khusus untuk para guru sebagai bentuk terima kasih dan penghargaan kepada para guru yang mereka sayangi.
Mereka telah berjasa mendidik siswa dengan penuh kesabaran dan kasih sayang, berkat kesabaran para guru sekalian maka mereka bisa mengerti berbagai ilmu pengetahuan.
“Kesabaran dan pengorbanan para guru sangat luar biasa bagi kami, terima kasih atas jasamu yang tak terhingga,” ujar Fahri Pradita
Dikatakan, dia masih teringat ketika pertama kali mereka masuk sekolah ini, bapak dan Ibu guru menyambut mereka selaku peserta didik baru dengan penuh senyum keihklasan.
Diakuinya, hal tersebut menghapus keraguan dalam hati mereka dan tumbuh yakin bahwa di sini akan dibimbing dan diasuh oleh bapak dan ibu guru yang selalu menyayangi mereka seperti anak sendiri.
“Pada kesempatan ini, saya juga melaporkan anggaran kegiatan ini bersumber dari dana sumbangan para peserta didik SMPN 1 Bireuen yang tulus dan ikhlas untuk keberlangsungnya acara ini,” katanya
Dia mengucapkan terima kasih kepada teman-teman semua yang telah mendukung kegiatan ini dan kepada keluarga besar SMPN 1 Bireuen yang selalu mendampingi kami dalam persiapan pelaksanaan kegiatan ini yang khusus dipersembahkan untuk guru-guru mereka tercinta.
“Mewakili dari teman-teman semua mengucapkan Selamat Hari Guru, semoga jasa-jasa guru mendapatkan balasan setimpal di dunia dan di akhirat,” ujar Ketua OSIS SMPN 1 Bireuen ini.
Terpisah Pembina OSIS sekolah setempat, Yunita, S.Pd dalam keterangannya kepada Kabar Bireuen, mengatakan, Pentas Karya Seni Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-78 Tahun 2023 ini, diisi dengan aneka seni persembahan dari para peserta didik SMPN 1 Bireuen.
Seperti seni tari ranup lampuan, tari massal, tari kreasi, rabbani wahed, seudati, rapa’i, paduan suara para siswa dan paduan suara para guru.
Kemudian, drama musikal, drama dari the vactor clup serta puisi sebagai ungkapan perasaan atas penghargaan dan terima kasih kepada para guru mengunakan dua bahasa Inggris dan Indonesia. (Herman Suesilo)









