KABAR BIREUEN-Meski menjalani ibadah puasa di bulan ramadhan dan suasa liburan sekolah, namun tidak menyurutkan semangat dan animo dua peserta dari SDN 1 Bireuen, untuk mengikuti pembinaan sebagai persiapan mengikuti lomba Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Nasional tahun 2018.
Kedua peserta tersebut yaitu Muhammad Sabri kelas V, Teuku Rayyan Alfaiza kelas IV, mereka mewakili Provinsi Aceh, pada mata lomba Matematika di lomba OSN tingkat Nasional yang berlangsung dalam waktu dekat ini, di Padang, Sumatra Barat.
Guru pembimbing Maimunah, di sekolah setempat Kamis (31/5/2018) kepada Kabar Bireuen mengatakan, persiapan bagi kedua anak binaannya ini untuk persiapan menghadapi lomba OSN tingkat Nasional, sejauh hari sudah kita laksanakan.
“Baik sebelum puasa ataupun di bulan puasa dan suasana liburan sekolah, persiapan terus kita laksanakan”, kata Maimunah.
Menurutnya, pada hari biasa kita lakukan pembinaan di sekolah di lokal khusus pada pagi hari, sementara pada sore harinya di rumah saya, ini rutin kita lakukan setiap hari kecuali hari minggu.
Sementara itu, di bulan puasa pembinaan hanya di sekolah pada hari-hari tertentu saja, tidak setiap hari.
Hal ini kita lakukan dengan tujuan menjadikan motivasi bagi mereka untuk mendapatkan prestasi terbaik yaitu meraih medali emas di tingkat Nasional nanti.
“Sebelum mereka berangkat ke Padang untuk mengikuti lomba tingkat Nasional, mereka kembali akan mendapat pembinaan dan di gembleng di provinsi selama seminggu”, jelas Guru pembimbing ini, yang juga guru bidang studi matematika di sekolah ini.
Sementara itu, Kepala SDN 1 Bireuen, M.Nur S.Pd menjelaskan, para siswa yang telah dibina bukan tahun ini saja lolos ke OSN tingkat nasional, bahkan bisa dikatakan setiap tahunnnya sejak tahun 2006 hingga 2018.
Bahkan pada 2015 kami merasa bahagia karena anak asuh kami M. Imamum Khalis anak dari seorang Loper Koran, mampu meraih juara nasional di Yogyakarta, pada Olimpiade Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
“Saat itu M. Imamum Khalis dibimbing oleh guru pembimbingnya Nilawati SPd”, kata M.Nur.
Menurutnya, sebelum dilaksanakan lomba Olimpiade ini di tingkat kabupaten, jauh-jauh hari, kita telah melakukan berbagai persiapan, diantaranya melakukan penyaringan dan menyeleksi para murid kelas IV dan V disetiap mata lomba yang diperlombaan.
“Kita lakukan penjaringan dan menyeleksi calon peserta untuk mendapat pembinaan, setiap tahun ajaran baru”, ujar M.Nur.
Setelah kita temukan para calon peserta, langsung kita beri pembinaan di ruangan khusus dan dirumah guru pendamping
mata pelajaran masing-masing.
Persiapan kita lakukan ini dengan tujuan supaya mereka sudah mempunyai bekal dan siap pakai saat mengikuti seleksi di setiap lomba Olimpiade yang di gelar. jelas Kepsek SDN 1 Bireuen ini.
“Jadi pembinaan bagi pelajar, tidak mesti hanya saat diadakan lomba olimpyade saja, pembinaan rutin harus kita adakan secara rutin, supaya prestasi anak didik kita lebih meningkat,” pungkas M Nur. (Herman Suesilo).










