KABAR BIREUEN-Musyawarah Kerja Kepala Sekolah-SMP (MKKS-SMP) Kabupaten Bireuen gelar Workshop Sosialisasi Permendikbud No. 8 Tahun 2020.

Sosialisasi Tentang Penggunaan Dana Bos untuk Kepala Sekolah dan Bendahara SMP se Kabupaten Bireuen ini, berlangsung di Aula Lama Setdakab Bireuen. Kamis (27/2/2020) pagi.

Ketua MKKS-SMP Adrian M.Pd melaporkan, tujuan sosialisasi ini untuk mengetahui tehnik mengunakan dana BOS, supaya tidak menyalahi aturan.

Dikatakan, Paparan kebijakan pengelolaan dana bos dilaksanakan satu hari penuh diikuti 180 peserta dari 90 sekolah jenjang SMP Negeri dan Swasta se Kabupaten Bireuen, terdiri dari Kepala Sekolah dan Bendahara Sekolah.

Disebutkan, kegiatan ini menghadirkan narasuber dari unsur Inspektorat Kabupaten Bireuen.

Diharapkan workshop ini, dapat bermanfaat terutama dalam penyusunan anggaran, yang sering kali mengalami kekeliruan.

Sementara itu, Kadisdikpora Bireuen, Drs, M.Nasir M.Pd dalan inti sambutannya mengharapkan para peserta dapat mempelajari dan memahami aturan-aturan yang mengatur tentang pengelolaan BOS.

Baik peraturan Menteri Pendidikan maupun aturan dari Kemendagri sebagai pedoman pengelolaan anggaran.

Menurutnya, Anggaran Dana Operasional Sekolah (BOS) tahun 2020 belum diterima sekolah, disebabkan ada kekeliruan, seperti nama rekening sekolah dengan lembaga atau nomenklatur berbeda dengan di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Dampaknya karena ada beberapa sekolah bermasalah, semua sekolah tidak dapat ditransfer dana BOS.

Diharapkan, tidak ada satu sekolahpun yang terlambat membuat laporan, karena satu sekolah terlambat bisa berakibat kepada semuanya.

“Dana BOS dipergunakan sesuai dengan kebutuhan sekolah masing-masing”, harap M.Nasir. (Herman Suesilo)

BAGIKAN