KABAR BIREUEN – Menteri Agama (Menag) RI, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, Sabtu (22/2/2020) melakukan silaturrahmi dan sampaikan Kuliah Umum di Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), di kawasan Blang Bladeh, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, Aceh.

Di UNIKI, Menag menyampaikan kuliah umum dengan tema “Merajut Kebangsaan di Era Industri 4.0 Dalam Bingkai NKRI” selama 120 menit, usai menghadiri acara Kenduri Kebangsaan di Sekolah Sukma Bangsa Bireuen yang dihadiri Presiden RI Ir H Joko Widodo.

Kuliah umum yang disampaikan oleh Menag ini turut dihadiri Drs H Anwar Idris, Anggota DPR-RI Fraksi PPP Dapil Aceh-2, Plt Kanwil Kemenag Aceh, Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Ketua Pembina Yayasan Kebangsaan Bireuen, Rektor UNIKI dan civitas akademika UNIKI.

Mantan Kasum ABRI ini, di hadapan ratusan peserta kuliah umum menekankan tentang pentingnya toleransi antar warga negara.

“Tidak boleh dipisahkan antara agama dengan kebangsaan. Islam ini Rahmatan lil alamin. Rahmat bagi sekalian alam,” sebut Menteri kelahiran Aceh pada 26 Juli 1947.

Mantan Wakil Panglima TNI ini menandaskan, toleransi dalam berbangsa dan bernegara harus ditegakkan. “Supaya bangsa dan negara ini kuat,” ucap Fachrul Razi.

Pada kesempatan tersebut lulusan AKABRI (Akmil) tahun 1970 menanggapi permohonan Rektor UNIKI untuk dapat diberikan izin membuka lima program studi baru yang ada di bawah Menag, jenjang S1 dan S2, yaitu Prodi Ekonomi Syariah, Hukum Syariah, Peradilan Syariah, Pendidikan Agama Islam dan Program Magister Pendidikan Agama Islam (S2).

“Silakan ajukan proposal ke saya. Dan kami siap mendukung sepenuhnya untuk kemajuan pendidikan bidang agama di Aceh,” sebutnya lagi.

Ketua Pembina Yayasan Kebangsaan Dr H Amiruddin Idris SE MSi menyampaikan terima kasih kepada Menteri Fachrul Razi yang telah meluangkan waktu bersilaturahmi dan menyampaikan kuliah umum di UNIKI.

“Terima kasih Pak Menteri yang sudah bersedia hadir di kampus UNIKI. Dengan kehadiran Bapak di sini dapat memberikan motivasi kepada civitas akademika dan mahasiswa,” ujar Amiruddin Idris.

Penulis buku ‘Bireuen Segitiga Emas Ekonomi Aceh’ ini mengharapkan kepada Menag agar dapat memberikan beasiswa kepada mahasiswa Bireuen dari sumber dana Wakaf Habib Bugak.

“Ada 200 mahasiswa yang kuliah di Bireuen sangat membutuhkan beasiswa. Jika dibolehkan Bapak Menag dapat mempertimbangkan memberikan beasiswa dari dana Wakaf Habib Bugak,” harap Wakil Bupati Bireuen Periode 2002-2007 ini.

Secara terpisah, salah seorang ahli waris Habib Bugak, Dr Hilmy kepada media ini mengaku sangat mendukung jika Menag RI memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang kuliah di Bireuen dari dana wakaf Habib Bugak.

“Saya sangat mendukung (pemberian beasiswa) dana wakaf Habib Bugak,” ungkapnya.

Katanya, dalam ikrar wakaf Habib Bugak, yang berhak menerima dana wakaf tersebut adalah masyarakat Aceh lima golongan. Yaitu, orang Aceh yang datang ke Mekkah, Jamaah haji, yang bermukim di Mekkah, pelajar Aceh dan orang yang terlantar di Mekkah.

Sampai saat ini, lanjutnya harta wakaf Habib Bugak yang dikelola oleh Baitul Asyi di Mekkah mencapai Rp 30 triliun, yaitu 6 unit hotel berbintang.

“Apa salahnya jika hasil pengelolaan harta wakaf tersebut disisihkan untuk membantu pendidikan anak-anak Aceh yang sangat membutuhkan,” pungkas Dr Hilmy yang berjanji akan mengulas semua harta wakaf Habib Bugak di mana pun berada. (Rizanur)

BAGIKAN