KABAR BIREUEN – Tim Askab PSSI Bireuen menyusul Pemkab Bireuen ke babak final Turnamen Sepak Bola Piala Askab PSSI Bireuen U-40. Setelah dalam putaran semifinal yang kedua tadi sore, Sabtu (15/10/2022), di Lapangan Cot Gapu, mereka menang tipis dengan skor 3-2 atas Polres Bireuen.
Sebenarnya, ditinjau dari segi kemampuan fisik dan teknik permainan, laga kedua kesebelasan sama kuat. Sama-sama menerapkan pola permainan saling serang. Begitu juga di lini bawah, pertahanan kedua tim sulit ditembus serangan lawan.
Dalam partai hidup mati tersebut, Askab PSSI Bireuen menurunkan sejumlah mantan pemain profesional, seperti Effendi Ibrahim atau yang lebih dikenal dengan Effendi Jangka, Nyak Muh, Ridwan Juli, Samsul Bahri, Husaini Jangka, dan sejumlah pemain berpengalaman lainnya.
Sementara Polres Bireuen dimotori Erik Saputra, pemain lincah yang pernah membela sejumlah klub ternama, seperti PSSB, Persiraja, dan lainnya. Selain itu, ada juga Syafaruddin, Fakhrurrazi, Eka Jumadi, dan kawan-kawan.
Sejak babak pertama dimulai, kedua tim silih berganti menggencarkan serangan. Gol perdana untuk Askab PSSI Bireuen dicetak Effendi Jangka pada menit 13. Angka 1-0 untuk keunggulan Askab PSSI Bireuen, bertahan hingga pertandingan jeda.

Sementara di babak kedua, Askab PSSI Bireuen terus melancarkan serangan ke jantung pertahanan lawan. Kali ini, Zakaria kembali memperbesar keunggulan Askab PSSI Bireuen pada menit ke-7.
Kemasukan 2-0, tidak membuat anak-anak Polres Bireuen patah semangat. Mereka mencoba bangkit, untuk dapat membalas ketertinggalan angka. Dengan semangat juang tinggi, mereka terus merangsek lini pertahanan Askab PSSI Bireuen.
Hasilnya, pada menit ke-10 Syafaruddin berhasil membobol gawang Askab PSSI Bireuen yang dijaga Zulfan. Berikutnya pada menit ke-20, Erik Saputra berhasil menambah satu gol lagi. Sehingga, kini kedudukan sama kuat 2-2.
Namun, sekitar dua menit kemudian, Effendi Jangka kembali memasukkan bola melalui tendangan kerasnya ke gawang Polres Bireuen yang dikawal Deni Putra. Skor 3-2 untuk kemenangan Askab PSSI Bireuen, bertahan hingga pertandingan usai.
Dengan kemenangan tersebut, Askab PSSI Bireuen berhak ke babak final. Mereka akan ditantang Pemkab Bireuen besok, Minggu (16/10/2022) sore.
Protes Wasit
Sebelum gol terakhir tersebut, pemain Polres Bireuen sempat memprotes wasit Rizaldi dari Askab PSSI Bireuen yang dinilai tidak adil dalam memimpin pertandingan. Soalnya, Rizaldi tidak meniup peluit saat bola mengenai tangan (handball) salah seorang pemain Askab PSSI Bireuen.
Begitu juga beberapa saat setelah kemasukan gol tadi, ada lagi pemain Askab PSSI Bireuen yang handball. Tapi, Rizaldi juga tidak membunyikan peluitnya. Hal itu, membuat kesal pemain Polres Bireuen dan kembali memprotesnya. Lagi-lagi Rizaldi tak menggubrisnya. Dia tetap pada pendiriannya, tidak handball.

Merasa diperlakukan tidak adil oleh wasit yang lebih memihak kepada Askab PSSI Bireuen, sejumlah pemain Polres Bireuen hendak keluar dari lapangan. Mereka tidak mau melanjutkan lagi pertandingan. Namun, setelah manajer dan rekan-rekan meminta untuk main lagi, mereka menurutinya dan kembali melanjutkan pertandingan hingga selesai.
“Bukannya kami tidak mau menerima kekalahan. Menang dan kalah, itu hal biasa dalam sebuah pertandingan. Ini jelas sekali, tadi dua kali pemain Askab PSSI kena tangan, tapi wasit tidak meniup peluit. Kami sangat dirugikan. Wasit yang memimpin pertandingan hari ini, terang-terangan memihak kepada timnya, Askab PSSI Bireuen,” ujar salah seorang pemain Polres Bireuen kepada wartawan dengan nada kesal.
Kalau begini kejadiannya, kata dia, untuk apa juga Askab PSSI Bireuen mengadakan turnamen sepak bola ini. Hanya untuk memenangkan diri sendiri, dengan cara yang tidak sportif. (Suryadi)












